Menteri Widiyanti Perkuat Pengembangan Pariwisata Indonesia Bersama Mitra Global di Cebu
Menteri Widiyanti Putri Wardhana membahas strategi pengembangan pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan bersama mitra global di Cebu. Upaya ini untuk mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memimpin diskusi penting mengenai pengembangan pariwisata Indonesia di Cebu, Filipina, pada Jumat, 30 Januari 2026. Pertemuan ini berlangsung di sela-sela rangkaian kegiatan ASEAN Tourism Forum (ATF) 2026. Fokus utama pembahasan adalah strategi untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di kancah global.
Dalam kesempatan tersebut, Widiyanti berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan internasional, termasuk Chief Commercial Officer Agoda Damien Pfirsch dan perwakilan United States–ASEAN Business Council (US-ABC). Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk mempercepat transformasi digital sektor pariwisata nasional. Selain itu, pertemuan ini juga untuk mendorong pertumbuhan pariwisata yang berorientasi pada keberlanjutan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk mencapai target ambisius kedatangan 16 juta hingga 17,6 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2026. Penguatan kemitraan dengan pelaku industri global menjadi kunci. Hal ini juga untuk memastikan peningkatan konektivitas dan infrastruktur pariwisata di seluruh penjuru negeri.
Kolaborasi Strategis dengan Agoda untuk Pemasaran dan Keberlanjutan
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melakukan pertemuan bilateral dengan Chief Commercial Officer Agoda, Damien Pfirsch, guna membahas penguatan kerja sama strategis. Pertemuan ini berfokus pada dukungan terhadap prioritas pengembangan pariwisata Indonesia tahun 2026. Salah satu poin penting adalah mendorong transformasi digital serta pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan di tanah air.
Widiyanti mengapresiasi implementasi kampanye pemasaran bersama serta integrasi destinasi Indonesia ke dalam ekosistem global Agoda. Inisiatif ini telah berhasil meningkatkan paparan destinasi dan konversi pemesanan secara signifikan. Hal tersebut secara langsung mendukung target pemerintah dalam menghadirkan wisatawan mancanegara berkualitas dan mendorong kunjungan ulang ke Indonesia.
Selain itu, komitmen Agoda dalam memperkuat pariwisata berkelanjutan di Indonesia juga mendapat pujian. Program "Eco Deals" yang digulirkan Agoda sangat sejalan dengan arah kebijakan nasional. Kebijakan ini menempatkan keberlanjutan sebagai fondasi utama dalam pengembangan pariwisata. Upaya ini sepenuhnya selaras dengan pergeseran kebijakan Indonesia menuju pariwisata berkelanjutan yang berorientasi pada kualitas.
Penguatan sumber daya manusia (SDM) pariwisata juga menjadi agenda penting melalui kolaborasi dengan Agoda. Program seperti "Agoda Academy" dan berbagai pelatihan di Politeknik Pariwisata di bawah naungan Kementerian Pariwisata akan terus digalakkan. Kemitraan ini diharapkan menjadi model kolaborasi strategis antara sektor publik dan swasta yang memberikan dampak nyata bagi ekosistem pariwisata nasional.
Membangun Konektivitas dan Infrastruktur dengan US-ABC dan Industri Global
Di kesempatan yang sama, Menteri Widiyanti juga bertemu dengan perwakilan United States–ASEAN Business Council (US-ABC). Dalam diskusi ini, Widiyanti menegaskan pentingnya perencanaan strategis yang matang. Kolaborasi erat dengan sektor swasta serta kesinambungan dialog menjadi kunci untuk mencapai target pembangunan pariwisata nasional secara berkelanjutan.
Pertemuan tersebut juga membahas upaya menjawab tantangan lingkungan dan logistik yang dihadapi sektor pariwisata. Widiyanti turut menyoroti potensi besar pengembangan wisata pesiar di Indonesia. Potensi ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan dan membuka peluang ekonomi baru di berbagai daerah.
Pemerintah Indonesia menargetkan kedatangan 16 juta hingga 17,6 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2026. Untuk mencapai target ambisius ini, diperlukan penguatan kemitraan dengan pelaku industri utama. Mitra tersebut termasuk Visa, Marriott, Expedia, Airbnb, dan Royal Caribbean Group.
Kolaborasi ini sangat krusial untuk mendorong pertumbuhan pariwisata berkualitas, meningkatkan konektivitas, dan memperbaiki infrastruktur. Pemanfaatan data serta teknologi digital juga akan menyederhanakan proses dalam agenda transformasi pariwisata nasional.
Sumber: AntaraNews