Menag Nasaruddin akan Turun Langsung Kaji Sanksi Gus Elham Usai Viral Cium Anak
Terkait kemungkinan pemberian sanksi terhadap Gus Elham, Nasaruddin mengaku akan melihat terlebih aturan.
Foto pendakwah Elham Yahya Luqman atau Gus Elham mencium anak di bawah umur yang viral menjadi perhatian Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Bahkan, Menag akan menemui langsung Gus Elham terkait foto yang menuai kecaman dari masyarakat tersebut.
"Besok saya akan ke sana," ujar Nasaruddin usai menghadiri Seminar Internasional di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Senin (16/11).
Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini mengaku akan menyelesaikan permasalahan keagamaan viral di media sosial.
"Yang viral-viral itu kita selesaikan," tegas Nasaruddin.
Kaji Sanksi
Terkait kemungkinan pemberian sanksi terhadap Gus Elham, Nasaruddin mengaku akan melihat terlebih aturan.
"Kita nanti baca undang-undangnya, apa pelanggarannya," tandasnya.
Menag Tegaskan Tak Ada Toleransi Tindakan Pelecehan Seksual
Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai moralitas harus menjadi musuh bersama.
Pernyataan ini disampaikan menanggapi perilaku pendakwah Elham Yahya Luqman atau Gus Elham, yang viral karena diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap anak perempuan.
"Bukan hanya saya sebagai Menteri Agama, saya person juga ya. Semua tindakan-tindakan yang bertentangan moralitas itu harus menjadi musuh bersama," ujar Nasaruddin di Jakarta, Rabu (12/11).
Nasaruddin menegaskan, siapa pun harus menjauhi tindakan yang tidak dibenarkan secara moral dan agama.
Diaa menilai, perilaku yang melanggar nilai etika bukan hanya mencoreng pribadi pelaku, tetapi juga dapat merugikan lembaga atau institusi tempatnya bernaung.
"Setiap orang harus menghindari tindakan atau perilaku yang tidak dibenarkan. Karena hal tersebut bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga institusi yang menaunginya," kata Nasaruddin.
Meski demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tidak menggeneralisir kasus tersebut ke seluruh lembaga keagamaan atau pesantren.
"Jadi saya kira berpikir secara matang adalah segala sesuatu yang kasus itu diselesaikan secara kasuistik," ujarnya.
Nasaruddin memastikan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan pendidikan dan keagamaan yang aman, ramah, dan bebas dari tindakan penyimpangan.
Ia menjelaskan, Kemenag telah membentuk tim pembinaan pondok pesantren sebagai wadah kolaborasi para pimpinan pesantren untuk mencegah berbagai bentuk pelanggaran dan kekerasan di lembaga pendidikan agama.
"Pondok pesantren ke depan itu harus menjadi contoh untuk sebuah masyarakat yang ideal," kata Menag.