Kuota Sulsel Bertambah, Wamen Haji Minta Akselerasi Pelayanan Asrama Haji Sudiang
Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, pelayanan haji di Sulawesi Selatan telah menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau langsung kesiapan fasilitas Asrama Haji Sudiang Makassar dalam menyambut calon jemaah haji dari delapan provinsi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh sarana pelayanan berjalan optimal menjelang musim haji.
Dalam peninjauan itu, Dahnil meminta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji Sudiang mempercepat peningkatan fasilitas dan kualitas layanan. Ia menekankan pentingnya akselerasi pelayanan agar jemaah mendapatkan kenyamanan sejak tahap awal keberangkatan.
Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, pelayanan haji di Sulawesi Selatan telah menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Capaian itu diharapkan tidak hanya dipertahankan, tetapi terus ditingkatkan.
"Saya berharap juga semua kabupaten dan kota itu mengakselerasi semua pelayanan terhadap jemaah dan meningkatkan prestasinya. Termasuk UPT Asrama Haji Sulsel termasuk salah satu asrama haji yang terbaik di Indonesia dan bisa menjadi percontohan," ujarnya kepada wartawan, Minggu (8/2/2026).
Pusat Ekosistem Ekonomi Umat
Dahnil juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan Asrama Haji tak sekadar menjadi tempat transit jemaah, melainkan berkembang menjadi pusat ekosistem ekonomi umat. Seluruh aktivitas terkait haji dan umrah diharapkan terintegrasi di satu lokasi sehingga memberi dampak ekonomi lebih luas.
"Jadi saya berharap nanti asrama haji kita ini, seluruh kegiatan ekonomi perhajian, ekonomi umat, itu bisa dipusatkan di situ. Kita bisa dorong untuk pengembangan ekonomi," tuturnya.
Tekankan Nilai Siri’ Na Pacce
Selain kesiapan fasilitas, Dahnil mengingatkan pentingnya pendekatan kultural dalam pelayanan. Ia meminta petugas haji mengedepankan nilai kearifan lokal Sulawesi Selatan, yakni Siri’ na pacce, sebagai fondasi etika dan tanggung jawab.
"Jadi kebanggaan Siri' Na Pacce itu bahwasannya haji itu adalah simbol martabat, simbol nilai-nilainya yang tinggi, itu bisa terjemahkan oleh seluruh masyarakat Sulsel, terutama yang naik haji. Jadi Siri' Na Pacce-nya itu bukan hanya gelarnya, tetapi geraknya juga," kata Dahnil.
"Artinya akhlaknya juga menunjukkan akhlaknya haji. Jadi kemabruran itu. Artinya kan kalau mabrur itu bermanfaat untuk orang lain, bermartabat, akhirnya akhlaknya semakin tinggi, segala macam," imbuhnya.
Kuota Haji Sulsel Meningkat
Kabar baik juga datang dari sisi kuota. Dahnil mengungkapkan jatah haji Sulawesi Selatan tahun 2026 meningkat signifikan sekitar dua ribu orang. Jika pada 2025 kuota hanya 7.272 jemaah, kini jumlahnya bertambah menjadi 9.670 jemaah.
"Untuk tahun ini Sulsel dapat 9.670 orang jemaah," kata dia.
Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong sistem pembagian kuota yang lebih transparan dan adil. Hal ini penting mengingat daftar tunggu haji nasional mencapai sekitar 5,6 juta orang, termasuk lebih dari 200 ribu orang di Sulsel.
“Dengan prinsip keadilan untuk seluruhnya kita mendorong terus supaya perhitungan kuota itu dilakukan dengan cara yang transparan. Mudah-mudahan dari yang tadinya di Sulsel itu paling lama 48 tahun di Bantaeng, sekarang telah sama hanya 26 tahun di seluruh Indonesia,” sebutnya.
Ia juga mengingatkan calon jemaah untuk mengikuti manasik secara serius serta menjaga kondisi fisik, karena rangkaian ibadah haji membutuhkan stamina prima.
“Harapannya seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan baik dan kembali sebagai haji yang mabrur serta memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dukungan Pemkab Gowa
Sementara itu, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang memastikan pemerintah daerah terus mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji. Salah satu bentuk dukungan nyata adalah penyediaan armada bus untuk mengantar calon jemaah menuju Asrama Haji Sudiang.
"Tahun 2025, kami juga sudah menghibahkan tanah dan bangunan untuk mendukung pelayanan penyelenggaraan ibadah haji di Kabupaten Gowa. Kini hibah itu dimanfaatkan oleh Kantor Kemenhaj Kabupaten Gowa," kata Talenrang.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas peningkatan kuota jemaah haji Kabupaten Gowa pada 2026. Dari sebelumnya sekitar 517 orang, kini melonjak menjadi 1.421 orang.
“Kuota Jamaah Calon Haji (JCH) kabupaten Gowa tahun ini kita cukup bangga karena jumlahnya lebih dari 100 persen yaitu 1.421 orang. Tahun lalu cuma 517 orang. Semoga tahun ini dengan bertambahnya (jumlah jemaah) tidak mengurangi hikmahnya mereka beribadah," ucapnya.