Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Ajak UMKM Ramaikan Festival Jejak Jajanan Nusantara 2026 di GBK

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat kembali menggelar Festival Jejak Jajanan Nusantara 2026 di GBK, mengajak UMKM dan komunitas berpartisipasi untuk dorong ekonomi rakyat serta lestarikan kuliner. Segera daftar dan ramaikan!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Ajak UMKM Ramaikan Festival Jejak Jajanan Nusantara 2026 di GBK
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat kembali menggelar Festival Jejak Jajanan Nusantara 2026 di GBK, mengajak UMKM dan komunitas berpartisipasi untuk dorong ekonomi rakyat serta lestarikan kuliner. Segera daftar dan ramaikan! (AntaraNews)

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong ekonomi rakyat. Mereka akan menyelenggarakan Festival Jejak Jajanan Nusantara (JJN) 2026. Acara ini bertujuan utama untuk memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta melestarikan kekayaan kuliner nusantara.

Festival Jejak Jajanan Nusantara tahun kedua ini akan berlangsung selama tiga hari penuh. Masyarakat dapat mengunjunginya mulai tanggal 6 hingga 8 Maret 2026. Lokasi strategis yang dipilih adalah Parkir Selatan Barat, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Inisiatif ini merupakan ruang apresiasi sekaligus pemberdayaan bagi para pelaku UMKM. Mereka menjual beragam jajanan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, puluhan tenant juga akan memamerkan produk wastra dan fesyen lokal yang menarik.

Dukungan Penuh untuk UMKM Lokal

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menyediakan fasilitas tempat berjualan tanpa memungut biaya sewa bagi UMKM terpilih. Ini adalah bentuk dukungan nyata agar usaha kecil dapat berkembang pesat. Tujuannya adalah memperluas jejaring pasar serta meningkatkan eksposur produk mereka di ruang publik strategis seperti kawasan GBK.

Para pelaku UMKM yang berkeinginan untuk bergabung dalam Festival Jejak Jajanan Nusantara 2026 dapat segera mendaftarkan diri. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan bit.ly/JJN2026. Alternatifnya, bisa menghubungi kontak person Sinta di nomor 0856 9177 8890.

Proses pendaftaran ini akan ditutup pada 28 Februari 2026. Setiap pendaftar akan melalui serangkaian seleksi dan kurasi ketat. Hal ini dilakukan guna memastikan kualitas produk yang akan ditampilkan dalam festival.

Kolaborasi Komunitas dan Akses Gratis untuk Pengunjung

Tidak hanya fokus pada UMKM, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat juga membuka kesempatan luas bagi berbagai komunitas. Mereka mengundang komunitas kreatif, olahraga, seni, game, gaya hidup, dan lainnya untuk turut meramaikan festival. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih dinamis dan menarik.

Bagi komunitas yang tertarik untuk berpartisipasi dan memeriahkan Festival Jejak Jajanan Nusantara 2026, pendaftaran juga telah dibuka. Mereka bisa mendaftar melalui tautan bit.ly/KOMUNITASJJN. Selain itu, dapat menghubungi kontak person Niki di nomor 087777744730.

Pendaftaran bagi komunitas memiliki kuota terbatas, sehingga disarankan untuk segera mendaftar. Festival ini secara keseluruhan terbuka untuk umum. Akses masuknya pun gratis, tanpa dipungut biaya.

Manfaat Festival bagi Perekonomian dan Pelestarian Budaya

Festival Jejak Jajanan Nusantara bukan sekadar ajang pameran produk. Acara ini menjadi platform penting untuk mempromosikan kekayaan kuliner dan budaya Indonesia. Kehadiran berbagai jajanan tradisional dari seluruh nusantara akan menarik minat masyarakat luas. Hal ini sekaligus mengedukasi tentang warisan kuliner bangsa.

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat secara khusus mengajak seluruh warga Jakarta dan sekitarnya untuk hadir. Terutama masyarakat yang rutin beraktivitas dan berolahraga di kawasan GBK. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan dukungan langsung kepada UMKM. Selain itu, mereka dapat menikmati beragam sajian dan produk lokal berkualitas.

Melalui penyelenggaraan festival ini, diharapkan terjadi peningkatan transaksi ekonomi bagi UMKM. Selain itu, juga terjadi penguatan identitas budaya lokal. Ini adalah langkah konkret dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi