IDAI Beri Apresiasi pada Dokter yang Selamatkan Anak Kejang di Pesawat
IDAI memberikan penghargaan kepada dokter spesialis anak yang menangani bocah berusia 22 bulan yang mengalami kejang saat penerbangan Jakarta ke Bengkulu.
Ketua Pengurus Pusat IDAI, dokter spesialis anak konsultan Piprim Basarah Yanuarso, memberikan penghargaan kepada salah satu anggotanya yang telah berkontribusi dalam penanganan seorang bocah berusia 22 bulan yang mengalami kejang selama penerbangan Citilink.
Pada penerbangan Citilink rute Jakarta-Bengkulu yang berlangsung pada Mei 2025, seorang anak berusia 22 bulan mengalami kejang yang mengkhawatirkan. Beruntung, seorang dokter spesialis anak, Erli Meichory Viorika, yang juga berada dalam pesawat tersebut, segera mengambil tindakan untuk menangani situasi tersebut.
"IDAI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas tindakan spontan, heroik, dan profesional dari dokter spesialis anak anggota IDAI yakni dr Erli Meichory Viorika yang dengan sigap memberikan pertolongan pertama pada seorang balita berusia 22 bulan yang mengalami kejang dalam pesawat Citilink rute Jakarta--Bengkulu," ungkap Piprim dalam keterangan video yang dirilis pada Senin, 2 Februari 2026.
Dokter Ika, yang merupakan anggota IDAI dari Bengkulu, berhasil memanfaatkan sumber daya yang ada di dalam pesawat untuk membantu stabilisasi kondisi pasien.
Aksi cepat dokter Ika telah menyelamatkan nyawa balita tersebut dan memastikan kondisi kesehatannya kembali stabil. "Ini juga merupakan refleksi langsung dari komitmen profesi dokter anak yang siap membantu dalam situasi apa pun, sesuai dengan sumpah dan etik kedokteran, meskipun berada di luar lingkungan klinis formal," tambah Piprim. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak maskapai Citilink Indonesia atas koordinasi dan dukungan yang diberikan oleh kru pesawat dalam membantu proses pertolongan tersebut.
Kerja sama yang baik antara dokter dan kru pesawat tersebut memungkinkan balita untuk melanjutkan penerbangan dengan aman. Dengan adanya tindakan cepat dan tepat dari dr. Erli, situasi yang awalnya menegangkan tersebut dapat diatasi dengan baik, sehingga semua penumpang merasa lebih tenang dan nyaman.
Kondisi Darurat dapat Terjadi di Mana Saja
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi orangtua bahwa situasi darurat, seperti kejang, dapat muncul kapan saja dan di mana saja.
"Insiden ini adalah pengingat nyata kondisi gawat darurat medis bisa terjadi dimana saja kapan saja tanpa direncanakan," ujar Piprim. Dalam hal ini, Piprim juga mengingatkan orangtua agar selalu siap menghadapi situasi darurat dengan cara memeriksa kesehatan anak sebelum berangkat.
"IDAI mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orangtua yang akan melakukan perjalanan jauh bersama bayi dan anak, untuk selalu mempersiapkan diri dengan memeriksakan kondisi kesehatan anak sebelum bepergian," tambahnya.