GP Ansor Situbondo Dirikan Dapur Umum, Bantu Korban Banjir Bandang di Kalianget
GP Ansor Situbondo dirikan dapur umum untuk korban banjir bandang di Desa Kalianget, Banyuglugur. Aksi kemanusiaan ini fokus penuhi kebutuhan dasar warga terdampak paling parah.
GP Ansor Situbondo menunjukkan kepeduliannya terhadap korban banjir bandang di Jawa Timur dengan mendirikan dapur umum. Inisiatif ini berlokasi di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, yang merupakan salah satu area terdampak paling parah. Pendirian dapur umum ini bertujuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan makanan siap saji bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan fasilitas memasak akibat bencana.
Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Situbondo, Johantono, menyatakan bahwa dapur umum ini adalah bentuk tanggung jawab kemanusiaan organisasi. Seluruh kader dan Barisan Serbaguna (Banser) GP Ansor aktif terlibat di lapangan untuk melayani warga, khususnya kebutuhan makanan siap saji. Mereka fokus memastikan ketersediaan makanan bagi para penyintas banjir yang kini kesulitan memenuhi kebutuhan harian mereka.
Bencana banjir bandang ini melanda Situbondo pada Rabu (21/1) malam, menyebabkan kerusakan luas di beberapa desa. Dengan adanya dapur umum, GP Ansor berharap dapat meringankan beban para korban yang rumah dan perabotannya hanyut terbawa arus. Koordinasi telah dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial setempat untuk memastikan bantuan tersalurkan secara efektif.
Fokus Bantuan di Dusun Rampak dan Rencana Perluasan
GP Ansor Situbondo secara khusus memilih Dusun Rampak, Desa Kalianget, sebagai lokasi utama dapur umum mereka. Keputusan ini diambil karena Dusun Rampak menjadi titik terdampak paling parah, dengan sekitar 130 kepala keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Banyak penyintas tidak dapat memasak untuk kebutuhan harian mereka karena sebagian besar perabotan rumah, termasuk alat memasak, lenyap terhanyut banjir bandang yang terjadi pada Rabu (21/1) malam.
Setiap hari, dapur umum di Dusun Rampak menyiapkan 130 bungkus makanan siap saji untuk didistribusikan pada pagi dan sore hari, menyesuaikan kebutuhan warga terdampak. Upaya ini merupakan respons cepat untuk memastikan tidak ada warga yang kelaparan di tengah kondisi darurat. Johantono menambahkan bahwa pendirian dapur umum ini telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial setempat.
Selain di Dusun Rampak, GP Ansor juga memiliki rencana untuk mendirikan dapur umum di Desa/Kecamatan Banyuglugur yang juga terdampak banjir. Langkah ini menunjukkan komitmen GP Ansor untuk menjangkau lebih banyak korban dan memberikan bantuan yang merata di seluruh wilayah yang membutuhkan.
Skala Kerusakan Banjir dan Upaya Penanganan Lain
Banjir luapan Sungai Lubawang pada Rabu (21/1) malam menyebabkan dampak signifikan di beberapa wilayah Situbondo. Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, menjadi salah satu desa paling parah dengan 440 rumah warga terdampak. Sementara itu, Desa Kalianget, yang masih dalam satu kecamatan, mencatat 246 unit rumah terdampak banjir bandang.
Dampak banjir juga meluas ke Kecamatan Besuki, di mana 5.425 rumah terdampak tersebar di Desa Pesisir (2.882 rumah), Desa Kalimas (193 rumah), Desa Demung (44 rumah), dan Desa Besuki (2.306 rumah). Selain itu, hujan intensitas tinggi juga menyebabkan luapan sungai di Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan, menggenangi 113 rumah. Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, mencatat 169 rumah terdampak, dan Desa/Kecamatan Kendit sebanyak 154 rumah.
Pemerintah Kabupaten Situbondo tidak tinggal diam dalam menghadapi bencana ini. Pada Kamis (22/1), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim Tanggap Bencana (Tagana) telah mendirikan dapur umum terpusat di Kantor Kecamatan Besuki. Dapur umum ini memasak lebih dari seribu bungkus nasi siap santap setiap hari untuk warga terdampak banjir bandang, melengkapi upaya bantuan yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk GP Ansor.
Sumber: AntaraNews