Gotong Royong Pemerintah dan Pengusaha, Bantuan Bencana Sumatra Dikirim Pakai KRI Semarang
Pemerintah bersama pengusaha menyalurkan bantuan bencana ke Sumatra melalui KRI Semarang 594. Bantuan difokuskan untuk pengungsi di Aceh, Sumbar, dan Sumut.
Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan bekerja sama dengan sejumlah pengusaha menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatra.
Pengiriman bantuan dilakukan menggunakan KRI Semarang 594 milik TNI Angkatan Laut dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju wilayah terdampak.
Bantuan tersebut berasal dari program Corporate Social Responsibility (CSR) berbagai perusahaan, termasuk PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), dan diterima langsung oleh Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) TNI AL untuk didistribusikan ke Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan apresiasi atas keterlibatan pengusaha dan filantropi dalam meringankan beban korban bencana.
“Terima kasih pada para tokoh yang sudah hadir, tentunya juga menjadi bagian dari kepedulian termasuk filantropi, Pak Jusuf Hamka. Selalu kita nantikan kebaikan hati Bapak untuk bisa memberikan atau turut membantu masyarakat kita yang ada di daerah bencana,” kata AHY, Selasa (23/12).
AHY menyebut bantuan sangat dibutuhkan mengingat kondisi pengungsi yang masih menghadapi keterbatasan di lokasi terdampak. Berdasarkan data yang diterimanya, sekitar 300 hingga 400 ribu warga masih bertahan di tempat pengungsian.
“Jangan pernah menyerah untuk terus memberikan yang terbaik untuk saudara-saudara kita yang ada di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh,” ujarnya.
Isi Bantuan dan Komitmen Pengusaha
Pengusaha Jusuf Hamka menjelaskan bantuan yang dikirim mencakup bahan pangan pokok, kebutuhan bayi dan ibu, perlengkapan harian, serta logistik kesehatan. Seluruh bantuan diberangkatkan menggunakan KRI Semarang 594 melalui Kolinlamil TNI AL.
“Hari ini kami mengirimkan bantuan via Kolinlamil yang dibawa KRI Semarang 594, dan kami menganggarkan untuk CSR tahun depan kami tarik kemari (untuk bantuan korban bencana), ya ada ratusan miliar kami anggarkan,” ujar Jusuf Hamka.
Selain jalur TNI AL, bantuan juga disalurkan melalui berbagai pihak, termasuk Lembaga Matahari Pagi, KNPI, dan Kantor Staf Presiden (KSP).
Jusuf Hamka mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu korban bencana tanpa memandang latar belakang.
“Sebagai warga negara kita wajib membantu negeri, negeri sedang susah, negeri sedang berduka, ayo kita bergandengan tangan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan nyata bagi korban, baik dalam bentuk logistik maupun doa.
“Kalau tidak bisa, jangan kita pandai mengkritik, tetapi kita pandai berdoa saja,” tegasnya.