Dies Natalis ke-67 FH UKI: Bagaimana Kampus Ini Cetak Generasi Emas 'Macan Asia'?
FH UKI tegaskan komitmen cetak generasi emas BERANI dan 'macan Asia' di Dies Natalis ke-67, siap bersaing global dan berkontribusi bagi bangsa.
Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (FH UKI) baru saja menegaskan kembali komitmennya dalam menghasilkan generasi emas yang bermutu, mandiri, dan inovatif (BERANI). Penegasan ini disampaikan dalam perayaan Dies Natalis Ke-67 FH UKI yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, berlangsung di Jakarta pada Selasa lalu. Visi besar kampus ini adalah mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara nasional, tetapi juga mampu menjadi 'macan Asia' bahkan di kancah dunia.
Dekan FH UKI, Hendri Jayadi Pandiangan, menjelaskan bahwa cita-cita generasi emas Indonesia adalah melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, mandiri, dan inovatif. Semangat ini menjadi landasan kuat bagi dunia pendidikan tinggi, khususnya FH UKI, dalam mempersiapkan pemuda-pemudi berkarakter dan berdaya saing. Mereka diharapkan siap berkontribusi secara signifikan bagi pembangunan bangsa di masa depan.
Oleh karena itu, peran kampus sangat vital dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. FH UKI bertekad untuk menghasilkan generasi emas yang tidak hanya unggul dalam bidang hukum, tetapi juga mampu bersaing di level global. Komitmen ini diperkuat dengan target FH UKI untuk menjadi 'macan' di kawasan Asia pada tahun 2030, baik melalui kualitas pendidikan maupun kiprah para alumninya.
Visi FH UKI: Mencetak Generasi Emas Indonesia 2045
FH UKI, yang berdiri sejak tahun 1958, memiliki visi besar untuk berkontribusi pada Indonesia Emas 2045 melalui lulusan-lulusannya. Kampus ini berfokus pada Tri Dharma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui ketiga pilar ini, FH UKI berkomitmen melahirkan lulusan yang bermutu, mandiri, serta inovatif.
Dekan Hendri Jayadi Pandiangan menekankan bahwa semangat luar biasa dari seluruh elemen di FH UKI menjadi kunci keberhasilan. “Semua itu bukan ujug-ujug jatuh dari langit, melainkan perjuangan mulai dari jajaran pimpinan, dosen, para staf, mahasiswa, dan alumni,” ujarnya. Perjuangan kolektif ini diharapkan terus menghasilkan generasi emas yang memberikan dampak positif bagi perkembangan hukum di Indonesia.
Perayaan Dies Natalis Ke-67 FH UKI juga merupakan wujud ucapan syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh mahasiswa maupun alumni. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi FH UKI untuk terus meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikannya. Dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Yayasan UKI dan jajaran pimpinan, turut memperkuat langkah FH UKI dalam mencapai visinya.
Peran dan Strategi FH UKI dalam Peningkatan Kualitas
Untuk mencapai target sebagai 'macan Asia', FH UKI telah melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas. Saat ini, FH UKI telah meraih akreditasi Unggul, yang merupakan pengakuan atas standar pendidikan tinggi yang sangat baik. Selain itu, kampus ini juga telah memperoleh akreditasi internasional, menunjukkan daya saing globalnya.
Peningkatan kualitas juga terlihat dari perolehan sertifikat ISO untuk layanan pendidikan. Pencapaian ini membuktikan bahwa FH UKI tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada manajemen mutu layanan yang prima. Semua prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh civitas akademika FH UKI.
Dalam upaya memperkuat posisi dan kualitasnya, FH UKI juga mengambil langkah strategis dengan menggabungkan Program Magister dan Doktor Hukum ke dalam fakultas. Sebelumnya, kedua program ini berada di bawah Program Pascasarjana. Hendri Jayadi Pandiangan beranggapan bahwa langkah ini akan menjadi tonggak baru kolaborasi yang membuat UKI semakin hebat lagi, menciptakan sinergi yang lebih kuat antar jenjang pendidikan hukum.
Penguatan Karakter dan Kewirausahaan Lulusan
Selain keunggulan akademik, FH UKI juga sangat menekankan penguatan karakter para lulusannya melalui filosofi BERANI. Hendri Jayadi Pandiangan mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan skill, baik akademik maupun karakter. “Saat ingin mencapai puncak kita butuh skill dan nilai-nilai UKI, seperti rendah hati, berbagi, peduli, bertanggungjawab, disiplin, profesional, dan berintegritas. Sementara ketika sudah di atas, karakter harus kuat,” jelas Hendri.
Filosofi BERANI ini menjadi panduan bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri secara holistik. Nilai-nilai seperti rendah hati, peduli, dan berintegritas diharapkan tertanam kuat dalam diri setiap lulusan. Hal ini penting agar mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi dalam menjalankan profesi hukum.
Lebih lanjut, FH UKI juga mendorong lulusannya untuk tidak hanya bergantung pada pekerjaan dari orang lain, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha. Kampus ini ingin mencetak lulusan yang mampu menciptakan bisnis dan lapangan kerja sendiri. Dorongan ini sejalan dengan kebutuhan bangsa akan generasi muda yang inovatif dan mandiri, siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Sumber: AntaraNews