Di Balik Keceriaan Bayi di Panti Asuhan di Padang, Ada Pengasuh Berjuang Siang Malam Penuhi Kebutuhan Mereka
Panti asuhan di Padang merawat bayi dan balita terlantar dengan bantuan donatur serta pendampingan Dinsos untuk dokumen dan BPJS.
Suasana hangat terlihat di sebuah panti asuhan di Kota Padang, Sumatera Barat. Sejumlah bayi dan balita tampak bermain sambil mendengarkan lagu anak-anak “A Ram Sam Sam” yang diputar pengasuh di dalam ruangan.
Sebagian anak terlihat tertawa dan ikut bergerak mengikuti irama lagu. Namun, ada juga yang hanya duduk diam sambil memperhatikan sekeliling.
Di panti asuhan LKSA Jasmin Nabila Inayah yang berlokasi di Jalan Sumatra No E7, Ulak Karang Utara, aktivitas anak-anak tidak hanya bermain. Mereka juga belajar dan mengaji dalam pendampingan para pengasuh.
Pemilik panti, mengatakan seluruh kegiatan anak-anak rutin dilaporkan kepada Dinas Sosial.
"Soal kegiatan panti disana bagaimana? Bermain belajar, dan mengaji. Baik dan Dinsos dampingi panti hingga saat ini, laporan rutin ke dinsos, dinsos bantu bikin keterangan anak terlantar untuk bikin kk akte dan BPJS," ujar dia kepada merdeka.com, Selasa (12/5/2026).
Panti Andalkan Donasi untuk Operasional
Selain mengurus kebutuhan bayi dan balita, pihak panti juga membuka donasi untuk membantu biaya operasional sehari-hari.
Menurut dia, bantuan dari donatur biasanya meningkat saat bulan Ramadan. Sementara di luar periode tersebut, pihak panti kerap mengandalkan penggalangan dana melalui media sosial jika ada kebutuhan mendesak.
"Kalau kurang akan share di media sosial, apabila ada kebutuhan yang urgent. Kebutuhan panti dari donatur, banyaknya donatur hanya di bulan Ramdhan," katanya.
Dana donasi juga digunakan untuk menggaji para pengasuh dan perawat yang bekerja di panti tersebut.
"Untuk gaji perawat dan pengasuh dari uang donatur yang dikumpulkan dan uang pribadi ibuk beserta keluarga. Pengasuh dan perawat semua digaji UMR, kecuali perawat 16 jam Rp200 ribu sehari, dan perawat cowok 16 jam Rp300 ribu sehari," ungkapnya.
Pernah Tolak Bayi karena Kapasitas Penuh
Dirinya mengakui pihaknya pernah menolak menerima bayi atau balita terlantar karena kapasitas panti sudah penuh dan kekurangan tenaga pengasuh.
"Pernah (nolak bayi) kalau panti full dan overload juga kekurangan pengasuh dan perawat, dan bayi juga balita yang ditolak diarahkan ke dinsos untuk mendapatkan pertolongan," ujarnya.
Ia juga menjelaskan mekanisme adopsi anak di panti dilakukan melalui proses pendampingan bersama Dinas Sosial.
"Harus mendaftar dan memasukkan berkas ke dinsos, nanti orangtua yang terpilih akan ke panti didampingi peksos dan bounding dengan calon anak angkat," pungkasnya.