Contraflow Diberlakukan Dua Lajur di Tol Japek dari KM 70 - KM 47 arah Jakarta
Atas diskresi Kepolisian, rekayasa lalu lintas contraflow yang sebelumnya diberlakukan 1 lajur diperpanjang menjadi 2 lajur.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama Kepolisian melakukan penyesuaian rekayasa lalu lintas di ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi peningkatan volume kendaraan pada periode arus balik Idulfitri 1447H/2026.
Atas diskresi Kepolisian, rekayasa lalu lintas contraflow yang sebelumnya diberlakukan 1 lajur diperpanjang menjadi 2 lajur pada segmen KM 70 - KM 47 arah Jakarta pukul 18.05 WIB.
"Penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas yang mengalami peningkatan signifikan dari arah Trans Jawa menuju Jakarta," kata Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo dalam keterangannya, Jumat (27/3).
Pengalihan Arus Lalu Lintas
Selain itu, dilakukan pula pengalihan arus lalu lintas secara situasional dengan mengarahkan sebagian kendaraan keluar melalui Gerbang Tol (GT) Karawang Barat KM 47 arah Cikampek Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Langkah ini disebut Ria Marlinda bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama serta mempercepat distribusi kendaraan. Penyesuaian rekayasa lalu lintas ini merupakan upaya responsif terhadap dinamika kondisi di lapangan.
“JTT bersama Kepolisian terus melakukan pemantauan secara intensif dan melakukan penyesuaian rekayasa lalu lintas secara situasional guna memastikan arus balik tetap berjalan lancar dan aman,” sebutnya.
Petugas Operasional di Lapangan
JTT ditegaskannya juga menyiagakan petugas operasional di lapangan untuk melakukan pengaturan lalu lintas, membantu pengguna jalan, serta memastikan keselamatan dan kenyamanan perjalanan.
Pemantauan kondisi lalu lintas dilakukan secara real time melalui CCTV yang terintegrasi dengan pusat pengendalian informasi.
Ia mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik, mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan saldo uang elektronik mencukupi sebelum melakukan perjalanan.
"JTT juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat penyesuaian rekayasa lalu lintas ini," katanya.