Advertisement
Warga menilai lintasan baru ujian SIM C lebih mudah dibandingkan angka 8 dan zig zag
Advertisement
Advertisement
Salah seorang pemohon SIM, Gerrardus Foe Simbolon merasakan bagaimana melewati ujian SIM di Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Daan Mogot, Jakarta Barat.
Foe (31), begitu dia disapa, menunggangi sepeda motor matic putih milik Polri. Helm terpasang di kepala. Sepeda motor tepat berhenti di depan garis start. Foe siap-siap menjajal lintasan.
Dia mengaku lebih mudah dari sebelumnya dan menggambarkan kondisi jalan raya yang ada di Ibu kota Jakarta.
Advertisement
"Bisa dibilang ada lah ya, merepresentasikan jalan raya, seperti belokannya ada rambu berhenti, terus ada yellow boks emang ada tuh di depan lampu merah kan, baru tahu juga ternyata enggak boleh berhenti di yellow boksnya itu,"
ujar dia di lokasi, Jumat (4/8).
merdeka.com
Advertisement
Lintasan seperti kelok 8 dan jalur zig zag seperti sebelumnya cukup sulit. Jalur yang sempit hingga tantangan agar kaki tidak boleh menapak tanah kerap menjadi hambatan bagi banyak pemohon untuk mendapatkan SIM. "Kalau yang ini sih masih memungkinkan untuk enggak napak. Karena jarak lintasannya juga lebar, kalau dulu kan kecil dan agak ribet karena bentuknya angka 8," keluh dia.
Advertisement
Dia meminta agar aparat kepolisian terus mensosialisasikan ujian tersebut kepada pengendara.
"Karena kan manusianya juga suka asal trabas trobos saja kan lampu merah gitu sih paling kalau penerapan yellow box tadi, paling harus disosialisasikan lagi. Soalnya banyak yang belum mengerti, baru tahu juga kalau ternyata tuh enggak boleh berhenti di yellow boks itu motor,"
uja Foe kepada
Advertisement
Sebelum melakukan ujian, Foe mendengarkan arahan yang disampaikan penguji yaitu Kepala Seksi Pembinaan dan Pelayanan SIM Ditregident Korlantas Polri, AKBP Faisal Andri Pratomo. Seorang petugas berdiri sambil memegang bendera warna-warni. Memandu pemohon SIM dalam ujian praktik.
Advertisement
"Tidak boleh ada di dalam sini, apabila masih ada ekor," ujar Faisal.
Advertisement
"Ini menjadi penganti angka 8," kata Faisal.
Faisal Andri menerangkan, lintasan merupakan tindaklanjut untuk mengakomodir keluhan masyarakat. Dalam hal ini, Korlantas bersama para pakar telah melakukan evaluasi terkait ujian praktik SIM C.
"Jadi diharapkan ini akan memudahkan masyarakat tanpa mengurangi kompetensi yang diharapkan dari calon pemegang SIM. sehingga keselamatan tetap terjamin,"
Advertisement
ujar Faisal Andri.
Advertisement
"Lintasan lurus ini kita kurangi jumlah patoknya sehingga yang tadinya jarak antar patok 200 centimeter menjadi 250 centimeter," ujar dia
Faisal mengatakan, U turn atau putar balik juga diperpanjang jaraknya dari 400 cm, menjadi 500 cm. Pun demikian, lintasan yang semula angka 8 berubah menjadi huruf S "Di sini patok-patok yang sebelumnya berjumlah banyak, ini sudah sangat kita kurangi, sehingga diharapkan masyarakat pemohon SIM dapat lebih melaksanakan tes dengan tanpa takut melihat patok," ujar dia.
Advertisement
Sebelum para peserta ujian melakukan, pihaknya juga akan memberikan edukasi terlebih dahulu serta keterampilan pada saat masyarakat berlalu lintas di jalan raya.