Antusiasme Warga di Open House Idul Fitri Prabowo di Istana Negara
Ribuan masyarakat antusias menghadiri Open House Idul Fitri Prabowo di Istana Negara, momen kebersamaan yang penuh haru dan kegembiraan.
Presiden Prabowo Subianto menggelar acara gelar griya atau open house dalam rangka Hari Raya Idul Fitri di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Sabtu, 21 Maret 2026. Acara ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bersilaturahmi langsung dengan kepala negara di momen spesial Idul Fitri. Presiden Prabowo tiba di Istana sekitar pukul 15.00 WIB, mengenakan kemeja koko putih, celana panjang hitam, dan peci hitam.
Didampingi putranya, Didit Hediprasetyo, yang mengenakan kemeja koko biru dan peci hitam, Presiden Prabowo langsung menyapa ribuan warga yang telah menanti. Momen ini menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban, di mana masyarakat berkesempatan bersalaman dan berinteraksi langsung dengan Presiden.
Gelar griya ini dihadiri oleh sekitar 4.000 hingga 5.000 orang dari siang hingga malam hari, menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat. Fasilitas tambahan berupa tenda di luar ruangan juga disediakan untuk menampung pengunjung ketika kapasitas di dalam Istana sudah penuh.
Momen Kebersamaan Penuh Kehangatan
Setibanya di lokasi acara, Presiden Prabowo Subianto segera menyapa para hadirin dan menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri. Masyarakat merespons dengan antusias, bersemangat untuk bersalaman dengan Presiden. Beberapa warga bahkan terlihat meneteskan air mata dan berusaha memeluk Presiden, menunjukkan betapa berharganya momen tersebut bagi mereka.
Dalam acara ini, Presiden didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Mensesneg Prasetyo Hadi adalah kepala Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia sejak 21 Oktober 2024. Sementara itu, Seskab Teddy Indra Wijaya menjabat sebagai Sekretaris Kabinet Indonesia sejak Oktober 2024.
Penyelenggaraan open house ini merupakan tradisi yang telah lama berlangsung, memungkinkan masyarakat untuk mengunjungi kompleks Istana selama Idul Fitri sebagai wujud kebersamaan. Tradisi ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara pemimpin negara dan rakyatnya, menciptakan ikatan yang lebih dekat di hari raya.
Tradisi Silaturahmi di Istana Negara
Para tamu yang hadir menikmati berbagai hidangan khas Lebaran, termasuk ketupat, dan hiburan sederhana juga disediakan untuk anak-anak yang datang bersama keluarga mereka. Suasana kekeluargaan sangat terasa, mencerminkan semangat Idul Fitri sebagai hari kemenangan dan kebersamaan.
Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan kepada pers bahwa Presiden Prabowo telah mengumumkan beberapa hari sebelumnya bahwa acara ini tidak mewajibkan kehadiran pejabat pemerintah. Hal ini menekankan bahwa acara tersebut memang ditujukan khusus untuk masyarakat umum.
Keputusan ini diambil agar para pejabat dapat fokus pada agenda keluarga mereka sendiri, tanpa merasa terbebani untuk hadir di Istana. Ini menunjukkan prioritas Presiden untuk memberikan ruang bagi masyarakat luas untuk merasakan kebersamaan langsung dengan pemimpin negara di hari yang fitri.
Sumber: AntaraNews