Menelusuri Kampung Ampel Blumbang Surabaya, Ada Kolam Kecil Konon Jalannya Bisa Tembus ke Makkah
Kolam ini dibangun oleh murid Sunan Ampel yang bernama Mbah Blumbang
Kolam ini dibangun oleh murid Sunan Ampel yang bernama Mbah Blumbang
Menelusuri Kampung Ampel Blumbang Surabaya, Ada Kolam Kecil Konon Jalan Tembusan ke Makkah
Kawasan Ampel adalah salah satu kampung bersejarah di Kota Surabaya, Jawa Timur. Saat ini, kawasan ini dikenal sebagai objek wisata religi dengan daya tarik utama makam Ahmad Rahmatillah atau Sunan Ampel.
Kampung Ampel Blumbang
Salah satu keistimewaan Kampung Ampel yang jarang diketahui, yakni keberadaan Kampung Ampel Blumbang.
Kampung tua ini merupakan bagian dari subkampung Ampel.
Seperti namanya, di tengah-tengah kampung ini ada Blumbang atau kolam kecil yang menjadi saksi bisu sejarah.
Kolam ini dibangun oleh Mbah Blumbang, murid Sunan Ampel, pada abad ke-14. Mengutip Instagram @lovesuroboyo, kolam ini memiliki luas sekitar empat meter persegi dengan kedalaman tiga meter.
Saat itu, Mbah Blumbang membangun kolam untuk mensucikan diri atau berwudhu sebelum memasuki Masjid Ampel.Setelah wafat, jenazah Mbah Blumbang dimakamkan di sisi utara kompleks makam Sunan Ampel, tepatnya di depan makam Mbah Sholeh.
Konon Jalan ke Makkah
Menurut kisah tutur yang berkembang di masyarakat sekitar, konon kolam kecil ini adalah jalan tembusan ke Makkah.
Daya Tarik Kampung Ampel
Kawasan Ampel tidak hanya berupa destinasi wisata religi. Banyak spot lain yang bisa dinikmati, mulai wisata kuliner, destinasi cagar budaya, hingga tempat belanja. Mengutip situs resmi Pemkot Surabaya, semua spot tersebut bisa dilalui dalam satu alur dengan berjalan kaki.
1. Pasar Ampel
Tempat paling pas untuk wisatawan yang gemar belanja. Berbagai jenis barang dapat ditemukan di sentra belanja Ampel ini. Mulai pakaian muslim, makanan khas Arab, parfum, jajanan, dan kebutuhan lainnya.
2. Masjid Ampel
Masjid sekaligus pesarean Sunan Ampel terletak di ujung Pasar Ampel. Tempat ini merupakan pusat kunjungan wisatawan. Pengunjung tidak dipungut biaya sepeser pun untuk masuk ke kompleks makam salah satu Walisongo ini.
3. Sentra Ampel Suci
Tempat belanja 24 jam ini tidak pernah sepi pengunjung.
Bangunan dengan arsitektur kolonial jadi daya tarik utama kawasan ini. Di sini, ada nisan-nisan kuno pemberian Ratu Belanda Wihelmina.
5. Sentra Kuliner Ampel Kembang
Jalan yang berada di pojokan gang Ampel Kembang ini dipadati warung-warung milik warga sekitar. Sentra kuliner ini tidak buka sepanjang hari, hanya dapat ditemui mulai pukul 05.00 WIB hingga siang.