Tim all-stars Surabaya sukses meraih posisi ketiga dalam ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026. Kemenangan ini diraih setelah menaklukkan tim all-stars Yogyakarta dengan skor tipis 1-0. Pertandingan perebutan tempat ketiga ini berlangsung sengit di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu (28/6).
Satu-satunya gol penentu kemenangan bagi Surabaya dicetak oleh Agnia Nurul Fadhila Rohman pada menit ke-22. Gol tersebut memastikan Surabaya mengakhiri turnamen MLSC All-Stars 2026 dengan menempati podium ketiga.
Hasil ini menjadi penanda kebangkitan tim Surabaya setelah sebelumnya menelan kekalahan di babak semifinal. Pencapaian ini diharapkan dapat memacu semangat para pemain untuk terus berlatih dan meraih prestasi lebih tinggi di edisi MLSC All-Stars mendatang.
Advertisement
Advertisement
Strategi Jitu Surabaya Antar Raih Kemenangan di MLSC All-Stars 2026
Pelatih all-stars Surabaya, Sai Dong, mengungkapkan rasa syukurnya atas performa anak asuhnya. Ia menjelaskan bahwa timnya berhasil menjalankan rencana permainan dengan baik, mulai dari lini serang, tengah, hingga pertahanan.
Sai Dong menyoroti peran penting penjaga gawang dalam strategi timnya. Menurutnya, kiper adalah 'build-up' pertama yang mampu mengendalikan permainan tim. Penjaga gawang Surabaya dinilai telah menjalankan tugasnya dengan cukup baik dalam pertandingan MLSC All-Stars 2026 ini.
Meskipun tim Yogyakarta memberikan perlawanan yang sangat ketat sepanjang laga 2x20 menit, Surabaya mampu mengendalikan permainan. Strategi membangun serangan dari bawah, dimulai dari kiper, terbukti efektif menciptakan peluang dan mencetak gol tunggal.
Advertisement
Pencapaian ini, menurut Sai Dong, akan menjadi motivasi besar bagi para pemain. Ia berharap anak-anak asuhnya dapat berlatih lebih keras lagi untuk bisa meraih gelar juara pada edisi-edisi MLSC All-Stars berikutnya.
Advertisement
Perlawanan Sengit Yogyakarta dan Sorotan Terhadap Wasit
Di sisi lain, pelatih all-stars Yogyakarta, Tri Wulandari, menyatakan bahwa timnya telah berjuang maksimal. Namun, hasil akhir belum sesuai dengan harapan yang diinginkan.
Wulandari juga memberikan catatan khusus terkait kinerja perangkat pertandingan atau wasit. Ia menyayangkan wasit yang tidak langsung menghentikan pertandingan saat salah satu pemainnya mengalami cedera dan tergeletak di lapangan.
Pelatih Yogyakarta ini menekankan bahwa keselamatan pemain adalah prioritas utama, terutama bagi atlet usia dini. Ia khawatir insiden tersebut dapat mengganggu mental anak-anak yang sedang dalam masa pengembangan.
Advertisement
Meskipun demikian, Wulandari mengaku bersyukur timnya bisa melangkah jauh pada edisi kedua turnamen MLSC All-Stars 2026 ini. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MLSC atas penyelenggaraan turnamen yang terorganisir dengan baik.
Advertisement
Apresiasi Penyelenggaraan Turnamen MilkLife Soccer Challenge
Tri Wulandari mengapresiasi tinggi penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026. Menurutnya, turnamen ini berjalan sangat bagus dan menarik, dengan semua tim tampil kompetitif.
Kompetisi ini menjadi platform penting bagi pengembangan bakat-bakat sepak bola putri di Indonesia. MLSC All-Stars 2026 berhasil menyaring ribuan talenta berbakat dari berbagai kota.
Tujuan utama dari MLSC adalah mematangkan mental juara dan mempersiapkan mereka menjadi fondasi Tim Nasional Putri Indonesia di masa depan. Turnamen ini juga mengadopsi format 9 vs 9 untuk meningkatkan level kompetisi dan pembiasaan sebelum melangkah ke jenjang yang lebih profesional.
Advertisement
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bakti Olahraga Djarum Foundation, sangat krusial dalam keberlangsungan dan kesuksesan turnamen ini. Hal ini menunjukkan komitmen kuat terhadap ekosistem sepak bola putri usia dini di Indonesia.
Sumber: AntaraNews