Makam Al Habsyi di kawasan kampung religi Ampel Surabaya merupakan kompleks makan keluarga yang dibangun pada abad ke-18. Salah satu sosok penting yang dimakamkan di sini ialah Habib Idrus Al Habsyi.
Advertisement
Sosok Al Habsyi
Habib Muhammad Bin Idrus Al Habsyi lahir di Yaman Selatan pada tahun 1845 Masehi. Sejak kecil, ia diasuh oleh pamannya, Al-Habib Sholeh bin Muhammad Alhabsyi.
Sementara itu, ayahnya Al-Imam Al-'Arif Billah Al-Habib Idrus bin Muhammad Alhabsyi telah bepergian ke Indonesia untuk berdakwah. Sang ayah meninggal saat Habib Muhammad masih kecil.
Demi mengasuh dirinya, sang ibu, Syeikhoh Sulumah binti Salim bin Abdullah bin Saad bin Sumair Al hadhrami rela tidak menikah lagi.
Berkat didikan sang ibu ditambah kasih sayang pamannya, Habib Muhammad tumbuh dalam kultur pendidikan agama yang kental.
Mengutip situs Ponpes Qodrun Nada Depok, selain mempelajari Al-Qur’an, sejak kecil Habib Muhammad juga belajar ilmu fikih, hadits, tafsir, tasawuf, nahwu, sharaf, dan lain sebagainya.
Para gurunya melihat tanda-tanda kewalian pada diri Habib Muhammad sejak yang bersangkutan masih kecil.
Advertisement
Hidup di Surabaya
Pada pertengahan abad ke-20, Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi, bermukim di Surabaya. Di kota ini, ia dikenal sebagai ulama besar yang dihormati banyak orang.
Advertisement
Sangat Dermawan
Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi dikenal berakhlak mulia dan sangat dermawan. Kharismanya membuat siapapun yang duduk di sampingnya merasa paling dicintai. Ia menyayangi anak-anak yatim piatu melebihi orang tua mereka.
Ia dikenal sebagai ahli mendamaikan orang. Seberapa pun berat konflik yang ada, ia selalu menemukan solusi.
Ia juga membantu beberapa pembangunan masjid di Purwakarta Jawa Barat dan Jombang Jawa Timur.
Advertisement
Makam
Habib Muhammad meninggal di Kota Surabaya pada tahun 1917 Masehi. Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Ampel Gubah, Kompleks Masjid Ampel, Kota Surabaya.
Kompleks makam Habib Muhammad memiliki gaya arsitektur kolonial. Kompleks makam ini juga telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.
Di sini terdapat nisan-nisan kuno hadiah dari Ratu Belanda Wilhelmina. Mengutip situs resmi Pemkot Surabaya, banyak wisatawan Belanda yang datang ke kompleks makam Al Habsyi karena penasaran.
Advertisement