Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

3 Fakta Unik Keraton Sumenep yang Jarang Diketahui, Ada Kerangka Ikan 13 Meter

3 Fakta Unik Keraton Sumenep yang Jarang Diketahui, Ada Kerangka Ikan 13 Meter Keraton Sumenep, Jawa Timur. ©2022 Merdeka.com/Dok. Disperpusip Jatim

Merdeka.com - Keraton Sumenep di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dikenal dengan sebutan Potre Koneng (Putri Kuning). Julukan ini merujuk pada sosok permaisuri keraton, Ratu Ayu Tirtonegoro. Permaisuri yang berasal dari China itu memiliki kulit kuning bersih. Pemilihan warna kuning cerah pada Keraton Sumenep tak lain adalah untuk menghormati sang permaisuri.

Sebelum memasuki keraton, terdapat gapura Labang Mesem. Dalam bahasa Indonesia, kata labang berarti pintu dan mesem artinya senyum. Gapura Labang Mesem melambangkan keramahan keraton kepada para tamu yang datang berkunjung.

Di sisi kanan keraton terdapat Kantor Koneng, ruang kerja Raja Sumenep yang kini difungsikan sebagai museum. Di museum ini disimpan koleksi peralatan rumah tangga keraton.

Nama keraton yang menjadi bagian dari kompleks museum adalah Keraton Panembahan Sumolo. Dibangun pada tahun 1762 Masehi, keraton ini terdiri dari Bangunan Induk Keraton, Taman Sare, dan Labang Mesem.

Ruangan Khusus

Pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke bangunan induk keraton, terlebih ke ruang-ruang dalam keraton.

Mengutip dari Majalah Derap Desa Edisi 49 (November 2011), di dalam ruang keraton terdapat beberapa ruangan yang konon dipakai sembahyang orang-orang tertentu.

Menurut keterangan salah satu pegawai keraton, Almarhum Gus Dur, Imam Utomo (mantan Gubernur Jatim), dan beberapa pejabat lain pernah masuk ke ruang dalam Keraton Sumenep dan melaksanakan salat di salah satu ruangan yang dianggap karismatik.

Warisan Keraton Sumenep

keraton sumenep jawa timur

©2022 Merdeka.com/Dok. Disperpusip Jatim

Sementara itu, di museum keraton, para pengunjung bisa menyaksikan benda-benda bersejarah peninggalan Keraton Sumenep.

Di antaranya, meriam, baju tradisional Sumenep yang dipakai Pangeran dan Putri Sumenep, hingga kamar tidur Raja Sumenep.

Di museum ini, pengunjung juga bisa menyaksikan pemandian para putri Keraton Sumenep. Dulunya pemandian ini pernah dibuka untuk umum dan orang-orang bisa berendam. Namun, sekarang pemandian tersebut ditutup dan dialihkfungsikan menjadi kolam ikan.

Koleksi Lain

Selain itu, masih banyak warisan Keraton Sumenep yang tersimpan rapi di museum. Saat memasuki ruangan, pengunjung akan langsung disambut Alquran raksasa.

Ada pula kereta kencana yang digunakan oleh Keraton Sumenep. Kereta tersebut merupakan hadiah dari Kerajaan Inggris yang diterima Keraton Sumenep pada masa Pemerintahan Sultan Abdurrachman (tahun 1812-1854 M).

Kemudian ada seperangkat sarana pengadilan yang digunakan saat berlangsung pengadilan di Keraton Sumenep era pemerintahan R. Ayu Tumenggung Tirtonegoro (1750-1762 M). Koleksi yang dipamerkan yakni kursi pengadilan, rotan bundar, dan kotak segi empat yang digunakan sebagai kotak berkas.  

Selanjutnya, ada sebuah jambangan yang diketahui berasal dari Thailand pada abad XVII M. Jambangan berwarna kuning di bawah glasir cokelat itu dihiasi motif binatang dan tumbuhan. Ada pula lampu duduk yang terbuat dari logam dan dihiasi motif sulur-suluran dengan teknik kerawangan.

Beralih ke ruangan lain, ada koleksi kerangka ikan paus sepanjang 13 meter dan tinggi 1,75 meter. Pada tahun 1977, paus seberat empat ton itu terdampar di Desa Kertasada Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP