Musim Hujan, BPBD DKI Imbau Perkantoran di Jakarta Lakukan WFH

Isnawa mengungkapkan, kebijakan WFH dikembalikan kepada kebijakan kantor masing-masing.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Musim Hujan, BPBD DKI Imbau Perkantoran di Jakarta Lakukan WFH
Banjir di Jalan Raya Kemang. ©2022 Merdeka.com/Arie Basuki

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji mengingatkan kembali imbauan Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono untuk melakukan kerja dari rumah atau work from home bagi para pekerja di musim hujan guna mengurangi kemacetan di Ibu Kota.

"Pada saat Pak Heru dilantik, itu kan ngasih pengarahan ke semua jajaran. Mulai dari lurah, wali kota, kepala dinas, semua lah. Yang beliau sampaikan itu adalah kemungkinan untuk WFH untuk para pekerja," katanya saat dihubungi, Senin (7/11).

Lalu, imbauan tersebut disampaikan kembali oleh Heru saat apel di Monumen Nasional, Jakarta Pusat pada 24 Oktober 2022.

"Jadi beliau sudah dua kali menyinggung, kalau cuaca ekstrem, itu istilahnya WFH," tambah Isnawa.

Meskipun demikian, dia mengungkapkan, kebijakan WFH dikembalikan kepada kebijakan kantor masing-masing.

"Memang belum ada ketentuan tertulis ya, tetapi kalau saya menyikapinya, yang tahu WFH apa enggak kan pemilik-pemilik gedung kantor kan, pimpinan-pimpinan-nya terkait dengan beban kerja," ujarnya.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyarankan para pekerja untuk bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH) di masa penghujan untuk mengurangi kemacetan di Ibu Kota.

Meskipun demikian, Heru mengungkapkan bahwa wacana WFH tersebut hanya berbentuk imbauan. Ia tidak akan memberikan instruksi khusus agar kantor-kantor memberlakukan aturan tersebut ketika hujan melanda.

"Itu diserahkan kepada masing-masing gedung. Imbauan aja. Surat edaran (atau) instruksi itu nggak (dilakukan)," kata Heru kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/10).

Lagipula, menurutnya, saat ini sudah ada banyak kantor swasta yang sudah memberlakukan WFH untuk karyawannya di hari-hari tertentu.

"Saya mendengar ada sebagian pihak swasta yang sudah mencoba setiap Jumat WFH. Cuma, kita serahkan kepada mekanisme di lapangan supaya tidak mengganggu kinerja mereka, tidak terganggu juga proses ekonomi," tambah Heru.

Rekomendasi