Polisi Sebut Kasus Penculikan Anak di Halim Hanya Salah Paham, Terduga Pelaku Dilepas

Polisi telah mengklarifikasi terduga pelaku penculikan. Terduga pelaku telah dipulangkan karena tidak ada bukti penculikan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polisi Sebut Kasus Penculikan Anak di Halim Hanya Salah Paham, Terduga Pelaku Dilepas
Ilustrasi Penculikan. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock

Polisi menjelaskan kasus dugaan penculikan anak sekolah di Komplek Lanud Halim, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, pada Kamis (1/9), yang viral di media sosial. Polisi menyebut kasus tersebut merupakan salah paham.

"Itu bukan kasus penculikan, hanya salah paham," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi di Jakarta, Senin (5/9).

Dia mengatakan bahwa polisi telah mengklarifikasi terduga pelaku penculikan. Terduga pelaku telah dipulangkan karena tidak ada bukti penculikan.

"Setelah dilakukan klarifikasi tidak terbukti adanya penculikan dan yang bersangkutan sudah dipulangkan oleh penyidik Satreskrim Jakarta Timur," ujar Ahsanul.

Viral di Media Sosial

Sebelumnya personel Unit Reskrim Polsek Makasar menangkap tiga orang diduga melakukan upaya penculikan terhadap anak sekolah di Komplek Lanud Halim, Jakarta Timur, pada Kamis (1/9).

Kapolsek Makasar Kompol Zaini Abdillah Zainuri mengatakan, ketiga pelaku terdiri atas dua pria dan satu perempuan. Kejadian tersebut terjadi saat jam pulang sekolah.

"Jadi dia pakai mobil APV ketika ada anak pulang sekolah, dia nongkrong kemudian manggil 'ayo ikut saya aja, saya antar pulang'. Tapi karena anak-anak itu nolak, dia jalan lagi," kata Zaini di Jakarta, Jumat (2/9).

Polisi kemudian langsung menyerahkan terduga pelaku ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Metro Jakarta Timur untuk tindakan lebih lanjut.

Zaini mengatakan, ketiga terduga pelaku itu merupakan masyarakat bukan berasal dari aparat. Aksi dugaan penculikan tersebut juga sempat viral di media sosial dan menjadi perbincangan warganet.

Rekomendasi