Sebelum tawuran di Kebayoran Lama, pelajar tenggak miras, bawa sajam dan air keras

Sebelas orang yang ditangkap saat itu sudah berstatus tersangka. Selain 11 orang tersebut, polisi juga menangkap 18 orang lainnya yang saat ini masih diperiksa. Pihak sekolah dan orangtua para pelajar tersebut juga sudah dipanggil. Dikarenakan pemeriksaan sedang berjalan, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Sebelum tawuran di Kebayoran Lama, pelajar tenggak miras, bawa sajam dan air keras
Ilustrasi Pengeroyokan. ©2015 Merdeka.com

Ari Haryanto (16) tewas usai dikeroyok belasan remaja saat tawuran di depan Apartemen Belleza, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sebelas orang yang masih berstatus pelajar SMA telah ditangkap sebagai pelaku pengeroyokan.

Polisi memastikan sebelas pelaku sebelumnya baru saja menenggak minuman keras.

"Betul, mereka di bawah pengaruh minuman keras, kita lagi dalami dia minum di mana, beli di mana, kita lagi dalami. Yang jelas juga pada pengeroyokan," kaya Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar, di Jakarta, Selasa (4/9).

Sebelas orang yang ditangkap saat itu sudah berstatus tersangka. Selain 11 orang tersebut, polisi juga menangkap 18 orang lainnya yang saat ini masih diperiksa.

"Sekarang total ada 29. 18 Itu kita sudah amankan, sekarang lagi diperiksa semua. Mana yang terlibat atau tidak. Bisa juga ada yang saksi-saksi saja," kata Indra.

Pihak sekolah dan orangtua para pelajar tersebut juga sudah dipanggil. Dikarenakan pemeriksaan sedang berjalan, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru.

"(Tersangka baru) Bisa jadi. Kita lagi cari keterkaitannya," pungkasnya.

Polisi juga temukan senjata tajam

Ditambahkan Indra, polisi juga menemukan tiga senjata tajam dari puluhan pelajar yang mengeroyok Ari. Polisi juga menemukan air keras beruntung tidak ada korban yang terkena siraman air keras.

"Dua celurit, satu potong rumput itu, arit. Yang lain nggak ada. Kita curigai yang ketiga ini. Ada yang bawa air keras, air keras tapi korbannya tidak kena, lempar tidak kena. (Berapa kantong air keras?) Ada ada sie ada, air keras nya udah dipakai. Mungkin dia lempar tidak kena ya," jelas dia.

Dugaan kuat, pengeroyokan itu dilakukan hanya untuk mencari jatidiri

"Kecenderungan kelompoknya ini eforia ada yang PD (Percaya diri) bawa senjata tajam," ujarnya.

Rekomendasi