Hidup Drs Suyadi atau lebih dikenal Pak Raden, pencipta cerita boneka Si Unyil ternyata sangat sederhana. Kebiasaan Pak Raden jika bepergian kemana mana adalah membawa ketela rambat dan permen."Tiap hari saya yang masakin ketela. Tiap tiga hari sekali saya beli satu kilo ketela di Pasar Jembatan Tanah Abang," kata pengasuh Pak Raden, Madun (47 tahun) kepada merdeka.com, Jakarta, Minggu, (15/4)."Tiap pergi ke acara-acara bapak (Pak Raden) atau diundang kegiatan dongeng dan siaran selalu bawa ketela. Jaga-jaga kalau di tempat yang ngundang tidak disuruh makan. Selain ketela, disaku bapak tak ketinggalan pula permen," lanjut Madun.Menurutnya, waktu melukis pun Pak Raden selalu ditemani dengan rebusan ketela. "Dua atau tiga butir ketela rebus," pungkasnya.Usia Pak Raden hampir 80 tahun. Lelaki kelahiran 28 November 1932 di Jember, Jawa Timur ini hidup penuh kesederhanaan di tengah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang mengatakan kondisi ekonomi semakin baik.Pak Raden tak bisa menghilangkan kesedihannya atas terenggutnya hak cipta Si Unyil, tokoh cerita hasil ciptaannya."Besar harapan saya sekiranya saya dapat lagi memegang kepemilikan hak cipta Si Unyil sebelum matahari kehidupan saya terbenam," kata Drs Suyadi alias Pak Raden dalam surat kegalauannya tertanggal 21 Februari 2012.
Pak Raden ke mana-mana bawa ketela
Hidup Drs Suyadi atau lebih dikenal Pak Raden, pencipta cerita boneka Si Unyil ternyata sangat sederhana.
Advertisement
Rekomendasi