Saat Seskab Teddy-Pramono Anung Kenang Pertemuan 10 Tahun Lalu

Menurut Teddy, perhatian Pramono kepada pegawai tidak berhenti saat masih menjabat Sekretaris Kabinet.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Saat Seskab Teddy-Pramono Anung Kenang Pertemuan 10 Tahun Lalu
Momen Pramono Anung-Teddy Indra Wijaya (Foto: IG Sekretariat Kabinet)

Ada momen hangat dalam pertemuan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026). Keduanya bernostalgia dan mengenang awal pertemuan mereka sekitar satu dekade lalu.

Saat itu, Pramono menjabat sebagai Sekretaris Kabinet periode 2015–2024 pada pemerintahan Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi). Sementara Teddy masih berpangkat Letnan Satu dan bertugas sebagai asisten ajudan Presiden Jokowi pada 2016–2019.

"Bapak Gubernur, apa kabar, Pak. Kita semua kedatangan tamu istimewa, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Bapak Pramono Anung Wibowo," kata Teddy dalam video yang diunggah di akun Instagram Sekretariat Kabinet, Selasa (28/7/2026).

Teddy mengatakan dirinya dan para pegawai Sekretariat Kabinet sudah lama ingin kembali bertemu dengan Pramono. Menurut dia, seluruh pegawai bangga karena mantan Sekretaris Kabinet kini dipercaya memimpin DKI Jakarta.

"Beberapa kali beliau mau bertemu. Saya pun beberapa kali ingin bertemu beliau. Kita semua bangga, alumni Sekretariat Kabinet menjadi kepala daerah," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Teddy mengenang pertemuan pertamanya dengan Pramono. Kala itu, ia masih menjadi perwira muda yang bertugas mengantarkan dokumen untuk keperluan presiden.

"Sepuluh tahun lalu kira-kira, saya bertemulah dengan Pak Seskab Pramono Anung kala itu. Kerjaanku antar-antar berkas di awal-awal itu. Diketahui namanya pun tidak, orang tahu nama dari name tag," tuturnya.

Meski masih menjadi pegawai junior, Teddy mengaku terkesan karena Pramono mengenal namanya dan kerap memberikan arahan.

"Beliau, di mana pun saya berada, tahu nama saya. Pegawai kecil kala itu diketahui namanya, itu senangnya bukan main. Saya sering sekali diajari oleh beliau. Saya ingat banget Pak, waktu itu Bapak panggil saya 'Ted'," katanya.

Teddy juga memperlihatkan sejumlah foto lawas saat masih mendampingi Presiden Jokowi bersama Pramono.

Ia mengaku masih mengingat pesan Pramono agar selalu memanfaatkan kepercayaan yang diberikan negara untuk membantu sesama.

"Sepuluh tahun lalu sudah sampaikan, 'Ted, kamu beruntung sekali bisa di sini. Manfaatkan itu. Kalau bisa bantu orang, bantu orang. Dipercaya Presiden itu sulit, dan kamu saya rasa punya kemampuan untuk itu, jadi manfaatkan'," ujar Teddy.

Menurut Teddy, perhatian Pramono kepada para pegawai tidak berhenti saat masih menjabat Sekretaris Kabinet.

"Kebaikan dan perhatian beliau ini diberikan kepada pegawai, menurut saya bukan karena saat itu menjadi pegawai saja, tapi setelahnya tetap dirawat dan dipelihara. Sehingga sangat tepat beliau menjadi Gubernur DKI Jakarta saat ini," imbuhnya.

 

Pramono merasa terharu.

Momen Pramono Anung-Teddy Indra Wijaya
Momen Pramono Anung dan Teddy Indra Wijaya (Sumber: Instagram Sekretariat Kabinet)

Sementara itu, Pramono mengaku terharu atas sambutan yang diberikan Teddy dan para pegawai Sekretariat Kabinet. Ia bahkan mengaku tak kuasa menahan haru.

"Mas Seskab yang saya hormati, saya terus terang surprise. Dan ini mungkin saya nangis pertama kali setelah dua tahun yang lalu. Dan saya berterima kasih, sebuah kehormatan," ucap Pramono.

Pramono juga berpesan kepada seluruh pegawai Sekretariat Kabinet untuk terus mendukung tugas-tugas Teddy sebagai Sekretaris Kabinet di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Pramono, sejak awal ia tidak pernah meragukan kemampuan maupun integritas Teddy.

"Enggak pernah ada sedikit pun keraguan saya, karena saya yakin itu adalah orang-orang yang memang dalam kariernya terpilih. Dan beliau juga terpilih untuk itu. Saudara-saudara sekalian beruntung, mudah-mudahan kredibilitas Seskab tetap bisa kita jaga seperti ini," pungkasnya.

Versi ini mengurangi pengulangan, memperbaiki diksi, dan memangkas bagian yang tidak menambah informasi baru sehingga ritmenya lebih cepat, tetapi seluruh poin utama dan kutipan penting tetap dipertahankan.    

Rekomendasi