Peringatan Sekaten Keraton Surakarta untuk Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini kembali berlangsung dalam dua versi. Dua kubu yang berselisih soal kepemimpinan sama-sama menggelar Pasar Malam Sekaten di lokasi berbeda: Alun-alun Selatan dan Alun-alun Utara.
Di Alun-alun Selatan, sejumlah wahana terpantau sudah beroperasi dalam beberapa hari terakhir. Ada komedi putar, bianglala, tong setan, kora-kora hingga playground untuk anak-anak.
Pengageng Sasana Wilapa Paku Buwono XIV Purboyo, GKR Panembahan Timoer Rumbay, menyebut pelaksanaan pasar malam Sekaten di Alun-alun Selatan dimulai sejak 25 Juli 2026 dan berlangsung hingga awal September.
"Kalau yang di selatan itu izinnya setahu saya mulai 25 Juli sampai awal September, tanggal 5 apa 8 September gitu," ujar Rumbay, Senin (27/7/2026).
Advertisement
Sekaten Keraton Surakarta di Alun-alun Selatan
Rumbay menjelaskan pihaknya semula berencana menggelar pasar malam menyambut Sekaten di dua lokasi sekaligus, Alun-alun Selatan dan Alun-alun Utara. Namun rencana di utara urung dilakukan lantaran tahun lalu Lembaga Dewan Adat (LDA) disebut tidak membolehkan.
Ia mencontohkan pada tahun sebelumnya Paku Buwono XIII memberi izin kepada penyelenggara Diana Ria untuk menggunakan Alun-alun Utara dan Selatan. Saat itu, KPH Eddy Wirabhumi dan GKR Wandansari alias Gusti Moeng dari LDA menyatakan Alun-alun Utara tidak bisa dipakai karena berstatus jalur hijau.
"Kan sebenarnya, izinnya dari Sinuhun Paku Buwono XIII itu kan si penyelenggara itu kan Alun-alun Selatan dan Utara. Nah, tapi kan utaranya terus dijelek-jeleki sama LDA itu," bebernya.
"Jadi karena kemarin ada kata-kata tidak boleh digunakan itu dari yang tahun lalu lho. Nah itu yang membuat kita sebenarnya akhirnya protes gitu lho. Kenapa kok kemarin tahun lalu kamu ngomong kayak gitu kok sekarang kamu pergunakan," sindir Rumbay.
Advertisement
LDA Gelar Versi Alun-alun Utara, Klaim Izin dari PB XIV Hangabehi
Di kubu lain, LDA yang berada di barisan PB XIV Hangabehi menggelar Pasar Malam Sekaten di Alun-alun Utara. Sejumlah wahana masih dalam proses pemasangan dan uji coba menjelang pembukaan.
Ketua Eksekutif LDA, KPH Eddy Wirabhumi, menyebut pembukaan pasar malam di Alun-alun Utara dimulai 2 Juli sampai 30 Agustus 2026. Pemilihan Alun-alun Utara, menurutnya, karena terhubung langsung dengan Masjid Agung Solo sebagai lokasi menabuh dua pasang gamelan.
"Sudah ada beberapa wahana sudah berdiri, sampun. Kurang beberapa nanti insyaallah sampai tanggal 2 akan lengkap," ungkapnya.
Terkait protes soal perizinan, Eddy menegaskan pihaknya telah mengantongi izin dari raja mereka, PB XIV Hangabehi.
"Ya, karena kan kita juga ada izin tersendiri dari Raja kami ya. Jadi menurut saya itu tidak perlu ditanggapi," pungkasnya.
Advertisement
Dua Klaim Takhta Memanaskan Momen Sekaten
Rangkaian Sekaten yang selama ini menjadi agenda budaya dan hiburan rakyat Solo, tahun ini kembali menjadi panggung lanjutan perseteruan internal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Konflik berakar pada dualisme kepemimpinan antara KGPH Purboyo dan KGPH Hangabehi sebagai penerus takhta Paku Buwono XIV. KGPH Purboyo mengukuhkan diri sebagai Paku Buwono XIV di hadapan jenazah Paku Buwono XIII dan didukung sebagian kerabat, seperti GKR Timur Rumbai.
Adapun KGPH Hangabehi didaulat sebagai Paku Buwono XIV melalui rapat keluarga besar di Sasana Handrawina yang difasilitasi LDA dan Tedjowulan.