Ilmuwan coba ciptakan parfum beraroma mawar dari ragi

Untuk atasi masalah suplai bahan baku, perusahaan parfum dorong penelitian untuk buat minyak mawar sintetis.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
Ilmuwan coba ciptakan parfum beraroma mawar dari ragi
Ilustrasi parfum beraroma mawar. ©2015 Merdeka.com/bellabox.sg

Parfum yang terbuat dari ekstrak bunga mawar mungkin sudah biasa. Tetapi bagaimana dengan parfum yang terbuat dari ragi namun tercium seperti bunga mawar?

Gingko BioWorks bekerjasama dengan sebuah perusahaan Robertet, produsen parfum asal Prancis untuk menciptakan ragi khusus yang bisa menghasilkan minyak mawar sintetis.

Umumnya produsen parfum menggunakan minyak yang disuling dari kelopak bung mawar asli. Namun karena ketersediaan suplai bunga mawar yang tak menentu (dengan harga yang fluktuatif), para pembuat parfum berencana untuk beralih ke bahan alternatif lain.

Industri parfum mencoba mencari solusi untuk kesulitan suplai ini dengan mendorong berbagai penelitian mengenai minyak mawar sintetis. Dan ragi merupakan salah satu bahan alternatif yang digunakan.

Namun upaya ini membutuhkan banyak usaha. Dilaporkan situs Gizmodo, para ilmuwan harus menciptakan mesin molekular yang dapat mendorong produksi minyak mawar sintetis dari sel ragi. Aroma ini sendiri diperoleh dari berbagai enzim yang dihasilkan ragi.

Sejauh ini Gingko BioWorks berhasil menghasilkan minyak aromatik yang menyerupai bunga mawar. Namun aroma yang dihasilkan oleh minyak ini juga masih menyisakan sedikit aroma asam yang dihasilkan oleh ragi pada umumnya.

Karena itulah penelitian untuk minyak aromatik dari ragi ini masih perlu dikembangkan lebih jauh. Kita nantikan saja kemajuannya.

Rekomendasi