Cara memangkas tanaman pandan supaya tumbuh lebih banyak anakan menjadi pengetahuan penting bagi Anda yang ingin rumpun pandan di rumah selalu rimbun. Dengan pemangkasan yang tepat, tanaman terbantu menumbuhkan tunas baru dari bagian pangkalnya.
Melansir dari National Parks Board (NParks) Singapura, pandan umumnya diperbanyak lewat pemisahan anakan, dan batang yang tumbuh memanjang sebaiknya dipangkas agar anakan dapat menggantikannya. UBD Botanical Research Centre, Universiti Brunei Darussalam, juga mencatat bahwa pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) dikembangbiakkan lewat stek cabang dan pemisahan anakan.
Pemangkasan sebaiknya dibarengi cahaya, air, dan tanah yang sesuai agar hasilnya maksimal. Berikut adalah cara memangkas tanaman pandan supaya tumbuh lebih banyak anakan dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (6/10/2026).
Advertisement
1. Kenali Dulu Pola Tumbuh Pandan
Pandan wangi termasuk tanaman berumpun. Menurut UBD Botanical Research Centre, tanaman ini berupa semak aromatik tahunan yang tingginya bisa mencapai sekitar 1,6 meter, dengan batang yang tidak bercabang atau hanya sedikit bercabang. Karena itu, pertambahan rumpun lebih banyak terjadi lewat anakan di bagian bawah, bukan lewat cabang di atas.
Perlu dipahami bahwa pemangkasan membantu, tetapi bukan jaminan. Jumlah anakan juga dipengaruhi cahaya, air, dan kesehatan tanaman induk. Karena itu, langkah pemangkasan di bawah ini sebaiknya dilakukan bersama perawatan dasar.
Anakan pandan adalah tunas kecil yang tumbuh dari pangkal batang atau permukaan tanah di sekitar tanaman induk. Bentuknya menyerupai pandan mini yang masih menempel pada induknya. Anakan inilah yang kelak menjadi rumpun baru atau pengganti batang tua yang dipangkas.
Advertisement
2. Siapkan Alat dan Perlengkapan yang Bersih
Siapkan gunting tanaman atau pisau yang tajam. NParks menyarankan pisau yang steril saat memisahkan anakan agar luka potongan tidak mudah terinfeksi penyakit. Anda bisa membersihkan alat dengan alkohol atau air panas sebelum dipakai.
NParks juga menyarankan pemakaian pelindung lengan dan sarung tangan saat merawat pandan. Perlindungan ini membuat Anda lebih nyaman dan aman saat bekerja. Siapkan pula kantong untuk menampung daun dan potongan batang, serta sarung tangan tambahan jika pekerjaan dilakukan di rumpun yang besar.
3. Pilih Waktu yang Tepat untuk Memangkas
Waktu terbaik adalah ketika tanaman sehat dan sedang tumbuh aktif. NParks menyebut pandan tumbuh cepat, terutama pada musim hujan. Pada masa itu, tanaman lebih cepat pulih setelah dipangkas.
Sebaliknya, hindari memangkas ketika tanaman sedang layu, kekeringan, atau terserang hama. Pangkas pada pagi atau sore hari agar tanaman tidak langsung terpapar terik matahari setelah dipotong. Siram tanaman beberapa jam sebelum memangkas agar jaringan daun segar dan tidak mudah layu.
Advertisement
4. Buang Daun Tua, Kering, dan Menguning
Mulailah dari bagian paling mudah, yaitu daun yang sudah menguning, mengering, atau rusak. Panduan perawatan dari Wellspring Gardens menyarankan membuang daun yang menguning atau rusak agar tanaman tetap sehat. Panduan itu juga menyebut pemetikan daun secara rutin mendorong pertumbuhan baru.
Potong daun dekat pangkal batang dengan sekali tebasan. Daun yang dibuang masih bisa dimanfaatkan, misalnya diikat sebagai pewangi masakan atau dihaluskan menjadi bahan kompos. Sumber yang sama menilai kebutuhan pemangkasan pandan tergolong minimal. Artinya, Anda cukup memangkas seperlunya dan tidak perlu membabat habis daun.
| Bagian Tanaman | Ciri yang Terlihat | Tindakan |
|---|---|---|
| Daun bawah | Menguning, kering, atau patah | Potong dekat pangkal batang |
| Batang menjulang | Panjang, kurus, dan condong rebah | Pangkas atau topang dengan penyangga |
| Pucuk tengah | Hijau segar dan masih tumbuh | Biarkan agar tanaman tetap mampu berfotosintesis |
| Anakan kecil di pangkal | Belum berakar | Biarkan tumbuh sampai berakar |
| Bagian terserang hama | Ada bercak, kapas putih, atau jaring halus | Pangkas dan buang jauh dari tanaman |
Advertisement
5. Pangkas Batang yang Terlalu Panjang dan Kurus
Pandan yang sudah lama dipetik daunnya cenderung memanjang dan kurus. NParks menjelaskan bahwa batang yang memanjang bisa ditopang dengan tongkat penyangga atau dibuang agar anakan dapat menggantikannya. Langkah ini membantu peremajaan rumpun berjalan lebih baik.
Pilih batang yang paling tinggi, melengkung, atau tampak lemah. Sisakan bagian pangkal yang sehat, terutama yang sudah memiliki anakan di sekitarnya. Dengan begitu, energi tanaman dapat lebih terfokus pada tunas yang baru. Jika batang yang dipangkas cukup besar, potong menjadi beberapa bagian pendek agar mudah dibuang atau dikomposkan.
Bagi Anda yang menanam pandan di halaman, kerabat atau tetangga mungkin tertarik meminta bibit. Karena itu, batang-batang sehat yang dipangkas dapat dimanfaatkan sebagai bahan perbanyakan. UBD Botanical Research Centre mencatat bahwa stek cabang adalah salah satu cara memperbanyak pandan wangi.
6. Lakukan Pemotongan Secara Bersih dan Miring
Potong dengan sekali gerakan agar permukaan luka rata. Potongan yang miring membantu air tidak menggenang di bekas luka sehingga bagian itu tidak mudah busuk. Hindari memelintir atau merobek batang karena dapat merusak jaringan di sekitarnya.
Setelah dipotong, bersihkan sisa kotoran di sekitar pangkal tanaman. Buang potongan batang dan daun yang sudah layu. Jangan menumpuk sisa pangkasan di sekitar rumpun karena dapat membuat tanah terlalu lembap dan mengundang serangga. Pangkal yang bersih mengurangi tempat persembunyian hama dan menjaga rumpun tetap rapi.
Periksa juga bagian daun dan pangkal setelah memangkas. Wellspring Gardens mencatat pandan kadang diserang tungau laba-laba, kutu perisai, dan kutu putih. NParks menyebut pandan yang sehat relatif tahan hama, dan cara paling cepat mengatasi serangan adalah memangkas bagian yang terserang.
Advertisement
7. Pangkas Secara Bertahap, Jangan Sekaligus
Jangan memotong seluruh bagian atas tanaman dalam satu waktu. NParks mengingatkan bahwa jika seluruh kepala pandan dipanen, anakan yang muncul membutuhkan waktu cukup lama untuk tumbuh sebesar bagian yang diambil. Artinya, pemangkasan habis-habisan justru membuat rumpun tampak gundul untuk waktu yang lama.
Sisakan sebagian daun agar tanaman tetap bisa berfotosintesis, yaitu proses tanaman membuat makanan dari cahaya. Jika rumpun besar, bagi pemangkasan menjadi beberapa tahap dengan jeda beberapa pekan. Cara ini juga memberi kesempatan tanaman pulih di antara dua kali pangkas. Amati perkembangan rumpun setiap beberapa pekan. Jika sudah tampak tunas baru di pangkal, Anda bisa melanjutkan pemangkasan pada batang lain yang masih memanjang.
Advertisement
8. Atur Cahaya yang Cukup setelah Dipangkas
Pandan tidak menyukai terik terus-menerus, sehingga pengaturan cahaya menjadi bagian penting setelah pemangkasan. Menurut NParks, tanaman ini tumbuh baik dengan sinar matahari langsung kurang dari 4 jam, atau dengan 6 sampai 8 jam cahaya tidak langsung. Wellspring Gardens menyebut pandan tumbuh baik pada kondisi sinar penuh hingga setengah teduh.
Setelah dipangkas, letakkan pandan di tempat yang terang tetapi tidak panas berlebihan. Jika di pot, pindahkan secara bertahap supaya tanaman tidak kaget. Tanaman yang tiba-tiba berpindah dari tempat teduh ke sinar terik berisiko mengalami daun terbakar. Berikut gambaran kondisi cahaya yang bisa dijadikan patokan.
| Kondisi Cahaya | Perkiraan Dampak pada Pandan |
|---|---|
| Sinar langsung kurang dari 4 jam | Sesuai anjuran NParks |
| Cahaya tidak langsung 6 sampai 8 jam | Sesuai anjuran NParks |
| Sinar penuh sampai setengah teduh | Masih ditoleransi menurut Wellspring Gardens |
| Gelap atau terlalu teduh | Tanaman cenderung memanjang dan kurang rimbun |
9. Siram dan Perbaiki Media Tanam
Pandan menyukai tanah yang lembap tetapi tidak tergenang. Setelah dipangkas, tanaman membutuhkan air dan hara untuk membentuk tunas baru. Wellspring Gardens menyarankan tanah yang kaya bahan organik dan mudah menyalurkan air. NParks menyebut pandan tahan kondisi becek, tetapi kekurangan air dapat membuat pertumbuhannya terhambat.
Untuk pot, NParks menyarankan tanah gembur bertekstur lempung dengan kedalaman minimal 10 sentimeter. Campurkan kompos ke media tanam untuk menambah bahan organik, lalu siram secara teratur setelah pemangkasan. Jangan biarkan pot terendam air terlalu lama. Pastikan pot memiliki lubang pembuangan sehingga kelebihan air bisa keluar. Cek kelembapan tanah dengan menyentuhnya, dan siram kembali ketika permukaan tanah mulai terasa kering.
| Gejala | Kemungkinan Penyebab | Penanganan |
|---|---|---|
| Daun menguning | Air berlebih atau cahaya kurang | Atur penyiraman dan pindahkan ke tempat lebih terang |
| Ujung daun cokelat | Kekurangan air atau udara terlalu kering | Siram teratur dan jaga kelembapan tanah |
| Muncul kapas putih atau bercak | Hama seperti kutu putih atau tungau | Pangkas bagian terserang dan bersihkan daun |
| Anakan tidak kunjung muncul | Cahaya kurang atau tanaman masih terlalu muda | Perbaiki cahaya dan bersabar |
Advertisement
10. Pisahkan Anakan Setelah Berakar
Setelah beberapa waktu, anakan akan muncul di pangkal batang. NParks menyatakan anakan pandan dapat diambil untuk perbanyakan setelah memiliki akar, baik dengan memotong di pangkalnya maupun memuntirnya lepas dari tanaman induk. Gunakan pisau steril agar luka tidak terinfeksi.
Saat membagi rumpun, NParks menyarankan membuang akar yang busuk atau mati dan menggemburkan gumpalan akar agar pertumbuhan baru terdorong. Anakan yang baru dipisah sebaiknya diletakkan di tempat teduh terang selama beberapa hari dan disiram secukupnya sampai tumbuh daun baru.
Tanam anakan di media baru dengan permukaan tanah sejajar posisi semula. Menurut NParks, memberi ruang sekitar 10 sampai 20 sentimeter di sekitar tanaman baru membantu tanaman tumbuh menjadi rumpun yang lebih besar. Dengan menerapkan cara memangkas tanaman pandan supaya tumbuh lebih banyak anakan secara rutin, Anda bisa memiliki rumpun yang rimbun sekaligus bibit baru untuk ditanam atau dibagikan.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Memangkas Pandan
1. Kapan waktu terbaik memangkas tanaman pandan?
Saat tanaman sehat dan tumbuh aktif, misalnya pada musim hujan ketika pandan tumbuh cepat. Hindari memangkas saat tanaman layu, kekeringan, atau terserang hama.
2. Apakah daun pandan boleh dipetik setiap hari?
Boleh, asalkan tidak sekaligus dan masih menyisakan cukup daun. Pemetikan rutin justru dapat mendorong pertumbuhan baru, tetapi pemanenan seluruh kepala tanaman membuat anakan butuh waktu lama untuk menggantikannya.
3. Dari mana anakan pandan biasanya muncul?
Anakan muncul dari pangkal batang atau permukaan tanah di sekitar tanaman induk. Bentuknya seperti tanaman kecil yang masih menempel pada induknya.
4. Kapan anakan pandan boleh dipisahkan?
Setelah anakan memiliki akar sendiri. Potong di pangkalnya dengan pisau steril atau puntir perlahan hingga lepas dari tanaman induk, lalu tanam di media baru.
5. Apakah pandan di pot bisa dipangkas dengan cara yang sama?
Bisa. Pastikan pot cukup dalam, media tanam gembur dan tidak tergenang, serta cahaya cukup. Pot yang terlalu sempit membuat anakan sulit berkembang.