Tanaman pandan dapat ditanam di pekarangan maupun dalam pot. Namun, tidak semua tanaman pandan menghasilkan banyak tunas dalam waktu yang sama. Ada yang tumbuh dengan satu rumpun, sedangkan tanaman lain mulai menghasilkan anakan di sekitar pangkalnya. Perawatan dan kondisi media tanam ikut menentukan perkembangan tunas pandan.
Memiliki satu pot pandan yang menghasilkan banyak tunas bisa membantu menghemat tempat dan biaya pembelian bibit. Tanaman yang sudah beranak juga dapat menjadi sumber bibit untuk ditanam di pot lain. Meski begitu, menambahkan pupuk sebanyak-banyaknya bukan cara yang tepat untuk mempercepat pertumbuhan anakan pandan.
Berikut ini adalah beberapa cara membuat pandan cepat mengeluarkan banyak tunas dari satu pot yang telah dirangkum Merdeka.com dari berbagai sumber, Minggu (11/10/2026). Ikuti tips-tips di bawah ini di rumah supaya pandan bisa tumbuh lebih subur dan hasilnya bisa lebih maksimal.
Advertisement
1. Pilih Bibit Pandan yang Sudah Memiliki Anakan
Pilih tanaman pandan yang memiliki pangkal batang dan akar dalam kondisi baik. Jika tersedia, gunakan bibit yang sudah menunjukkan tunas di sekitar pangkal induknya. Bibit seperti ini dapat menjadi pilihan untuk membentuk rumpun dalam satu pot, meskipun jumlah tunas yang tumbuh tetap bergantung pada kondisi tanaman.
Jika memulai dari satu bibit, periksa bagian pangkalnya sebelum menanam. Hindari bibit yang menunjukkan tanda pembusukan atau memiliki akar yang rusak. Bibit yang mampu beradaptasi setelah dipindahkan memiliki peluang untuk melanjutkan pertumbuhan dan membentuk tunas baru.
Saat membeli bibit, tanyakan apakah tanaman berasal dari anakan atau hasil perbanyakan lain. Bibit dari anakan yang sudah berakar dapat ditanam langsung ke media tanam. Setelah penanaman, beri waktu bagi tanaman untuk menyesuaikan diri sebelum melakukan pemupukan atau memindahkannya kembali.
Advertisement
2. Gunakan Pot dengan Ukuran yang Sesuai
Ukuran pot memengaruhi ruang yang tersedia bagi akar untuk tumbuh. Pilih pot yang menyediakan ruang bagi akar dan perkembangan rumpun. Pot yang terlalu kecil dapat membatasi pertumbuhan akar, sedangkan pot yang terlalu besar menyulitkan pengaturan kelembapan media jika penyiraman tidak disesuaikan.
Pastikan pot memiliki lubang di bagian bawah agar kelebihan air dapat keluar. Air yang menggenang dapat mengurangi udara di sekitar akar dan meningkatkan risiko pembusukan. Kondisi akar yang terganggu dapat menghambat pertumbuhan pandan, termasuk pembentukan tunas baru di sekitar pangkal tanaman.
Jika pandan sudah tumbuh memenuhi pot, pertimbangkan untuk memindahkannya ke wadah yang lebih besar. Lakukan pemindahan ketika akar mulai memenuhi ruang tanam, bukan sekadar karena ingin menambah jumlah tunas. Setelah dipindahkan, jaga kelembapan media dan hindari pemberian pupuk berlebihan.
Advertisement
3. Siapkan Media Tanam yang Mendukung Pertumbuhan Akar
Gunakan media tanam yang mampu menahan air sekaligus mengalirkan kelebihannya. Campuran tanah, kompos matang, dan bahan yang membantu memperbaiki pori media dapat digunakan. Perbandingan bahan perlu disesuaikan dengan kondisi tanah yang tersedia agar media tidak terlalu padat atau terus-menerus basah.
Sebelum memasukkan media ke dalam pot, pastikan bahan yang digunakan tidak tercampur sampah atau sisa tanaman yang membusuk. Kompos yang belum matang juga sebaiknya dihindari karena proses penguraiannya dapat mengganggu kondisi akar. Media yang sesuai membantu akar memperoleh air dan udara untuk menunjang pertumbuhan.
Jangan memadatkan tanah terlalu kuat saat menanam pandan. Tekan media secukupnya agar tanaman berdiri dan akarnya tertutup. Sisakan ruang di bagian atas pot untuk memudahkan penyiraman. Periksa kondisi media secara berkala karena tanah yang memadat dapat menghambat aliran air dan perkembangan akar.
Advertisement
4. Atur Penyiraman agar Media Tidak Kering atau Tergenang
Pandan membutuhkan air untuk mendukung pertumbuhan daun, akar, dan tunas. Siram tanaman ketika kondisi media mulai membutuhkan air, dengan memperhatikan cuaca dan ukuran pot. Tanaman yang diletakkan di tempat terbuka biasanya memerlukan pengawasan berbeda dari pandan yang berada di area terlindung.
Periksa media dengan menyentuh bagian permukaannya sebelum menyiram. Jika masih terasa basah, tunda penyiraman sampai kondisinya sesuai. Sebaliknya, jika media mulai mengering, siram hingga air meresap ke dalam tanah dan kelebihan air keluar melalui lubang drainase.
Hindari membiarkan air menggenang di tatakan pot. Genangan yang berlangsung lama dapat mengganggu akar dan menyebabkan pembusukan. Jika pangkal pandan menghitam, berbau, atau menunjukkan tanda kerusakan, periksa kondisi akar dan media. Memperbaiki masalah tersebut lebih penting daripada menambahkan pupuk untuk memancing tunas.
Advertisement
5. Tempatkan Pandan di Lokasi yang Mendapat Cahaya Matahari
Letakkan pot pandan di tempat yang memperoleh cahaya matahari untuk membantu proses pertumbuhan. Pandan dapat tumbuh di area dengan cahaya tersaring, tetapi kebutuhan setiap tanaman dapat berbeda menurut kondisi lingkungan. Perhatikan respons tanaman setelah dipindahkan ke lokasi baru sebelum mengubah penempatannya kembali.
Jika pandan berada di tempat yang terlalu gelap, pertumbuhannya dapat terganggu. Daun mungkin tumbuh memanjang untuk mencari cahaya, sementara perkembangan tanaman tidak berjalan sesuai harapan. Pindahkan pot secara bertahap ke lokasi yang lebih terang agar tanaman dapat menyesuaikan diri tanpa mengalami perubahan lingkungan secara mendadak.
Perhatikan kondisi pandan selama beberapa hari setelah perubahan lokasi. Jika daun mengalami kerusakan setelah terkena matahari langsung, kurangi paparan dan sesuaikan penempatannya. Tujuannya bukan membuat tanaman terus-menerus terkena sinar matahari, melainkan menyediakan cahaya yang mendukung pertumbuhan tanpa mengganggu kondisi daun.
Advertisement
6. Berikan Pupuk Sesuai Kebutuhan Tanaman
Pupuk dapat membantu memenuhi kebutuhan unsur hara yang tidak tersedia dalam jumlah cukup di media tanam. Gunakan kompos matang atau pupuk tanaman sesuai petunjuk pemakaian. Pemberian pupuk secara teratur berdasarkan kebutuhan lebih tepat daripada menambahkan pupuk dalam jumlah besar dengan harapan tunas muncul lebih cepat.
Jika menggunakan pupuk dalam bentuk butiran atau cair, ikuti dosis pada kemasan dan sesuaikan dengan ukuran tanaman. Pemberian pupuk terlalu banyak dapat mengganggu akar, terutama jika garam pupuk menumpuk di dalam media. Jangan menambahkan pupuk berulang kali hanya karena tunas belum terlihat dalam beberapa hari.
Periksa pertumbuhan daun dan kondisi tanaman setelah pemupukan. Jika pandan masih menunjukkan gangguan, cari tahu apakah penyebabnya berasal dari penyiraman, cahaya, akar, atau media tanam. Pupuk bukan pengganti perawatan dasar. Tanaman perlu berada dalam kondisi yang mendukung sebelum tambahan unsur hara dapat membantu pertumbuhannya.
Advertisement
7. Pertahankan Tunas yang Muncul di Sekitar Pangkal
Periksa pangkal tanaman secara berkala untuk mengetahui apakah tunas baru mulai tumbuh. Tunas pandan biasanya muncul di sekitar pangkal induk atau bagian bawah rumpun. Hindari memotong bagian tersebut hanya karena bentuknya belum beraturan. Biarkan tunas berkembang agar memiliki daun dan akar sebelum dipisahkan.
Jika tunas sudah tumbuh, jangan langsung mencabutnya dari tanaman induk. Pemisahan terlalu awal dapat merusak akar dan menghambat pertumbuhan bibit. Tunggu sampai anakan memiliki ukuran dan perakaran yang memadai. Dengan begitu, tanaman hasil pemisahan mempunyai bekal untuk menyesuaikan diri di media tanam baru.
Apabila tujuan penanaman adalah mendapatkan banyak pandan dari satu pot, pertahankan anakan yang tumbuh selama ruang dan kondisi tanaman masih mendukung. Jika rumpun mulai terlalu padat, pisahkan sebagian anakan untuk ditanam di pot lain. Langkah ini memberi ruang bagi tanaman induk dan anakan yang tersisa untuk berkembang.
Advertisement
Pertanyaan Umum tentang Cara Membuat Pandan Cepat Mengeluarkan Banyak Tunas dari Satu Pot
1. Berapa lama tanaman pandan mulai mengeluarkan tunas baru?
Waktu munculnya tunas berbeda-beda, bergantung pada kondisi bibit, kesehatan akar, media tanam, cahaya, air, dan unsur hara. Bibit yang sudah memiliki anakan dapat menunjukkan pertumbuhan lebih awal daripada bibit yang baru ditanam. Tidak ada waktu pasti yang berlaku untuk semua tanaman pandan.
2. Apakah pandan bisa menghasilkan banyak tunas dalam satu pot?
Ya, pandan dapat membentuk rumpun melalui pertumbuhan anakan di sekitar pangkal induk. Jumlah tunas yang muncul bergantung pada jenis tanaman, umur, kondisi pertumbuhan, dan ruang yang tersedia. Jika rumpun sudah memenuhi pot, sebagian anakan dapat dipisahkan dan ditanam di wadah lain.
3. Pupuk apa yang cocok untuk merangsang tunas pandan?
Kompos matang atau pupuk tanaman yang sesuai dapat membantu memenuhi kebutuhan unsur hara pandan. Gunakan sesuai dosis dan kondisi media tanam. Tidak ada pupuk yang menjamin tunas langsung muncul, sehingga penyiraman, cahaya, kesehatan akar, dan ruang tumbuh tetap perlu diperhatikan.
4. Apakah pandan harus terkena matahari langsung agar cepat beranak?
Pandan membutuhkan cahaya untuk mendukung pertumbuhan, tetapi paparan matahari langsung sepanjang hari tidak selalu diperlukan. Tempatkan tanaman di lokasi dengan cahaya yang sesuai dan amati respons daunnya. Sesuaikan penempatan jika tanaman menunjukkan tanda gangguan setelah menerima paparan matahari.
5. Mengapa pandan tidak kunjung mengeluarkan tunas baru?
Pandan yang tidak kunjung mengeluarkan tunas dapat mengalami beberapa kendala, seperti kondisi akar yang terganggu, media terlalu basah, kekurangan cahaya, atau kebutuhan unsur hara yang belum terpenuhi. Periksa kondisi tanaman secara menyeluruh sebelum melakukan perubahan perawatan. Berikan waktu bagi tanaman untuk merespons perbaikan tersebut.