Akses kesehatan masih menjadi tantangan nyata bagi masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera di wilayah yang membutuhkan mobilitas cepat. Menjawab kebutuhan mendesak tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali bergandengan tangan dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk memperluas jangkauan jaring pengaman sosial.
Pada program kemitraan tahun ini, PNM dan BAZNAS menyalurkan 15 unit armada ambulans ke berbagai titik wilayah, mulai dari Aceh hingga Denpasar. Armada ini disiagakan untuk mendukung transportasi kesehatan, penanganan kondisi darurat, hingga pelayanan sosial kemanusiaan.
Langkah ini merupakan keberlanjutan dari program tahun sebelumnya, di mana enam unit ambulans telah disalurkan dan aktif beroperasi di Garut, Mataram, Makassar, Aceh, Banyuwangi, serta Serang.
Dukungan terhadap layanan kesehatan ini dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari pemberdayaan masyarakat. Sebab, kemampuan ekonomi keluarga tak hanya ditentukan oleh akses pembiayaan usaha, tetapi juga oleh kondisi kesehatan yang memungkinkan mereka tetap produktif.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa kebermanfaatan PNM harus menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat.
"Pemberdayaan ekonomi akan lebih kuat jika didukung oleh kesehatan masyarakat yang baik. Karena itu, kami ingin kebermanfaatan PNM tidak berhenti pada aspek ekonomi, tetapi juga hadir dalam kebutuhan sosial yang dirasakan masyarakat," ujar Kindaris.
Kindaris menambahkan, dampak besar sering kali dimulai dari langkah-langkah konsisten yang menyentuh kebutuhan nyata di lapangan.
"Bagaimana setiap langkah yang dilakukan PNM dapat membuka akses dan memberi manfaat bagi lebih banyak orang. Kolaborasi ini mudah-mudahan membawa manfaat yang tidak berhenti pada satu penerima, karena setiap bantuan berarti ketika benar-benar memberi manfaat," lanjutnya.
Advertisement
Perluas Cakupan Kolaborasi
Ke depan, PNM dan BAZNAS juga bersiap memperluas cakupan kolaborasi hingga ke aspek pemberdayaan masyarakat lanjut usia (lansia).
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasinya atas bantuan armada yang dinilai sangat krusial bagi daerah-daerah yang minim akses transportasi medis. Ia berharap langkah PNM dapat menginspirasi berbagai pihak lainnya.
"Kami berharap langkah PNM ini dapat menjadi pemicu bagi perusahaan dan BUMN lain untuk ikut tergerak saling membantu dalam memperkuat jaring pengaman sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas," ungkap Sodik.
Kehadiran unit ambulans ini bukan sekadar menambah sarana transportasi, melainkan menjadi penyambung asa bagi masyarakat di tengah situasi darurat agar bisa mendapatkan pertolongan medis secara cepat dan tepat.