Kasus perundungan pelajar SD di salah satu sekolah swasta Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, kembali ramai disorot. Korban berinisial NCL (10) disebut mengalami patah tulang lengan kanan. Di tengah sorotan itu, ayah korban, Dudi Syahprialdi, mengungkap adanya kejanggalan dalam proses penanganan perkara.
Pemeriksaan internal pun berjalan. Pada Sabtu (11/10/2026) malam, Dudi diperiksa personel Pengamanan Internal (Paminal) Polda Jawa Barat di kediamannya, Jalan Siliwangi, Cikole, Kota Sukabumi. Polisi datang sekitar pukul 20.15 WIB dan pemeriksaan berlangsung hingga sekitar 23.35 WIB.
“Saat ini saya masih diperiksa oleh kepolisian dari Paminal Polda Jabar. Menunjukan dokumen terkait kasus bullying yang menimpa anak saya, dan beberapa kejanggalan selama proses penyelidikan di Polres Sukabumi Kota,” kata Dudi.
Perkara ini bergulir sejak 2023. Laporan awal ke kepolisian dibuat pada 16 Oktober 2023. Sebelum laporan itu, kedua pihak sempat menempuh upaya mediasi antara keluarga korban dan terduga pelaku anak berhadapan dengan hukum (ABH).
Satreskrim Polres Sukabumi Kota mulai memeriksa saksi-saksi. Pada 8 Desember 2023, penyidik memeriksa 10 orang saksi. Proses berlanjut hingga 23 Mei 2024, dengan total 29 saksi telah dimintai keterangan, termasuk kepala sekolah, guru, dan saksi ahli.
Penanganan juga melibatkan pendampingan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Anak serta Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos). Pada 16 Januari 2024, dua ABH ditetapkan dikembalikan kepada orang tua untuk dididik, dirawat, dan dibimbing, dengan pembimbingan serta pengawasan dari Bapas Kelas I Bandung selama 3 bulan.
Di sisi lain, Dudi melalui akun pribadinya menunjukkan sejumlah dokumen yang disebutnya dibawa saat pemeriksaan, termasuk rekam medis NCL yang mencantumkan patah tulang lengan kanan. Ia menilai terdapat kejanggalan dalam penanganan perkara sejak di tingkat Polres Sukabumi Kota.
“Salah satunya kejanggalan kenapa kasus ini tiba-tiba inkracht tanpa adanya sidang, tanpa sidang dan ketiga pelaku anak diversi. Dan banyak kejanggalan lainnya yang sedang saya sampaikan kepada kepolisian dari paminal polda Jabar,” ungkapnya.