Cumi bisa menjadi pilihan lauk rumahan yang praktis ketika ingin menyajikan hidangan seafood dengan bumbu sederhana. Salah satu olahan yang mudah dibuat adalah cumi tumis cabai hijau dan bawang dengan rasa gurih, sedikit pedas, serta aroma bawang yang harum.
Tidak membutuhkan banyak rempah, hidangan ini mengandalkan perpaduan bawang putih, bawang merah, cabai hijau, dan beberapa bumbu dasar. Potongan cumi yang dimasak dengan teknik tepat juga dapat tetap empuk dan juicy sehingga tidak terasa alot ketika disantap.
Cumi tumis seperti ini cocok disajikan bersama nasi putih hangat. Kuah atau minyak berbumbu yang tersisa di wajan pun bisa disiramkan sedikit ke atas nasi agar rasa gurih dan pedasnya semakin terasa. Lantas bagaimana resep cumi tumis cabai hijau dan bawang yang bikin nasi cepat habis? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (6/10/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Resep Cumi Tumis Cabai Hijau dan Bawang
Bahan:
Berikut bahan-bahan yang perlu disiapkan:
- 500 gram cumi segar
- 6 buah cabai hijau besar
- 5 buah cabai rawit hijau, bisa disesuaikan
- 6 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 1 buah tomat hijau
- 2 lembar daun jeruk
- 1 batang daun bawang
- 1 ruas jahe, memarkan
- 1 sendok makan saus tiram
- 1 sendok teh kecap asin
- 1/2 sendok teh gula
- Garam secukupnya
- Merica secukupnya
- 100 ml air
- Minyak untuk menumis secukupnya
Advertisement
Cara Menyiapkan Cumi
Sebelum mulai memasak, bersihkan cumi terlebih dahulu. Buang bagian kepala dan tulang transparan yang berada di dalam tubuh cumi. Bersihkan bagian dalamnya dengan air mengalir.
Kulit cumi boleh dilepas atau dibiarkan sesuai selera. Setelah bersih, tiriskan dan potong cumi berbentuk cincin dengan ketebalan sedang.
Jika cumi mengeluarkan banyak air, keringkan permukaannya menggunakan tisu dapur. Cumi yang terlalu basah dapat membuat proses menumis kurang maksimal karena terlalu banyak air keluar ke dalam wajan.
Advertisement
Cara Membuat Cumi Tumis Cabai Hijau dan Bawang
1. Iris semua bahan bumbu
Iris cabai hijau, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, dan tomat hijau. Untuk bawang putih, bisa dicincang atau diiris tipis agar aromanya lebih mudah keluar saat ditumis.
Jika ingin rasa pedas lebih kuat, cabai rawit dapat ditambah. Sebaliknya, jumlah cabai bisa dikurangi jika hidangan akan disajikan untuk anak-anak.
2. Panaskan minyak dan tumis bawang
Panaskan sedikit minyak di dalam wajan. Masukkan bawang merah dan bawang putih, kemudian tumis hingga mulai layu dan mengeluarkan aroma harum.
Tambahkan jahe dan daun jeruk. Aduk beberapa saat sampai aroma rempah semakin keluar.
Tahap ini penting karena bumbu yang ditumis hingga harum akan memberikan dasar rasa yang lebih kuat pada cumi.
3. Masukkan cabai hijau dan tomat
Masukkan cabai hijau, cabai rawit, serta tomat hijau. Tumis bersama bawang sampai cabai sedikit layu.
Tidak perlu memasaknya terlalu lama karena cabai masih akan mengalami proses pematangan ketika dicampur dengan cumi.
4. Masukkan cumi
Masukkan potongan cumi ke dalam wajan. Aduk cepat hingga seluruh permukaan cumi tercampur dengan bumbu.
Cumi tidak membutuhkan waktu memasak yang panjang. Jika terlalu lama berada di atas api, teksturnya justru berisiko menjadi alot.
5. Tambahkan bumbu penyedap
Masukkan saus tiram, kecap asin, gula, garam, dan merica. Aduk sampai bumbu merata.
Tuangkan sedikit air untuk membantu bumbu menyatu. Gunakan air secukupnya saja karena cumi juga akan mengeluarkan cairan selama dimasak.
6. Masak hingga cumi matang
Gunakan api sedang cenderung besar dan masak sampai cumi berubah warna menjadi putih serta teksturnya matang.
Aduk sesekali agar bumbu merata, tetapi hindari memasak terlalu lama. Setelah matang, koreksi rasa.
Jika sudah sesuai selera, matikan api dan tambahkan irisan daun bawang. Aduk sebentar menggunakan sisa panas dari wajan.
7. Sajikan selagi hangat
Pindahkan cumi tumis cabai hijau dan bawang ke piring saji. Hidangkan bersama nasi putih hangat.
Aroma bawang, rasa gurih dari saus tiram, serta sensasi pedas dari cabai hijau membuat hidangan sederhana ini cocok dijadikan lauk untuk makan siang maupun makan malam.
Advertisement
Tips agar Cumi Tidak Alot
Salah satu tantangan ketika memasak cumi adalah mendapatkan tekstur yang empuk. Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah memasak cumi terlalu lama dengan api kecil.
Cumi cenderung membutuhkan waktu memasak yang singkat atau sangat lama dengan metode tertentu. Untuk resep tumis sederhana seperti ini, memasaknya sebentar dengan api cukup besar menjadi pilihan yang lebih praktis.
Jangan lupa memastikan cumi tidak dimasak terlalu lama setelah bumbu tercampur. Begitu warna cumi berubah dan bagian luarnya sudah matang, segera koreksi rasa dan matikan api.
Advertisement
Tips Memilih Cumi Segar
Gunakan cumi yang kondisinya masih segar agar hasil masakan lebih enak. Cumi segar umumnya memiliki tekstur tubuh yang cukup kenyal dan tidak lembek.
Perhatikan juga aromanya. Cumi yang masih segar memiliki aroma laut yang khas, bukan bau menyengat yang terasa busuk atau terlalu asam.
Jika membeli cumi utuh, pilih yang bagian tubuhnya masih terlihat utuh dan tidak mudah hancur ketika disentuh. Setelah dibeli, sebaiknya segera dibersihkan dan disimpan dengan baik apabila belum langsung dimasak.
Advertisement
Variasi Cumi Tumis Cabai Hijau
Resep ini juga dapat disesuaikan dengan bahan yang tersedia di dapur.
Jika menyukai rasa lebih segar, tambahkan perasan jeruk nipis setelah api dimatikan. Jangan terlalu banyak agar rasa asam tidak mengalahkan gurihnya bumbu.
Untuk rasa lebih pedas, gunakan tambahan cabai rawit hijau. Sementara itu, jika ingin rasa yang sedikit manis, kecap manis dapat ditambahkan dalam jumlah kecil.
Bisa juga menambahkan irisan bawang bombai untuk mendapatkan tekstur renyah dan rasa manis alami. Sayuran seperti buncis atau paprika pun dapat digunakan jika ingin hidangan lebih lengkap.
Advertisement
Pertanyaan & Jawaban Seputar Resep Cumi Tumis Cabai Hijau dan Bawang
1. Berapa lama cumi sebaiknya dimasak untuk tumisan?
Untuk tumisan sederhana, cumi sebaiknya dimasak dalam waktu relatif singkat hingga berubah warna dan matang. Memasaknya terlalu lama dapat membuat teksturnya alot.
2. Apakah cumi perlu direbus terlebih dahulu?
Tidak perlu untuk resep ini. Cumi yang sudah dibersihkan dapat langsung ditumis bersama bumbu agar proses memasaknya lebih praktis dan rasanya tidak terlalu hambar.
3. Bagaimana agar cumi tidak mengeluarkan terlalu banyak air saat ditumis?
Setelah dibersihkan, tiriskan cumi dengan baik dan bila perlu keringkan permukaannya menggunakan tisu dapur. Gunakan wajan yang sudah panas ketika mulai memasaknya.
4. Apakah cabai hijau bisa diganti cabai merah?
Bisa. Cabai merah dapat digunakan jika ingin rasa dan warna yang berbeda. Namun, karakter rasa akhirnya tentu sedikit berbeda dari penggunaan cabai hijau.
5. Apakah cumi tumis cabai hijau bisa disimpan?
Bisa disimpan dalam wadah tertutup di lemari pendingin jika tidak langsung habis. Saat akan disantap kembali, panaskan secukupnya dan hindari memanaskannya berulang kali.