Viru Devana, mungkin kebanyakan dari kita mengira ini adalah nama seorang perempuan. Namun, siapa sangka, Viru sebenarnya terlahir sebagai seorang lelaki.
Ya, Viru adalah satu dari banyak anggota IWAMA, Ikatan Waria Malang Raya. Kepada merdeka.com (30/5), Viru pun blak-blakan berbicara mengenai kondisi dirinya beserta apa yang dilakukannya dalam sehari.
Dalam sebuah wawancara eksklusif, waria kelahiran 9 September 1979 ini mengaku sudah lebih dari 14 tahun memiliki orientasi seksual 'berbeda' seperti ini. Hal ini pun dijalaninya tidak dengan instan dan mudah, banyak hambatan dan pergolakan batin yang akhirnya membuatnya yakin memiliki jiwa seorang perempuan dalam tubuh prianya.
Viru sendiri mengawali kisahnya dari SMP. Saat itu, dirinya mengaku masih seorang lelaki tulen dan sudah memiliki pacar seorang perempuan. Namun, di masa puber ini, dirinya ternyata pernah patah hati gara-gara seorang perempuan.
"Kalau aku sendiri dari faktor psikologis. Aku dulu pernah punya pacaran juga waktu SMP, seorang perempuan. Saya juga pernah kuliah di perhotelan dan pacar saya diambil orang," cerita Viru.
Siapa sangka kemudian mengubah kisah hidupnya secara radikal. Akhirnya, Viru mulai menyatakan ketertarikannya kepada sesama jenis.
"Aku jadi gay dulu 4 tahun (sebelum jadi waria, red)," jelasnya.
Dalam masa metamorfosisnya ini sendiri Viru juga awalnya sembunyi-sembunyi. Bahkan, dirinya juga menyatakan tidak dipaksa siapapun untuk masuk dalam dunia waria ini.
"Itu tidak ada pemaksaan. Kalau aku dulu masih nggak berani open. Dulu aku belum berani dandan, karena orang tua saya masih mereka nggak terima saya," sebutnya.
Di sisi lain, pilihannya menjadi seorang waria ternyata juga memberikan dampak positif bagi dirinya. Selain mampu mengerek pamornya, Viru juga didaulat sebagai Duta Kondom.
Meski begitu, sampai saat ini dirinya masih belum berani buka-bukaan dengan keluarganya. Maka, hingga kini pun, Viru masih setia dengan dua kepribadian yang bertolak belakang.
Di pagi hari, dirinya adalah seorang pegawai salon dengan nama Syamsul Arifin. Namun, di malam hari, dirinya sudah berubah menjadi sosok Viru Devana yang mangkal di sekitar Stasiun Kota Baru Malang.