Kebiasaan menonton TV yang bisa membuat pemakaian listrik bertambah sering kali dilakukan tanpa disadari. Menyalakan televisi sebagai teman saat beraktivitas, membiarkannya menyala ketika tertidur, hingga terus membiarkan perangkat berada dalam mode standby dapat membuat konsumsi listrik terakumulasi.
Televisi memang bukan selalu perangkat dengan konsumsi listrik terbesar di rumah. Namun, durasi pemakaian yang panjang dan perangkat pendukung yang ikut menyala dapat membuat penggunaan energi menjadi lebih tinggi. Lantas, kebiasaan apa saja yang perlu diperhatikan?
Advertisement
1. Televisi Menyala Tanpa Penonton
Salah satu kebiasaan menonton TV yang bisa membuat pemakaian listrik bertambah adalah membiarkan perangkat menyala dalam waktu sangat lama, bahkan ketika tidak ada yang benar-benar menontonnya. Contohnya, televisi yang aktif dari malam hingga dini hari karena pemiliknya ketiduran, bisa berlangsung selama 4 hingga 5 jam tanpa ditonton secara aktif. Apabila sebuah televisi dengan daya 80-100 watt menyala 5 jam setiap hari, konsumsi listriknya dalam sebulan dapat mencapai ratusan jam. Menyalakan TV tanpa tujuan jelas hanya akan meningkatkan konsumsi listrik yang tidak perlu.
Televisi dengan daya sekitar 90–120 watt termasuk dalam kategori perangkat yang boros listrik, terutama jika dibiarkan menyala tanpa ditonton. Menonton televisi lebih dari 4 jam setiap hari juga dianggap sebagai kebiasaan yang tidak sehat dan boros listrik. Kebiasaan ini pada akhirnya dapat memperburuk penggunaan energi di rumah dan menyebabkan konsumsi listrik yang lebih tinggi.
Advertisement
2. Tertidur Saat TV Masih Menyala
Membiarkan televisi terus menyala saat tidur atau ketiduran adalah kebiasaan menonton TV yang bisa membuat pemakaian listrik bertambah. Kondisi ini tidak hanya mengakibatkan pemborosan energi listrik, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan. Televisi yang menyala sepanjang malam akan meningkatkan konsumsi listrik secara signifikan, yang berpotensi menambah biaya listrik tahunan hingga ratusan ribu rupiah tanpa disadari.
Sebagai ilustrasi, satu unit TV LED 32 inci mengonsumsi sekitar 0,15 kWh per jam. Jika televisi dibiarkan menyala selama 8 jam semalaman, sekitar 1,2 kWh listrik akan terbuang sia-sia setiap malam. Selain pemborosan energi, membiarkan TV menyala berjam-jam tanpa pengawasan juga meningkatkan risiko kebakaran. Hal ini disebabkan komponen elektronik yang bekerja terus-menerus dapat memicu panas berlebih dan korsleting.
Advertisement
3. Daya Listrik Mode Standby
Meskipun terlihat mati, televisi yang masih terhubung ke stopkontak dalam mode standby tetap mengonsumsi listrik. Fenomena ini dikenal sebagai “energi vampir” atau “phantom load”. Konsumsi daya dalam mode standby bervariasi, umumnya antara 0,5 hingga 3 watt, tergantung model perangkat. Namun, beberapa model TV bahkan bisa mencapai 13-28 watt.
Beberapa studi menunjukkan bahwa energi yang digunakan TV dalam mode standby bisa mencapai 2,25% hingga 5% dari energi yang digunakan saat TV menyala. Akumulasi dari konsumsi daya kecil ini dari banyak perangkat di rumah dapat menyumbang sekitar 10 persen dari total tagihan listrik bulanan. Televisi modern dilengkapi fitur instant-on agar bisa menyala cepat, yang membutuhkan aliran listrik terus-menerus untuk menjaga sensor remote control dan koneksi Wi-Fi tetap siaga.
Advertisement
4. Kecerahan dan Kontras Berlebihan
Pengaturan kecerahan dan kontras layar televisi yang terlalu tinggi juga merupakan kebiasaan menonton TV yang bisa membuat pemakaian listrik bertambah. Tingkat kecerahan yang berlebihan akan membuat konsumsi listrik lebih boros dari yang seharusnya dibutuhkan. Semakin terang pengaturan layar, semakin besar daya yang digunakan. Padahal, menurunkan kecerahan sedikit saja seringkali tidak terlalu memengaruhi kenyamanan menonton.
Penelitian menunjukkan bahwa mengatur TV ke mode “home” atau “standar” dapat mengurangi penggunaan listrik hingga 30 persen. Mengatur kecerahan LED TV sesuai dengan kondisi pencahayaan ruangan dapat mengurangi penggunaan energi secara signifikan. Banyak TV modern juga dilengkapi mode hemat energi atau “Eco mode” yang dapat meredupkan lampu latar dan mengurangi konsumsi daya hingga sepertiganya.
Advertisement
5. Perangkat Tambahan yang Selalu Aktif
Kebiasaan menonton TV yang bisa membuat pemakaian listrik bertambah juga mencakup penggunaan perangkat tambahan yang terus menyala. Penggunaan dekoder, konsol game, atau perangkat streaming lainnya akan menambah konsumsi daya listrik. Bahkan ketika televisi dalam kondisi mati, dekoder seringkali tetap menyala dan terus menarik listrik.
Set-Top Box (STB), misalnya, sering tetap bekerja untuk mengunduh data atau menjaga koneksi sinyal meskipun TV sudah dimatikan, sehingga konsumsi listriknya hampir tidak berubah antara kondisi aktif dan standby. Konsol game seperti PlayStation atau Xbox juga memiliki mode “rest” yang memungkinkan perangkat mengunduh pembaruan perangkat lunak secara otomatis, yang berarti tetap memakan daya yang cukup besar. Perangkat elektronik yang memiliki layar digital, penunjuk waktu, atau yang selalu terhubung ke jaringan internet akan terus mengonsumsi listrik meskipun sedang tidak digunakan.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan Menonton TV yang Bisa Membuat Pemakaian Listrik Bertambah
1. Apa saja kebiasaan menonton TV yang bisa membuat pemakaian listrik bertambah?
Kebiasaan tersebut meliputi menonton TV terlalu lama atau tanpa ditonton, tidak mematikan TV saat tidur, membiarkan TV dalam mode standby, menggunakan pengaturan kecerahan dan kontras yang berlebihan, serta menggunakan perangkat tambahan yang selalu menyala.
2. Berapa banyak listrik yang terbuang jika TV menyala semalaman karena ketiduran?
Satu unit TV LED 32 inci yang menyala selama 8 jam semalaman dapat membuang sekitar 1,2 kWh listrik. QApakah mode standby pada TV tetap mengonsumsi listrik? AYa, TV dalam mode standby tetap mengonsumsi daya, umumnya antara 0,5 hingga 3 watt, dan dapat menyumbang sekitar 10 persen dari total tagihan listrik.
3. Bagaimana pengaturan kecerahan layar TV memengaruhi konsumsi listrik?
Tingkat kecerahan yang terlalu tinggi membuat konsumsi listrik lebih boros; mengaturnya ke mode "home" atau "standar" dapat mengurangi penggunaan listrik hingga 30 persen.
4. Mengapa perangkat tambahan seperti dekoder atau konsol game bisa membuat listrik boros?
Perangkat tambahan ini seringkali tetap menyala dan menarik listrik bahkan saat TV mati, atau dalam mode "rest" untuk mengunduh pembaruan, sehingga menambah konsumsi daya secara keseluruhan.