Mencuci selimut tebal saat musim hujan sering terasa serba salah karena udara yang lembap membuat proses pengeringan berlangsung lama. Padahal, cara mencuci selimut tebal di musim hujan agar kering sempurna tanpa bau apek bisa dilakukan di rumah asalkan langkahnya tepat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan 2026/2027 masuk secara bertahap, dengan puncak pada Desember 2026 hingga Februari 2027 di sebagian besar wilayah. Pada saat yang sama, melansir dari Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat, kunci mengendalikan jamur adalah mengendalikan kelembapan.
Sementara itu, Consumer Reports menyarankan selimut tebal dicuci terpisah dengan siklus bulky atau bedding, dikeringkan pada panas rendah, dan disiapkan waktu pengeringan yang cukup lama. Berikut adalah cara mencuci selimut tebal di musim hujan agar kering sempurna tanpa bau apek dirangkum Merdeka.com dari berbagai sumber, Rabu (7/10/2026).
Advertisement
1. Periksa Label Perawatan dan Jenis Isian Selimut
Langkah pertama yang paling menentukan adalah membaca label perawatan. Consumer Reports mengingatkan agar label selalu dibaca sebelum mencuci maupun mengeringkan, karena sebagian kain luar mungkin memerlukan pencucian khusus.
Perhatikan pula jenis isiannya. Menurut Consumer Reports, selimut berisi serat sintetis umumnya tahan dicuci lebih sering, sedangkan selimut berisi bulu angsa atau down alami sebaiknya dicuci lebih jarang.
Selimut tebal membutuhkan mesin berkapasitas besar. Jika mesin cuci di rumah terlalu kecil, pertimbangkan membawanya ke layanan laundry yang memiliki mesin cuci dan pengering berukuran besar.
Advertisement
2. Pilih Hari dan Sisihkan Waktu yang Cukup
BMKG menyatakan awal musim hujan 2026/2027 datang secara bertahap, sehingga cuaca di tiap daerah bisa berbeda. Karena itu, cek prakiraan cuaca setempat dari kanal resmi BMKG sebelum mulai mencuci.
BMKG juga menyampaikan bahwa awal musim hujan di sebagian besar daratan Indonesia mengalami kemunduran dibandingkan rata-rata klimatologisnya, dan jarak antara awal serta puncak musim hujan tergolong singkat. Artinya, hari cerah bisa cepat berganti hujan deras, sehingga jeda cuaca yang ada sebaiknya dimanfaatkan.
Mulailah di pagi hari agar tersedia waktu seharian untuk proses pengeringan. Selimut tebal membutuhkan waktu kering yang jauh lebih lama dibandingkan pakaian biasa, sehingga mencuci menjelang malam sangat berisiko membuatnya masih lembap keesokan harinya.
Jika beberapa hari ke depan diprakirakan hujan terus-menerus, tunda pencucian sampai ada jeda cuaca atau gunakan mesin pengering. Selimut yang terlanjur basah dan tidak kunjung kering lebih mudah berbau apek.
3. Kibaskan Debu dan Tangani Noda Lebih Dahulu
Sebelum dimasukkan ke mesin, kibaskan selimut di luar ruangan atau di balkon untuk merontokkan debu. Langkah ini mengurangi kotoran yang terbawa ke dalam air cucian.
Periksa bagian tepi dan area yang sering terkena wajah atau tangan karena biasanya paling cepat kotor. Oleskan sedikit deterjen cair yang sudah diencerkan pada noda, diamkan beberapa menit, lalu tepuk perlahan dengan kain bersih tanpa digosok keras.
Cek juga jahitan dan tepi kain. Jika ada jahitan yang terlepas, perbaiki dulu agar isian tidak keluar saat proses pencucian.
Advertisement
4. Cuci Terpisah dengan Siklus Bulky atau Bedding
Consumer Reports menyarankan mencuci selimut tebal secara terpisah, tanpa dicampur pakaian lain. Gunakan siklus bulky, bedding, atau delicate sesuai fitur pada mesin.
Selimut membutuhkan ruang agar bisa bergerak bebas dan bersih merata. Masukkan secara melebar, jangan dijejalkan, dan sesuaikan suhu air dengan petunjuk pada label perawatan.
Bila selimut terlalu besar untuk mesin, cuci secara manual dengan merendamnya dalam bak besar. Remas perlahan, jangan dipelintir, supaya isian tidak rusak dan menggumpal.
Advertisement
5. Gunakan Deterjen Secukupnya dan Tambahkan Bilasan Ekstra
Gunakan deterjen sesuai takaran, bukan lebih banyak. Panduan The Home Depot menyebut sisa sabun dapat membuat isian selimut berbahan down maupun poliester menggumpal.
Aktifkan opsi bilasan tambahan atau extra rinse bila tersedia. Whirlpool juga menyarankan siklus bedding atau bulky yang disertai bilasan ekstra untuk mencuci selimut tebal.
Sisa deterjen yang menempel membuat serat terasa kaku dan lebih lama kering. Pada pencucian manual, bilas berulang kali hingga air tidak lagi berbusa.
6. Lakukan Putaran Pengering hingga Air Tidak Menetes
Semakin sedikit air yang tersisa di dalam selimut, semakin cepat proses pengeringan berlangsung. Setelah bilasan terakhir, jalankan putaran pengering sesuai kemampuan mesin dan petunjuk pada label.
Jika masih ada air yang menetes ketika diangkat, ulangi putaran dengan kecepatan sedang. Posisikan ulang selimut di dalam drum supaya bebannya seimbang dan tidak menumpuk di satu sisi.
Untuk cucian manual, tekan selimut perlahan di dalam bak agar air keluar. Hindari memeras dengan memelintir karena bisa merusak serat dan isian.
Advertisement
7. Keringkan dengan Mesin Pengering pada Panas Rendah
Jika memiliki akses ke mesin pengering, gunakan opsi ini di musim hujan. Consumer Reports menyarankan pengeringan dengan panas rendah dan menggunakan siklus bulky atau bedding bila tersedia.
Menambahkan handuk kering ke dalam mesin dapat membantu selimut kering lebih merata. Whirlpool juga menyebut bola pengering atau bola tenis bersih membantu memecah gumpalan isian saat mengering.
Bersabarlah, sebab selimut tebal bisa memerlukan beberapa kali putaran. Whirlpool menyarankan bila belum kering sempurna, selimut dapat digantung di rak selama sehari atau dua hari untuk menuntaskan proses pengeringan.
Whirlpool juga menyarankan agar selimut yang sedang dikeringkan diposisikan ulang di tengah siklus untuk mengurangi risiko menggumpal dan kusut. Hentikan mesin sejenak, kibaskan selimut, lalu lanjutkan pengeringan.
Advertisement
8. Jika Tidak Ada Mesin Pengering, Atur Jemuran di Ruang Berventilasi
Saat hujan terus mengguyur, jemur selimut di tempat beratap yang berangin, seperti teras atau balkon tertutup. Bentangkan selimut selebar mungkin pada dua jemuran sejajar agar tidak ada bagian yang menumpuk dan menyimpan lembap.
Bila terpaksa menjemur di dalam ruangan, pilih ruangan dengan ventilasi baik. EPA menyarankan menambah ventilasi apabila udara luar kering atau menggunakan penurun kelembapan apabila udara luar lembap, dan kipas angin juga dapat membantu mengalirkan udara.
Balik posisi selimut setiap beberapa jam supaya kedua sisi dan bagian tengah terkena aliran udara. Jauhkan jemuran dari dinding yang lembap atau tampak berjamur.
Pendingin ruangan atau alat penurun kelembapan juga membantu karena sama-sama mengurangi kadar uap air di udara. Nyalakan di ruangan tertutup tempat selimut dijemur agar udara tidak terlalu lembap.
9. Pastikan Seluruh Bagian Kering Sempurna, Terutama Bagian Tengah
Banyak bau apek muncul karena bagian dalam selimut masih lembap meski permukaannya terasa kering. Whirlpool menekankan selimut harus benar-benar kering sebelum dipakai atau disimpan agar tidak memicu jamur dan lumut.
Raba bagian tengah, lipatan, dan jahitan tebal karena area ini paling lama kering. Dekatkan selimut ke wajah untuk mencium baunya, dan bila terasa dingin atau lembap, lanjutkan pengeringan.
Jika masih ragu, tambahkan satu putaran pengeringan atau jemur lebih lama. Lebih baik menunggu daripada mengulang pencucian karena bau apek.
Advertisement
10. Simpan di Tempat Kering dan Berventilasi
Setelah kering sempurna, biarkan selimut dingin terlebih dahulu sebelum dilipat. Selimut yang masih hangat dan dilipat langsung menyimpan uap air di dalam lipatannya.
Simpan di lemari yang kering dengan sirkulasi udara baik, dan hindari kantong plastik tertutup rapat yang menjebak lembap. Gunakan sarung penyimpanan berbahan kain berpori atau kantong yang bisa bernapas.
Untuk menjaga lemari tetap segar, University of Kentucky Cooperative Extension Service menyebut arang aktif sebagai salah satu bahan penyerap bau yang bisa dipasang di lemari pengap. Periksa lemari secara berkala, terutama di musim hujan.
Advertisement
Metode Pengeringan Selimut Tebal di Musim Hujan
Setiap rumah memiliki fasilitas berbeda. Tabel berikut membantu menyesuaikan metode pengeringan dengan kondisi yang tersedia.
| Metode | Kelebihan | Hal yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| Mesin pengering dengan panas rendah | Tidak bergantung cuaca dan bisa lebih cepat | Perlu mesin berkapasitas besar dan bisa memerlukan beberapa kali putaran |
| Jemur di teras atau balkon beratap | Hemat listrik dan udara mengalir bebas | Membutuhkan waktu lebih lama saat hujan dan udara sangat lembap |
| Jemur di dalam ruangan dengan kipas | Aman dari hujan | Ruangan harus berventilasi baik dan selimut dibalik secara berkala |
Apa pun metodenya, pastikan selimut benar-benar kering di bagian tengah sebelum dipakai atau disimpan. Selimut yang masih lembap menjadi penyebab utama bau apek setelah dicuci.
Frekuensi mencuci bergantung pada cara pemakaian. Selimut yang dipakai langsung tanpa sarung atau digunakan oleh penghuni yang sensitif terhadap debu sebaiknya dicuci lebih sering, sementara selimut bersarung cukup dicuci beberapa kali dalam setahun dengan sarungnya dicuci lebih rutin.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mencuci Selimut Tebal di Musim Hujan
1. Berapa lama selimut tebal bisa kering?
Tergantung ketebalan, isian, dan kapasitas mesin. Selimut tebal membutuhkan waktu jauh lebih lama dibanding pakaian biasa, sehingga periksa sampai bagian tengahnya benar-benar kering sebelum dipakai.
2. Apakah selimut tebal boleh dijemur langsung di bawah matahari?
Boleh bila label perawatan mengizinkan. Pilih hari cerah dan berangin, sedangkan saat hujan gunakan teras beratap atau ruangan berventilasi dengan bantuan kipas.
3. Bagaimana jika selimut sudah terlanjur bau apek?
Cuci ulang dengan bilasan ekstra, lalu keringkan sampai benar-benar kering. Simpan di lemari yang kering dan beri penyerap bau seperti arang aktif.
4. Apakah selimut tebal perlu dicuci kering (dry clean)?
Ikuti label perawatan. Consumer Reports menyebut sebagian kain luar memerlukan pencucian khusus, tetapi banyak selimut tebal bisa dicuci di rumah dengan mesin berkapasitas besar.
5. Mengapa selimut tebal mudah berbau apek setelah dicuci?
Penyebab utamanya kelembapan yang tersisa di bagian dalam. EPA menyebut kelembapan sebagai kunci pertumbuhan jamur, sehingga pengeringan sempurna sangat menentukan.