10 Ide Pengharum Alami untuk Rumah Tertutup agar Tidak Mudah Bau Apek, Rumah Jadi Segar

Bau apek sering muncul di rumah yang jarang dibuka. Ini ide pengharum alami untuk rumah tertutup agar tidak mudah bau apek beserta tips penempatannya.

Ibrahim Hasan
Oleh Ibrahim Hasan - Reporter
10 Ide Pengharum Alami untuk Rumah Tertutup agar Tidak Mudah Bau Apek, Rumah Jadi Segar
Ide Pengharum Alami untuk Rumah Tertutup agar Tidak Mudah Bau Apek (AI Generated)

Rumah yang jarang dibuka jendelanya, terutama saat cuaca lembap, kerap dipenuhi bau apek yang mengganggu kenyamanan. Memilih ide pengharum alami untuk rumah tertutup agar tidak mudah bau apek bisa menjadi langkah awal yang aman dan hemat, asalkan dibarengi pengendalian kelembapan.

Melansir dari Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat, kunci mencegah jamur adalah mengendalikan kelembapan, dengan kelembapan udara ruangan dijaga di bawah 60 persen dan idealnya 30 sampai 50 persen. Di Indonesia, standar kesehatan rumah yang diatur Kementerian Kesehatan menyebut kelembapan udara ruangan berkisar 40 sampai 60 persen.

Selain itu, lembar panduan penghilang bau rumah dari University of Kentucky Cooperative Extension Service menyebut arang aktif, soda kue, dan ampas kopi sebagai bahan penyerap bau yang bisa dipakai di rumah. Berikut adalah ide pengharum alami untuk rumah tertutup agar tidak mudah bau apek dirangkum Merdeka.com dari berbagai sumber, Rabu (7/10/2026).

1. Kendalikan Kelembapan Terlebih Dahulu

Pengharum Alami  Rumah agar Tidak  Bau Apek
Ide Pengharum Alami untuk Rumah Tertutup agar Tidak Mudah Bau Apek (AI Generated)

Bau apek pada dasarnya berasal dari kelembapan yang terperangkap. EPA menegaskan bahwa kunci pengendalian jamur adalah pengendalian kelembapan, sehingga sumber lembap seperti atap bocor, pipa rembes, atau dinding basah perlu diperbaiki sebelum mengandalkan pengharum.

Untuk menurunkan kelembapan udara, EPA menyarankan memperbaiki kebocoran, menambah ventilasi apabila udara luar sedang dingin dan kering, atau menggunakan penurun kelembapan apabila udara luar hangat dan lembap. Di iklim tropis, pilihan terakhir biasanya lebih relevan.

Pasang termohigrometer murah di ruangan yang sering berbau untuk memantau angkanya. Jika kelembapan terus berada di atas 60 persen, bahan pengharum alami hanya akan bekerja sementara.

Kebiasaan sehari-hari ikut memengaruhi kelembapan. Menjemur pakaian di dalam rumah, memasak tanpa membuka jendela, dan membiarkan tirai tertutup sepanjang hari membuat uap air menumpuk. Kurangi kebiasaan tersebut atau lakukan di area yang berventilasi baik.

2. Arang Aktif di Sudut dan Lemari

Pengharum Alami  Rumah agar Tidak  Bau Apek
Ide Pengharum Alami untuk Rumah Tertutup agar Tidak Mudah Bau Apek (AI Generated)

Arang aktif memiliki struktur berpori yang dikenal mampu menyerap bau. Lembar panduan University of Kentucky Cooperative Extension Service menyebut arang aktif sebagai salah satu bahan yang dapat digunakan, termasuk untuk lemari yang berbau pengap.

Letakkan arang aktif dalam wadah berlubang atau kantong kain berpori, lalu taruh di sudut kamar, lemari pakaian, atau dekat rak sepatu. Posisi yang dekat dengan sumber bau membuat penyerapan lebih efektif.

Karena tidak memiliki aroma sendiri, arang aktif cocok bagi anggota keluarga yang sensitif terhadap wangi. Simpan di tempat yang tidak terjangkau anak kecil dan hewan peliharaan.

3. Soda Kue dalam Mangkuk Kecil

Soda kue merupakan bahan dapur yang paling mudah dijumpai. University of Kentucky Cooperative Extension Service memasukkannya ke dalam daftar bahan penghilang bau, termasuk untuk keranjang cucian yang berbau.

Isi mangkuk kecil atau toples terbuka dengan soda kue, kemudian letakkan di kamar tidur, kamar mandi, atau lemari yang jarang dibuka. Anda juga bisa menaburkannya ke dalam keranjang cucian sebelum pakaian kotor dimasukkan.

Ganti isi mangkuk secara berkala, terutama bila sudah menggumpal atau kehilangan kemampuan menyerap bau. Soda kue tidak menambah wangi, sehingga bisa dipadukan dengan pengharum lain pada ruangan yang berbeda.

4. Ampas Kopi Kering

Pengharum Alami  Rumah agar Tidak  Bau Apek
Ide Pengharum Alami untuk Rumah Tertutup agar Tidak Mudah Bau Apek (AI Generated)

Ampas kopi juga tercantum sebagai bahan penyerap bau dalam panduan University of Kentucky Cooperative Extension Service, baik yang baru maupun yang sudah dipakai lalu dikeringkan. Aromanya hangat dan cukup kuat sehingga memberi kesan segar.

Keringkan ampas kopi bekas seduhan di bawah sinar matahari atau di atas nampan hingga benar-benar kering. Setelah itu, masukkan ke cangkir kecil atau kantong kain dan letakkan di rak sepatu, laci, atau sudut ruangan.

Pastikan ampas tidak lembap karena ampas basah justru mudah berjamur dan memperburuk bau. Ganti secara rutin agar aromanya tetap bersih.

5. Kulit Jeruk atau Lemon

Pengharum Alami  Rumah agar Tidak  Bau Apek
Ide Pengharum Alami untuk Rumah Tertutup agar Tidak Mudah Bau Apek (AI Generated)

Kulit jeruk, jeruk nipis, maupun lemon menyimpan aroma segar yang menyenangkan. Bahan ini mudah didapat dan sering tidak terpakai setelah buahnya diperas atau dikonsumsi.

Keringkan kulit buah di tempat teduh berangin hingga tidak lagi basah, lalu masukkan ke kantong kain berpori atau mangkuk kecil. Letakkan di lemari pakaian, kamar mandi, atau dekat jendela yang jarang dibuka.

Ganti kulit buah setiap kali aromanya memudar atau tampak berjamur. Hindari menaruhnya dalam wadah tertutup rapat karena sisa kelembapan bisa memicu jamur.

Alternatif lain, rebus kulit jeruk bersama sedikit air selama beberapa menit sampai wanginya tercium. Cara ini cocok untuk ruang tamu atau dapur, tetapi pastikan panci selalu diawasi dan kompor dimatikan setelah selesai.

6. Daun Pandan

Daun pandan sudah lama dipakai di rumah tangga Indonesia karena aromanya yang lembut dan menenangkan. Cara memakainya sangat sederhana dan murah.

Ikat beberapa lembar daun pandan segar, lalu letakkan di lemari pakaian, laci, atau dekat pintu kamar. Sebagian orang juga menaruhnya di rak sepatu atau di dalam mobil untuk memberi sentuhan wangi alami.

Ganti pandan ketika daunnya layu atau mulai berlendir agar tidak menimbulkan bau baru. Pada ruangan yang sangat lembap, gunakan daun yang sudah dikeringkan dengan cara diangin-anginkan.

Daun pandan paling cocok dipakai di ruangan kecil seperti lemari atau laci. Untuk ruangan yang lebih luas, perbanyak titik peletakan agar aromanya tersebar merata.

7. Lavender Kering atau Bunga Kering dalam Kantong Kain

Pengharum Alami  Rumah agar Tidak  Bau Apek
Ide Pengharum Alami untuk Rumah Tertutup agar Tidak Mudah Bau Apek (AI Generated)

Lavender kering banyak dipakai sebagai pengharum lemari karena aromanya bersih dan tidak menyengat. Bunga kering lain seperti mawar atau melati kering pun bisa dipilih sesuai selera.

Masukkan bunga kering ke kantong kain berpori atau kain tile, ikat rapat, lalu simpan di antara tumpukan pakaian, laci, atau di bawah bantal sofa. Remas ringan kantongnya sesekali agar aromanya muncul kembali.

Pastikan bunga benar-benar kering sebelum disimpan. Bahan yang masih lembap justru bisa membuat kantong berbau apek.

8. Cengkih dan Kayu Manis

Pengharum Alami  Rumah agar Tidak  Bau Apek
Ide Pengharum Alami untuk Rumah Tertutup agar Tidak Mudah Bau Apek (AI Generated)

Cengkih dan kayu manis termasuk rempah dapur yang aromanya hangat dan khas. Keduanya mudah ditemukan di rumah dan bisa dipakai tanpa bahan kimia.

Masukkan beberapa butir cengkih dan potongan kayu manis ke kantong kain, lalu letakkan di lemari atau laci. Cara lain, rebus rempah tersebut bersama sedikit air dalam panci kecil selama beberapa menit agar aromanya menyebar ke ruangan.

Jika memilih merebus, jangan tinggalkan kompor menyala tanpa pengawasan dan matikan api setelah wangi tercium. Hindari menaruh rempah di tempat yang bisa dijangkau anak kecil.

9. Minyak Atsiri dengan Difuser, Gunakan dengan Hati-Hati

Minyak atsiri atau essential oil sering dipakai sebagai pengharum ruangan. Namun, penggunaannya perlu hati-hati, terutama di rumah yang memiliki hewan peliharaan.

Texas A&M University College of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences mengingatkan bahwa pemilik hewan peliharaan perlu berhati-hati memakai minyak atsiri. Difuser dapat melepaskan tetesan mikro yang menempel pada bulu kucing, lalu tertelan ketika kucing menjilati bulunya.

Gunakan difuser hanya sesekali di ruangan berventilasi, jauhkan botol dari jangkauan anak dan hewan, serta konsultasikan dengan dokter hewan sebelum memakainya di rumah yang memiliki kucing. Difuser hanya menambah aroma dan tidak menghilangkan sumber lembap.

10. Jaga Ventilasi dan Sirkulasi Udara Secara Bergantian

Pengharum Alami  Rumah agar Tidak  Bau Apek
Ide Pengharum Alami untuk Rumah Tertutup agar Tidak Mudah Bau Apek (AI Generated)

Pengharum alami akan bekerja lebih baik bila udara di dalam rumah bergerak. Standar kesehatan rumah dari Kementerian Kesehatan menyebut luas ventilasi minimal sekitar 10 persen dari luas lantai, dan kekurangan ventilasi membuat kelembapan ruangan naik.

Buka jendela dan pintu secara bergantian saat siang hari yang cerah agar udara segar masuk dan uap air keluar. Kipas angin yang diarahkan ke lorong atau jendela juga membantu mengalirkan udara di ruangan yang tertutup.

Jangan membiarkan rumah tertutup rapat berhari-hari, terutama ruangan yang jarang dipakai seperti gudang atau kamar tamu. Buka lemari dan laci secara berkala supaya pakaian tidak menyerap kelembapan.

Jika rumah harus ditinggal beberapa hari, sisakan sedikit celah ventilasi yang aman dan letakkan penyerap bau seperti arang aktif atau soda kue di titik-titik yang rawan lembap. Saat kembali, buka seluruh jendela terlebih dahulu sebelum menyalakan pengharum apa pun.

Batas Kelembapan Udara Dalam Ruangan yang Disarankan

Pengharum Alami  Rumah agar Tidak  Bau Apek
Ide Pengharum Alami untuk Rumah Tertutup agar Tidak Mudah Bau Apek (AI Generated)

Mengukur kelembapan membantu menentukan apakah bau apek hanya soal pengharum atau sudah menandakan masalah lembap yang lebih besar. Berikut rentang yang disebut oleh dua lembaga rujukan.

Lembaga rujukan Rentang kelembapan relatif Keterangan
EPA (Amerika Serikat) Di bawah 60 persen, idealnya 30 sampai 50 persen Pedoman pencegahan jamur di dalam ruangan
Kementerian Kesehatan RI Sekitar 40 sampai 60 persen Standar kesehatan rumah

Bila angka di termohigrometer terus melampaui batas tersebut walau ventilasi sudah dibuka, periksa kemungkinan kebocoran atau rembesan pada dinding dan atap. Masalah kelembapan yang menetap atau jamur yang tampak jelas sebaiknya diperiksa oleh tenaga ahli bangunan.

Setelah kelembapan terkendali, sebar beberapa titik pengharum kecil di tempat yang berbeda, bukan satu titik besar di satu ruangan. Prioritaskan area yang paling sering menyimpan bau, yaitu lemari pakaian, rak sepatu, kamar mandi, dan keranjang cucian.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pengharum Alami Rumah

1. Apakah pengharum alami cukup untuk menghilangkan bau apek?

Belum tentu. EPA menyebut kunci pengendalian jamur adalah pengendalian kelembapan, sehingga sumber lembap perlu diatasi. Pengharum alami membantu menyerap atau menyamarkan bau, tetapi tidak menggantikan perbaikan penyebabnya.

2. Berapa kelembapan ideal di dalam rumah?

EPA menyarankan di bawah 60 persen dan idealnya 30 sampai 50 persen. Standar kesehatan rumah dari Kementerian Kesehatan menyebut kisaran 40 sampai 60 persen.

3. Bahan apa yang paling baik menyerap bau?

University of Kentucky Cooperative Extension Service menyebut arang aktif, soda kue, dan ampas kopi. Arang aktif dan soda kue cocok untuk lemari serta kamar, sedangkan ampas kopi kering memberi aroma hangat.

4. Apakah minyak atsiri aman untuk hewan peliharaan?

Tidak selalu. Texas A&M University College of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences mengingatkan agar pemilik hewan berhati-hati, terutama pemilik kucing, dan berkonsultasi dengan dokter hewan sebelum memakai difuser.

5. Seberapa sering bahan pengharum perlu diganti?

Tidak ada patokan tunggal. Ganti ketika aroma memudar, soda kue menggumpal, atau bahan alami seperti kulit jeruk, pandan, dan ampas kopi tampak lembap atau berjamur.

Rekomendasi