5 Kesalahan Umum yang Bikin Berat Badan Malah Naik Meski Sudah Olahraga, Penting Dipahami

Sangat penting untuk memahami dan menghindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan, meskipun kita sudah rutin berolahraga.

Rizka Nur Laily Muallifa
5 Kesalahan Umum yang Bikin Berat Badan Malah Naik Meski Sudah Olahraga, Penting Dipahami
Ilustrasi kenaikan berat badan. Credit: freepik.com (© 2025 Liputan6.com)

Banyak orang mulai menjadikan olahraga sebagai rutinitas dengan harapan dapat menurunkan berat badan dengan lebih cepat. Namun, sering kali yang terjadi justru sebaliknya—angka di timbangan tidak berubah atau bahkan meningkat. Kesalahan yang umum terjadi dan menyebabkan berat badan bertambah meski sudah berolahraga sering kali tidak disadari, karena peningkatan ini berlangsung secara perlahan. Hal ini bisa menimbulkan rasa frustrasi dan kegagalan, meskipun usaha yang dilakukan sudah maksimal.

Fenomena seperti ini bukanlah hal yang jarang terjadi, dan kerap dialami baik oleh pemula maupun oleh mereka yang sudah lama berlatih. Kesalahan-kesalahan ini bisa muncul akibat pola makan yang tidak tepat, metode latihan yang kurang efektif, atau kurangnya waktu untuk pemulihan.

Mengutip Lisa Afrilia, dkk (2024) dalam Jurnal Kesmas Jambi, kenaikan berat badan bisa terjadi dengan berbagai faktor seperti faktor internal yaitu genetik dan faktor eksternal di antaranya aktivitas fisik dan pola makan. Oleh karena itu, untuk mencapai hasil yang optimal, sangat penting untuk mengenali dan menghindari penyebab-penyebab berat badan justru meningkat meski sudah berolahraga sejak awal.

5 Kesalahan Umum yang Bikin Berat Badan Malah Naik Meski Sudah Olahraga
Ilustrasi kenaikan berat badan. Credit: freepik.com © 2025 Liputan6.com

Salah satu kesalahan yang sering terjadi dan menyebabkan peningkatan berat badan meskipun sudah berolahraga adalah terlalu menekankan pada latihan kardio. Melakukan latihan kardio secara berlebihan tanpa diimbangi dengan latihan kekuatan dapat mengakibatkan penurunan massa otot. Ketika massa otot berkurang, laju metabolisme tubuh juga akan menurun, karena otot memiliki peranan penting dalam proses pembakaran kalori. Akibatnya, tubuh akan lebih mudah menyimpan lemak.

Menurut Alodokter, “terlalu banyak melakukan latihan kardio justru akan menggerus ototmu.” Latihan beban penting untuk menjaga atau menambah massa otot agar metabolisme tetap aktif. Kombinasi kardio dan beban adalah kunci penurunan berat badan jangka panjang. Jangan abaikan kekuatan otot dalam program latihan Anda.

Ternyata Ini 5 Kebiasaan Sepele yang Bikin Perut Buncit Semakin Parah, Waspadai Mulai Sekarang
Pernah merasa perut makin buncit padahal pola makan sudah dijaga ketat? Bisa jadi penyebabnya bukan dari apa yang kamu makan saja, tetapi dari apa yang kamu rasakan juga. Oleh karena itu, Yuk © 2025 Liputan6.com

Setelah melakukan olahraga intens, banyak individu merasa berhak untuk memberikan diri mereka hadiah berupa makanan yang berlebihan. Namun, sayangnya, jumlah kalori yang berhasil dibakar selama latihan tidak sebanding dengan kalori yang masuk melalui makanan tersebut. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya surplus kalori, yang kemudian akan disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak.

Akibatnya, meskipun sudah berolahraga secara teratur, berat badan bisa meningkat. Menurut Hello Sehat, pola makan setelah berlatih merupakan salah satu penyebab utama kenaikan berat badan. Camilan yang mengandung tinggi gula atau lemak sering kali dianggap tidak berbahaya setelah sesi latihan. Oleh karena itu, penting untuk mencatat asupan kalori setiap hari dan tetap disiplin dalam memenuhi kebutuhan tubuh.

5 Kesalahan Umum yang Bikin Berat Badan Malah Naik Meski Sudah Olahraga
Ilustrasi kenaikan berat badan. Credit: freepik.com © 2025 Liputan6.com

Kurangnya waktu untuk beristirahat dapat menjadi faktor yang menyebabkan peningkatan berat badan sementara, yang sering kali disalahartikan sebagai penambahan lemak. Ketika tubuh tidak mendapatkan pemulihan yang memadai, ia dapat mengalami stres fisik dan ketidakseimbangan hormon. Akibatnya, tubuh cenderung menyimpan lebih banyak cairan, yang menyebabkan peningkatan berat badan secara tiba-tiba. Fenomena ini sering terjadi meskipun seseorang telah menjalani program latihan secara konsisten.

Solusi untuk masalah ini adalah memberikan waktu pemulihan yang cukup setelah melakukan latihan intensif. Tidur selama 6 hingga 8 jam setiap malam, menjaga hidrasi yang baik, serta menerapkan teknik relaksasi dapat memberikan manfaat yang signifikan. Penting untuk tidak meremehkan peran pemulihan dalam rutinitas kebugaran, karena hal ini berkontribusi besar terhadap hasil yang diinginkan. Dengan memperhatikan aspek pemulihan, kita dapat mencapai tujuan kebugaran secara lebih efektif.

Tanpa adanya rencana latihan yang jelas, tubuh akan mengalami kesulitan dalam beradaptasi dan meraih hasil yang diharapkan. Latihan yang tidak terencana dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya cedera dan menyulitkan pengukuran hasil. Selain itu, motivasi bisa menurun karena tidak ada indikator kemajuan yang jelas. Ini merupakan kesalahan umum yang sering kali menghambat proses penurunan berat badan. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memiliki rencana latihan mingguan demi mencapai keberhasilan dalam jangka panjang.

Program latihan yang mencakup variasi dalam intensitas dan fokus akan membantu tubuh untuk merespons dengan lebih efektif. Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk menggunakan jasa pelatih atau aplikasi olahraga sebagai panduan yang konsisten. Latihan yang terarah akan memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan hanya sekadar 'bergerak'. Dengan demikian, penting untuk menyusun rencana yang baik agar tujuan kebugaran dapat tercapai dengan lebih mudah dan efektif.

5 Kesalahan Umum yang Bikin Berat Badan Malah Naik Meski Sudah Olahraga
Ilustrasi kenaikan berat badan. Credit: freepik.com © 2025 Liputan6.com

Olahraga yang hanya dilakukan sesekali atau "musiman" tidak akan memberikan hasil yang signifikan. Tubuh butuh waktu dan konsistensi untuk menyesuaikan dan merespons latihan fisik. Banyak orang kecewa karena tidak melihat perubahan meski sudah olahraga seminggu sekali, lalu menyerah terlalu cepat.

Kunci utama keberhasilan diet adalah konsistensi, bukan intensitas sesaat. Lebih baik melakukan olahraga ringan secara rutin tiga sampai lima kali seminggu daripada latihan berat tapi hanya sebulan sekali. Gabungkan kebiasaan aktif dengan pola makan sehat untuk hasil yang benar-benar terasa dan bertahan lama.

Rekomendasi