Uni Eropa Siapkan Aturan Larangan Perangkat China di Infrastruktur Strategis
Jika larangan ini diterapkan, peralatan buatan China yang mungkin masuk dalam daftar meliputi perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, dan tablet.
Uni Eropa tengah mempersiapkan langkah untuk secara bertahap melarang penggunaan peralatan yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan China di berbagai infrastruktur penting.
Laporan dari Financial Times pada Sabtu (17/1/2026) menyebutkan bahwa jika rencana ini diterapkan, maka perangkat buatan perusahaan seperti Huawei dan ZTE akan dilarang dalam jaringan telekomunikasi, energi surya, serta perangkat pengujian sistem keamanan di wilayah Uni Eropa.
Proposal yang diperkirakan akan diajukan pada 20 Januari 2026 ini menyatakan bahwa ketentuan yang saat ini bersifat sukarela mengenai penolakan penggunaan peralatan dari perusahaan China dapat diubah menjadi wajib bagi seluruh negara anggota Uni Eropa.
Seperti yang dikutip dari laman Antara News pada Minggu (18/1), laporan tersebut juga menyoroti bahwa tenggat waktu untuk penerapan larangan ini akan bergantung pada tingkat risiko yang ditimbulkan oleh masing-masing perusahaan, sesuai dengan penilaian Uni Eropa.
Di sisi lain, industri yang terdampak oleh larangan ini mengungkapkan bahwa hingga saat ini, belum ada alternatif yang memadai untuk produk-produk asal China.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Uni Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok luar negeri, termasuk dari China dan Amerika Serikat.