Singapura bayari biaya hotel Kim Jong-un dan rombongan selama KTT

Senin, 11 Juni 2018 16:51 Reporter : Pandasurya Wijaya
Kim Jong-un bertemu PM Singapura. ©REUTERS/Edgar Su

Merdeka.com - Menteri Luar negeri Singapura Vivian Balakrishan hari ini mengatakan pemerintahnya membiayai seluruh tagihan hotel bagi rombongan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un selama menjalani pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Ini bagian dari keramahan kita kepada mereka, dan seperti yang dikatakan Ketua Kim kemarin, dia berniat pergi ke Singapura dengan atau tanpa ada KTT sekalipun," kata Balakrishnan dalam wawancara dengan BBC, seperti dilansir laman the Straits Times, Senin (11/6).

Kim Jong-un tiba di Singapura siang kemarin untuk mengadakan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump guna membahas denuklirisasi dan perdamaian.

Kim Jong-un dilaporkan menginap di hotel St Regis.

Balakrishnan menuturkan biaya menginap Kim dan rombongannya sudah termasuk dalam ongkos total KTT ini sebesar USD 20 juta atau Rp 279 miliar.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong sebelumnya mengatakan separuh dari biaya itu untuk keamanan. Sekitar USD 5 juta diketahui untuk memfasilitasi para jurnalis yang berjumlah lebih dari 2.500 orang. Biaya ini termasuk merombak Gedung Pit F1 sebagai media center internasional.

Dalam wawancara terpisah dengan BBC, Kim dikatakan sangat khawatir dengan keselamatannya selama di Singapura.

Menurut Balakrishnan, tim awal dari Korut berangkat lebih dulu ke Singapura untuk memastikan persiapan pertemuan bersejarah ini.

"Selama sepekan mereka bersama kami mereka merasa makin yakin bahwa kita serius, kita mencermati setiap detail dan itu membuat mereka yakin bahwa Singapura adalah tempat yang tepat buat pertemuan," kata dia.

Ketika ditanya apakah Kim mau ke Singapura karena di sini tidak ada orang berdemo, Balakrishnan mengatakan masalah lebih ke soal keamanan.

"Saya pikir bukan soal demo, tapi keamanan. Mereka tahu kita bisa memberikan keamanan. Dan terus terang saja, hal yang sama juga berlaku bagi Presiden Trump." [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini