Festival tahunan ini telah diwariskan lebih dari satu abad sebagai bentuk doa untuk membantu memastikan panen yang baik.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9019632/original/021382700_1783683231-1714814513721-9jv39.jpg)
Para peserta menarik sekuat tenaga saat menerbangkan layang-layang raksasa di Jepang.
Penerbangan layangan super besar ini telah melibatkan puluhan orang. Foto: REUTERS / Kim Kyung-Hoon
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9019633/original/090803400_1783683231-1714814903258-tjbv4.jpg)
Layang-layang berukuran 14,5x14,5 meter dengan berat 950 kg itu diterbangkan selama Oodako Matsuri, festival layang-layang raksasa Sagami, di Sagamihara, selatan Tokyo, Jepang 4 Mei 2024. Foto: REUTERS / Kim Kyung-Hoon
Advertisement
Advertisement
Festival Layang-Layang Raksasa Sagami ini merupakan acara adat yang diadakan di Kota Sagamihara yang berada di Prefektur Kanagawa sejak zaman Tenpou (sekitar tahun 1830) pada zaman Edo. Foto: REUTERS / Kim Kyung-Hoon
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9019634/original/017280600_1783683232-1714814922712-ksi10j.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9019635/original/067410300_1783002677-1714816469999-kz5rg.jpg)
Asosiasi Pelestarian Layang-Layang Raksasa Sagami telah mewariskan tradisi dan teknik tersebut kepada penduduk lokal Sagamihara untuk membuat dan menerbangkan beberapa layang-layang terbesar di dunia itu. Foto: REUTERS / Kim Kyung-Hoon
Layang-layang raksasa tradisional itu terbuat dari bambu dan kertas buatan tangan. Para pengrajin terlatih secara khusus membuat rangka bambu persegi hingga melengkung. Mereka kemudian merekatkan lembaran-lembaran kertas besar itu ke bingkai layangan. Foto: REUTERS / Kim Kyung-Hoon
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9019636/original/018147500_1783002678-1714816488809-9xu6c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9019637/original/070382300_1783002678-1714817064637-8guz4.jpg)
Setiap tahun Festival Layang-Layang Raksasa Sagami diadakan di empat wilayah berbeda pada tanggal 4 dan 5 Mei. Foto: REUTERS / Kim Kyung-Hoon
Advertisement
Advertisement
Peserta saat menerbangkan layang-layang terbesar berukuran 14,5 x 14,5 meter dan berat 950 kg selama Oodako Matsuri. Foto: REUTERS / Kim Kyung-Hoon
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9019638/original/087798400_1783002678-1714817105017-7wox1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9019639/original/025506200_1783002679-1714817233177-xvlvo.jpg)
Para peserta saat menyiapkan layang-layang raksasa tersebut saat akan diterbangkan selama Oodako Matsuri di Sagamihara, selatan Tokyo, Jepang 4 Mei 2024. Foto: REUTERS / Kim Kyung-Hoon

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9019631/original/064416500_1783683230-1714817376135-qgskf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316754/original/007216600_1785987240-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2093410/original/053296500_1549326962-himalaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9390704/original/082871800_1793854815-Bendera_Denmark.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376200/original/084715700_1792312230-AP26290458830942.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2804593/original/098450800_1557804466-astronaut-11080_960_720.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2405289/original/014245500_1541910595-vota.jpg)