Profil Abdul El-Sayed, Senator Muslim Pertama AS yang Menang Pemilu Sela

Abdul El-Sayed mencetak sejarah setelah memenangkan pemilihan Senat AS 2026 di Michigan. Politikus Demokrat keturunan Mesir-Amerika ini menjadi Muslim pertama yang terpilih jadi anggota Senat AS.

Cinta Najwa Fauzi
Oleh Cinta Najwa Fauzi- Reporter
Profil Abdul El-Sayed, Senator Muslim Pertama AS yang Menang Pemilu Sela
Abdul El-Sayed, politikus progresif yang memenangi pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk kursi Senat AS dari Michigan, saat berada di Majestic Theatre, Detroit, Rabu (5/8/2026). (Dok. AP Photo/Julia Demaree Nikhinson)

Abdul El-Sayed mencetak sejarah dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Sela Amerika Serikat (AS) 2026. Politikus Partai Demokrat keturunan Mesir-Amerika tersebut berhasil mengalahkan kandidat Partai Republik, Mike Rogers, dalam pemilihan anggota Senat dari negara bagian Michigan, Selasa (3/11/2026).

Kemenangan ini menjadikan El-Sayed sebagai Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Senat Amerika Serikat. Dia berhasil merebut kursi yang ditinggalkan Senator Demokrat Gary Peters, yang memutuskan untuk pensiun, seperti dilansir dari Liputan6.

Lantas, siapa sebenarnya Abdul El-Sayed? Bagaimana perjalanan karier hingga akhirnya berhasil menjadi senator Muslim pertama dalam sejarah Amerika Serikat?

Profil Abdul El-Sayed

Abdulrahman Mohamed El-Sayed atau Abdul El-Sayed merupakan politikus Partai Demokrat sekaligus mantan pejabat kesehatan masyarakat di Michigan. Lahir dan besar di wilayah tenggara Michigan, pria berusia 42 tahun ini merupakan putra dari Mohamed, seorang imigran asal Mesir.

El-Sayed tumbuh dengan menempuh pendidikan di sekolah negeri. Semasa sekolah menengah, dia aktif dalam olahraga dan pernah menjadi kapten tim sepak bola Amerika, gulat, serta lacrosse, seperti dilansir dari web Abdul for Senate.

Dia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di University of Michigan dan lulus dengan predikat kehormatan tertinggi pada 2007. Setelah itu, El-Sayed memperoleh gelar doktor di bidang kesehatan masyarakat dari University of Oxford pada 2011 melalui program beasiswa Rhodes.

Tidak berhenti di sana, dia melanjutkan pendidikan kedokteran di Columbia University dan memperoleh gelar kedokteran pada 2014. Latar belakang akademis tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya di bidang kesehatan masyarakat sebelum terjun ke dunia politik.

Pernah Kalah dalam Pemilihan Kandidat Pilgub Michigan 2018

Sebelum dikenal sebagai politikus nasional, El-Sayed lebih dahulu membangun karier di bidang kesehatan masyarakat. Pada 2015, dia ditunjuk sebagai Direktur Kesehatan Kota Detroit, kota terbesar di negara bagian Michigan.

Dalam posisi tersebut, dia bertanggung jawab mengawasi berbagai upaya untuk membangun kembali layanan kesehatan masyarakat Detroit setelah kota itu mengalami krisis keuangan.

El-Sayed menjabat hingga 2017. Setahun kemudian, dia mencoba memperluas karier politiknya dengan mencalonkan diri sebagai gubernur Michigan melalui pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada 2018. Namun, langkahnya belum berhasil. Dia kalah dari Gretchen Whitmer yang kemudian maju sebagai kandidat Partai Demokrat dan terpilih menjadi gubernur Michigan.

Meski demikian, El-Sayed tetap melanjutkan kiprahnya di sektor pemerintahan. Pada 2023 hingga 2025, dia menjabat sebagai Direktur Departemen Kesehatan, Layanan Kemanusiaan, dan Urusan Veteran Wayne County, wilayah yang juga mencakup Kota Detroit.

Kembali Bertarung pada Pemilu 2026, Kalahkan Mike Rogers

Setelah kegagalannya dalam kandidat pemilihan gubernur, El-Sayed kembali mencoba peruntungan politik dengan mencalonkan diri sebagai anggota Senat AS pada 2026. Pada Agustus 2026, dia berhasil memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat dengan mengalahkan anggota DPR AS Haley Stevens. Kemenangan tersebut mengantarkannya menjadi kandidat resmi Partai Demokrat untuk memperebutkan kursi Senat dari Michigan.

Dalam kampanyenya, El-Sayed mendapat dukungan sejumlah tokoh progresif Partai Demokrat, di antaranya Senator Bernie Sanders, anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez, serta anggota DPR dari Michigan, Rashida Tlaib. El-Sayed mengusung sejumlah agenda yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat. Salah satunya memperluas akses layanan kesehatan melalui program Medicare for All, yakni sistem layanan kesehatan universal yang dibiayai pemerintah.

Selain itu, dia berjanji memperjuangkan penurunan biaya perumahan, meningkatkan peluang ekonomi keluarga pekerja, serta mengurangi pengaruh para donatur kaya dan perusahaan besar dalam politik Amerika Serikat. Namun, perjalanan kampanyenya tidak berjalan mulus. Salah satu isu yang paling banyak memicu perdebatan adalah sikap El-Sayed terhadap Israel dan konflik Palestina.

Kritik Dukungan Militer AS ke Israel

Dalam kampanyenya, El-Sayed dikenal sebagai pengkritik keras dukungan militer Amerika Serikat kepada Israel. Dia menyebut operasi militer Israel di Jalur Gaza sebagai genosida dan menyerukan penghentian bantuan militer AS tanpa syarat kepada negara tersebut.

Menurut El-Sayed, anggaran pemerintah Amerika Serikat seharusnya lebih banyak diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, seperti layanan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga pekerja, daripada membiayai operasi militer Israel, seperti dilansir dari The Washington Post.

Sikap tersebut menjadi salah satu sumber perpecahan di internal Partai Demokrat. Dalam pemilihan pendahuluan, El-Sayed berhadapan dengan Haley Stevens yang memiliki pandangan berbeda mengenai kebijakan AS terhadap Israel. Perselisihan berlanjut hingga menjelang pemilihan umum. Pada 1 November 2026, atau dua hari sebelum pemungutan suara, Stevens secara mengejutkan menyatakan dukungan kepada kandidat Partai Republik, Mike Rogers.

Keputusan tersebut memicu kemarahan sejumlah politikus Demokrat. Sebab, Stevens sebelumnya merupakan bagian dari partai yang sama dengan El-Sayed dan baru saja dikalahkan dalam pemilihan pendahuluan. Meski demikian, dukungan Stevens kepada Rogers tidak mampu menghentikan langkah El-Sayed. Dia tetap berhasil memenangkan pemilihan Senat Michigan dan mengukir sejarah sebagai Muslim pertama yang terpilih menjadi senator AS.

Menang di Negara Bagian yang Dimenangkan Trump dalam Pilpres

Kemenangan El-Sayed juga menarik perhatian karena Michigan merupakan salah satu negara bagian yang dimenangkan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden AS 2024.

Dalam kampanye 2026, latar belakang agama El-Sayed turut menjadi sasaran serangan politik dari Trump dan sejumlah politikus Partai Republik. Mereka berulang kali mengangkat identitas Muslim El-Sayed dan mengaitkannya dengan tuduhan ekstremisme. El-Sayed membantah tuduhan tersebut. Dia menilai serangan yang mengangkat nama dan keyakinannya tidak menjawab persoalan utama yang dihadapi masyarakat Michigan, seperti mahalnya biaya hidup dan sulitnya mendapatkan layanan kesehatan.

Satu Partai dengan Mamdani, Sama-Sama Muslim dan Politik Muda Progresif

Zohran Mamdani saat berpidato dalam debat pendahuluan kandidat Wali Kota New York City dari Partai Demokrat, Rabu (4/7/2025) di New York, Amerika Serikat.
  Zohran Mamdani saat berpidato dalam debat pendahuluan kandidat Wali Kota New York City dari Partai Demokrat, Rabu (4/7/2025) di New York, Amerika Serikat. (Dok. AP/Yuki Iwamura, Pool)

Kemenangan El-Sayed juga mengingatkan publik pada keberhasilan politikus Muslim lainnya di Amerika Serikat, yakni Zohran Mamdani. Mamdani lebih dahulu mencetak sejarah setelah memenangkan pemilihan wali kota New York pada November 2025. Dia kemudian resmi dilantik sebagai Wali Kota New York ke-112 pada 1 Januari 2026, sekaligus menjadi Muslim pertama yang menduduki jabatan tersebut.

Politikus berusia 34 tahun itu berasal dari Partai Demokrat dan dikenal sebagai penganut paham sosialisme demokratis. Mamdani merupakan keturunan Asia Selatan yang lahir di Uganda dari keluarga berdarah India. Sementara itu, El-Sayed merupakan putra imigran Mesir yang lahir dan besar di Michigan. Keduanya sama-sama beragama Islam dan dikenal membawa agenda politik muda progresif dengan menitikberatkan pada kesejahteraan masyarakat.

Mamdani dan El-Sayed juga sama-sama vokal mengkritik kebijakan Israel terhadap Palestina serta dukungan militer Amerika Serikat kepada negara tersebut. Keduanya mendorong agar kebijakan dan anggaran pemerintah lebih mengutamakan kebutuhan masyarakat, mulai dari layanan kesehatan hingga keterjangkauan biaya hidup.

Kemenangan El-Sayed setelah Mamdani lebih dahulu menjadi wali kota menandai babak baru keterwakilan Muslim dalam politik Amerika Serikat. El-Sayed sendiri dijadwalkan mulai menjalankan tugasnya sebagai senator ketika Kongres baru bersidang pada Januari 2027. Kehadirannya di Senat juga menjadi sorotan karena perjalanan politiknya diwarnai persaingan internal Partai Demokrat, kontroversi kebijakan luar negeri, hingga serangan politik yang menyinggung latar belakang agamanya.

Rekomendasi