Partai Demokrat meraih kemenangan besar dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) dan mengambil alih kendali Kongres. Kondisi ini terjadi meski secara historis partai yang berkuasa kerap menghadapi tantangan di pemilu paruh waktu, menurut BBC.
Besarnya kekalahan Partai Republik kali ini dinilai sebagai penolakan tegas pemilih terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden Donald Trump di Gedung Putih. Selain faktor ekonomi, dinamika kebijakan luar negeri hingga merosotnya dukungan terhadap Trump ikut mewarnai hasil tersebut, sebagaimana dicatat BBC.
Setidaknya ada lima faktor utama yang dinilai mendorong hasil ini. Pertama, tekanan biaya hidup. Seorang pemilih di North Carolina mengatakan kepada BBC bahwa ia beralih dari Partai Republik ke Demokrat karena harga bahan bakar, bahan makanan, dan kebutuhan lain terus menanjak.
Data menunjukkan harga-harga naik 3,7 persen dalam setahun hingga September, terutama dipicu kenaikan harga bahan bakar dan energi. Harga rata-rata ritel diesel di AS pada awal Oktober hampir menyentuh rekor USD6,52 per galon yang tercatat pada September.
Hasil jajak pendapat pemilih menunjukkan hampir delapan dari 10 responden (79 persen) menyebut inflasi menyebabkan kesulitan ekonomi berat atau sedang bagi mereka dan keluarga dalam setahun terakhir. Lebih dari enam dari 10 responden menyalahkan Trump karena menilai kebijakannya membuat harga kebutuhan lebih tinggi dari biasanya.
Kedua, perang dengan Iran yang tidak populer dan ikut mengerek harga. AS dan Israel melancarkan operasi pada Februari, diikuti langkah Teheran yang secara efektif menutup Selat Hormuz sebagai balasan, menghambat salah satu jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dunia. Dampaknya masih dirasakan pemilih melalui lonjakan harga bahan bakar.
Di sisi lain, keterlibatan AS dalam konflik tersebut luas dipandang tidak populer. Bagi sebagian pendukung gerakan MAGA (Make America Great Again), hal itu dinilai bertentangan dengan janji kampanye Trump tentang agenda America First dan janji sebelumnya bahwa tidak akan ada lagi perang.
Jajak pendapat menunjukkan sekitar 63 persen responden menilai keputusan AS melakukan aksi militer terhadap Iran adalah keputusan yang salah. Terpisah, 74 persen pemilih menyebut konflik tersebut menjadi faktor penting atau sangat penting dalam menentukan pilihan mereka untuk anggota Kongres.
Sehari setelah pemilu, Trump mengakui perang dengan Iran turut berperan dalam kekalahan Partai Republik. Namun dalam wawancara dengan Fox News, ia tetap bersikeras AS tidak memiliki pilihan lain selain melakukan intervensi untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Advertisement
3. Strategi Pesan Demokrat di Pemilu Sela AS
Gelombang kemenangan Demokrat didukung barisan kandidat kuat yang membangun citra autentik, termasuk di wilayah yang secara tradisional menjadi basis Partai Republik. Mereka konsisten mengangkat isu biaya hidup dan akses layanan kesehatan sebagai poros pesan kampanye.
Di Texas dan Kansas, misalnya, mantan guru James Talarico dan pendeta Adam Hamilton membicarakan keyakinan agama mereka dengan pendekatan yang mendapat respons positif dari pemilih. Di South Carolina, mantan dokter anak Annie Andrews menciptakan kejutan lewat kemenangan dengan menjadikan keterjangkauan layanan kesehatan sebagai fokus kampanye, merespons pandangan luas bahwa sistem kesehatan AS bermasalah.
Adapun mantan pejabat kesehatan masyarakat Abdul El-Sayed menang di Michigan dan mempertahankan kursi untuk Demokrat dengan slogan utama mengeluarkan uang dari politik dan mengembalikannya ke kantong masyarakat. Senator Demokrat Jon Ossoff kembali menang di Georgia, mengusung biaya hidup dan korupsi sebagai pesan utama.
Kemenangan meyakinkan Ossoff—politikusa berusia 39 tahun—di negara bagian yang dua kali dimenangkan Trump memunculkan spekulasi terkait kemungkinan pencalonannya pada pemilihan presiden 2028. Bahkan Trump mengakui keberhasilan strategi lawan; dalam wawancara dengan Fox News, ia memuji Partai Demokrat dengan menyebut mereka telah melakukan pekerjaan yang baik.
Di sisi lain, sejumlah kandidat Partai Republik, seperti Ken Paxton di Texas, menuai kritik karena dinilai menjalankan kampanye yang kurang fokus pada persoalan yang benar-benar menjadi perhatian pemilih.
Advertisement
5. Pemilih Hispanik dan Kulit Hitam Kembali Beralih ke Demokrat
Dua tahun lalu, pergeseran dukungan sebagian pemilih Hispanik dan kulit hitam ke Partai Republik membantu Trump meraih kemenangan besar dalam pemilihan presiden. Tren itu tampak berbalik dalam pemilu sela kali ini.
Demokrat memenangkan ketiga persaingan kursi DPR di distrik kongres sepanjang perbatasan Texas–Meksiko yang mayoritas penduduknya Hispanik. Analisis The New York Times menunjukkan wilayah dengan mayoritas Hispanik bergeser lebih dari 22 poin persentase menjauhi kandidat Partai Republik dalam pemilihan Senat, dibandingkan hasil pemilihan presiden 2024.
Menurut reporter data Jeff Adelson, perubahan tersebut lebih besar dibandingkan pergeseran dukungan kelompok demografi utama lainnya. Pergeseran ini berlangsung di tengah meluasnya kemarahan masyarakat terhadap kebijakan penegakan imigrasi.
Berdasarkan data Pew Research Center, sebanyak 56 persen warga Amerika memiliki pandangan negatif terhadap ICE (Immigration and Customs Enforcement), lembaga yang bertanggung jawab atas penegakan hukum imigrasi. Sementara itu, wilayah berpenduduk mayoritas kulit hitam juga menunjukkan pergeseran signifikan ke kandidat Demokrat dalam pemilihan Senat.
Persaingan kursi Senat di Mississippi bahkan berlangsung ketat. Negara bagian tersebut memiliki proporsi pemilih kulit hitam terbesar di AS, sekitar 37 persen. Jika Scott Colom berhasil menang, ia akan menjadi politikus Demokrat pertama yang terpilih sebagai senator dari Mississippi sejak 1982.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4991280/original/076615400_1730769791-20241105-Pemilu_AS-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320652/original/000573200_1786361389-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402117/original/027535500_1762237566-AP25306524115089.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546390/original/066861500_1775294100-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316786/original/087225900_1785989372-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2405289/original/014245500_1541910595-vota.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567303/original/005078600_1777274692-dinesh-bhusal-ipxrJXeKzn4-unsplash.jpg)