Iran Makin Garang ke AS-Israel, Tingkatkan Serangan Balasan Sasar Titik Strategis Militer

Iran makin garang. Tingkatkan serangan balasan ke titik strategis milik AS-Israel. Fokus aset militer.

Khairisa Ferida
Oleh Khairisa Ferida - Reporter
Iran Makin Garang ke AS-Israel, Tingkatkan Serangan Balasan Sasar Titik Strategis Militer
Serangan ini merupakan balasan langsung atas serangan udara skala besar yang dilakukan oleh militer Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran dan wilayah Iran lainnya pada Sabtu 28 Feb (© 2026 Liputan6.com)

Iran meningkatkan eskalasi serangan balasan ke AS-Israel. Kini menyarasar titik strategis yang dimiliki keduanya.

Yakni fokus pada aset militer AS-Israel di Asia Barat, Selasa (3/3).

Operasi ini merupakan bagian dari serangan balasan yang sedang berlangsung dalam eskalasi konflik di kawasan, melibatkan berbagai cabang angkatan bersenjata Iran, termasuk Pasukan Dirgantara dan Pasukan Darat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Angkatan Laut IRGC (IRGC-N), serta unit-unit dari Angkatan Darat Republik Islam Iran (Artesh). Demikian seperti dikutip dari Al Mayadeen.

Salah satunya targetkan pangkalan Korps Marinir AS di Camp Arifjan, Kuwait. Serangan yang disebut sebagai operasi gabungan drone dan rudal, militer Iran menembakan 10 drone ke titik tersebut.

Iran memperkirakan bahwa lebih dari 160 marinir AS berada di lokasi saat serangan terjadi, dan penilaian awal menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 100 korban akibat serangan itu. Namun, hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah AS mengenai jumlah korban yang terlibat dalam insiden tersebut.

Pada saat fajar di hari yang sama, Iran juga melaksanakan operasi drone dan rudal berskala besar terhadap Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain.

Dalam serangan ini, sebanyak 10 lokasi strategis dilaporkan menjadi sasaran, termasuk pusat komando dan kendali udara, depot bahan bakar pesawat, serta tempat tinggal yang digunakan oleh para komandan senior militer AS.

Iran mengumumkan bahwa radar sistem pertahanan rudal THAAD kedua di Asia Barat, yaitu radar AN/TPY2 yang terletak di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar, berhasil dihantam rudal presisi sehingga tidak lagi berfungsi. Sumber Iran juga menambahkan bahwa radar THAAD di Al-Ruwais, Uni Emirat Arab, telah dihancurkan sehari sebelumnya.

Drone Israel Ditembak Jatuh di Wilayah Iran

Harga Avtur Melonjak Dampak Perang, Maskapai Asia Naikkan Tarif Tiket Pesawat
Ilustrasi maskapai Singapore Airlines. (dok. Instagram @singaporeairid/https://www.instagram.com/p/B8yWUHCAcp8/Dinny Mutiah) © 2026 Liputan6.com

Di wilayah udara Iran, sistem pertahanan udara IRGC dilaporkan telah berhasil menembak jatuh sebuah drone Hermes milik Israel di atas Khorramabad. Selain itu, mereka juga berhasil mencegat dan menangkap sebuah drone Hermes-900 yang dilengkapi dengan sistem peperangan elektronik dalam kondisi utuh. Secara terpisah, unit pertahanan udara Artesh berhasil menembak jatuh tujuh drone tambahan milik Israel. Dengan demikian, total drone yang ditembak jatuh selama konfrontasi yang sedang berlangsung telah mencapai sedikitnya 35 unit, baik dari Israel maupun AS.

Operasi Drone di Irak dan Serangan di Samudra Hindia

Di Irak, Pasukan Darat IRGC meluncurkan 30 drone ke posisi kelompok bersenjata separatis di Kurdistan Irak. Menurut pernyataan pihak Iran, kelompok tersebut tengah merencanakan operasi infiltrasi ke wilayah Iran. Di sisi lain, Angkatan Laut IRGC mengklaim telah menargetkan sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS dengan menggunakan rudal jelajah Qadr-360 dan Talaeiyeh. Berdasarkan keterangan IRGC-N, kapal perusak tersebut sedang melakukan operasi pengisian bahan bakar di Samudra Hindia, sekitar 650 kilometer dari pantai Iran, ketika serangan tersebut terjadi. IRGC-N melaporkan bahwa rudal tersebut berhasil menghantam kapal perusak serta kapal pengisian bahan bakar milik Angkatan Laut AS, yang mengakibatkan kebakaran di kedua kapal tersebut.

Serangan IRGC ke Target Israel

Pada Selasa malam, Pasukan Dirgantara IRGC melaksanakan serangan rudal dan drone yang mereka sebut sebagai "serangan efektif" terhadap wilayah tengah dan utara Palestina yang diduduki oleh Israel. Serangan ini merupakan gelombang ke-17 dari operasi yang dinamakan "Operation True Promise 4". Dalam pernyataannya, IRGC menyebutkan bahwa serangan tersebut ditujukan ke markas besar staf umum militer Israel serta kompleks kementerian keamanan yang berada di HaKirya. Selain itu, infrastruktur di kota Bnei Brak juga menjadi sasaran, di mana target militer tambahan dilaporkan berada di Petah Tikva, timur laut Tel Aviv, serta sebuah pusat militer di wilayah Al-Jalil Barat.

Korban Klaim dari Pihak Israel

Iran Perluas Serangan Balasan terhadap Target Strategis AS dan Israel
Serangan ini merupakan balasan langsung atas serangan udara skala besar yang dilakukan oleh militer Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran dan wilayah Iran lainnya pada Sabtu 28 Feb © 2026 Liputan6.com

Berdasarkan analisis intelijen dan pengamatan di lapangan yang dirilis oleh IRGC, lebih dari 680 tentara Israel dilaporkan telah tewas atau mengalami luka sejak awal konflik yang berlangsung saat ini. IRGC menekankan bahwa adanya kelemahan teknis serta penurunan efektivitas sistem pertahanan udara berlapis yang dimiliki Israel telah memberikan kesempatan bagi rudal dan drone Iran untuk menembus jauh ke dalam wilayah yang diduduki, sehingga dapat menyerang target dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan, IRGC menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran akan terus melaksanakan operasi yang terencana untuk melemahkan infrastruktur militer Israel. Iran juga menekankan komitmennya untuk melanjutkan tindakan tersebut hingga apa yang mereka sebut sebagai "tumor kanker" benar-benar dihilangkan dari kawasan tersebut.

Rekomendasi