Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) merampungkan penghitungan kebutuhan pembiayaan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pendidikan gratis hingga perguruan tinggi negeri (PTN).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyebut kalkulasi dilakukan untuk memperoleh standar kebutuhan biaya per mahasiswa di seluruh PTN sebagai dasar perumusan kebijakan.
"Bapak Presiden sebenarnya pernah memerintahkan kami beberapa waktu lalu untuk melakukan kajian mengenai hal ini. Kami sudah mulai menghitung juga bagaimana kebutuhan yang standar per mahasiswa untuk seluruh PTN. Kita sudah kalkulasi," kata Brian, Selasa (22/9/2026).
Selain menghitung kebutuhan biaya per mahasiswa, Kemdiktisaintek juga memetakan kondisi masing-masing PTN, termasuk kebutuhan perguruan tinggi dan jumlah mahasiswa. Pemetaan ini diperlukan agar kebutuhan pembiayaan terlihat secara menyeluruh.
Hasil penghitungan dan pemetaan tersebut akan dilaporkan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan skema serta tahapan penerapan kebijakan kuliah gratis di PTN.
Advertisement
Penerapan Bisa Bertahap
Brian menjelaskan pemerintah akan menilai kemungkinan penerapan kebijakan secara langsung apabila seluruh prasyarat terpenuhi. Jika belum memadai, opsi pelaksanaan bertahap disiapkan.
"Nanti tentu pada kesempatan pertama kami akan melaporkan kepada Bapak Presiden hitungan-hitungan kebutuhan untuk dapat menggratiskan seluruh PTN. Barangkali tentu juga kita akan melihat pentahapannya seperti apa, jika memang dapat langsung baik, tapi jika belum memadai atau belum memungkinkan kami juga akan membuat tahapan-tahapannya tahun 2027 bagaimana, 2028, hingga 2029. Ini yang sedang kami lakukan," ujarnya.
Dia menambahkan, penghitungan dan pemetaan terus dilengkapi untuk memastikan kebijakan berbasis data yang kuat. Pemerintah juga mempertimbangkan keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan di PTN, tidak hanya aspek biaya pendidikan mahasiswa.
Dalam kerangka memperluas akses pendidikan tinggi, Kemdiktisaintek mengevaluasi berbagai dukungan yang telah berjalan, termasuk Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), agar tetap efektif menyasar penerima yang membutuhkan.
Berbagai opsi disiapkan untuk memastikan kelompok ekonomi tidak mampu tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
"Intinya, kita ingin optimal dan kita ingin memastikan akses perguruan tinggi itu semuanya bisa diikuti oleh mereka-mereka yang memang tidak mampu," tutur Brian.