Transportasi umum dan kegiatan bisnis secara bertahap telah kembali berfungsi normal setelah operasi penegakan hukum yang mengakibatkan tewasnya Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, yang lebih dikenal sebagai "El Mencho", pemimpin kartel narkoba Jalisco Generasi Baru (CJNG).
Kejadian tersebut terjadi pada 22 Februari 2026 di Tapalpa, Jalisco, Meksiko. Informasi ini disampaikan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) melalui situs web-nya.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa (24/2), mereka menyatakan, "Warga negara AS saat ini tidak lagi dianjurkan untuk berlindung di tempat."
Selain itu, jadwal penerbangan di ibu kota negara bagian Jalisco, Guadalajara, telah kembali normal. Di Puerto Vallarta, sejumlah maskapai bahkan menambah penerbangan ekstra pada 24 Februari untuk memenuhi kebutuhan penumpang.
Kedua bandara tersebut dilaporkan dalam keadaan aman dan semua fasilitas telah tersedia untuk para pelancong.
Kedubes AS juga menambahkan bahwa hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai penutupan jalan yang dikeluarkan oleh otoritas setempat.
Namun, beberapa ruas jalan di Negara Bagian Jalisco, termasuk jalur yang menghubungkan Guadalajara dan Puerto Vallarta, masih belum sepenuhnya dibuka kembali.
Advertisement
Puluhan Aparat Tewas
Kematian "El Mencho" telah menyebabkan terjadinya gelombang kekerasan yang terorganisir di berbagai daerah di Meksiko, yang mengakibatkan aksi narcoblockade (pemblokiran jalan oleh kelompok kriminal) di setidaknya 20 negara bagian.
Keadaan keamanan mengalami penurunan yang drastis, terutama di kota-kota besar seperti Guadalajara dan Puerto Vallarta, yang merupakan pusat utama di wilayah barat Meksiko.
Menurut laporan BBC, peningkatan kekerasan yang terjadi ditandai dengan pembakaran kendaraan, pemblokiran jalan raya, serta serangan terhadap aparat keamanan.
Dalam serangkaian kerusuhan tersebut, dilaporkan sedikitnya 74 orang tewas, termasuk 25 anggota Garda Nasional Meksiko.
Untuk mengatasi situasi ini, pihak berwenang Meksiko segera mengerahkan pasukan tambahan guna mengendalikan keadaan dan memulihkan ketertiban di daerah-daerah yang terkena dampak.
Peristiwa ini dianggap sebagai salah satu eskalasi keamanan terbesar dalam beberapa tahun terakhir, mengingat luasnya wilayah yang terpengaruh serta tingkat koordinasi dalam aksi kekerasan yang terjadi.