Uni Emirat Arab dilaporkan tengah berupaya mengambil alih kendali penuh atas urusan sipil di Jalur Gaza, Palestina dengan dukungan Israel, sebagai bagian dari transisi menuju fase kedua perjanjian gencatan senjata. Hal ini diungkapkan dalam laporan media Israel.
Channel 12 Israel pada Minggu malam melaporkan bahwa UEA dalam beberapa pekan terakhir telah menggelar pembicaraan dengan Amerika Serikat dan Israel terkait pengelolaan urusan sipil di Gaza.
Dilansir Middle East Monitor, Senin (2/2), menurut laporan tersebut, Abu Dhabi berambisi mengawasi seluruh urusan sipil di wilayah itu dan berencana menginvestasikan dana hingga miliaran dolar AS di Gaza. Dalam skema yang diusulkan, beberapa miliar dolar akan ditransfer segera, sementara investasi tambahan akan menyusul pada tahap berikutnya.
Advertisement
Mengelola Seluruh Pasar
Channel 12 menyebutkan bahwa kesepakatan antara kedua pemerintah saat ini sedang disusun, meski detailnya masih memerlukan persetujuan Israel. Namun, draf awal perjanjian telah saling dipertukarkan, dan Israel disebut mendukung inisiatif tersebut.
Laporan itu juga menambahkan bahwa UEA berniat mengelola seluruh pasar dan aktivitas perdagangan di Gaza. Pasukan keamanan bersenjata akan dikerahkan untuk melindungi pusat-pusat logistik yang direncanakan dibangun di berbagai wilayah Jalur Gaza.
Selain pasukan keamanan UEA, perusahaan keamanan swasta asal Amerika Serikat juga akan beroperasi di Gaza, demikian isi laporan tersebut.
UEA juga berencana membeli seluruh barang yang masuk ke Gaza dari Israel serta menggunakan kontraktor Israel. Pusat-pusat distribusi yang ada akan ditingkatkan menjadi hub logistik, dari mana barang-barang akan disalurkan ke sektor swasta di dalam Jalur Gaza.