FOTO: Hari Pertama Konklaf, Asap Hitam Mengepul Penanda Paus Baru Belum Terpilih

Pelaksanaan konklaf ini menarik perhatian ribuan umat Katolik dan wisatawan dari berbagai negara yang memadati Lapangan Santo Petrus, Vatikan.

Helmi Fithriansyah
Oleh Helmi Fithriansyah - Reporter
FOTO: Hari Pertama Konklaf, Asap Hitam Mengepul Penanda Paus Baru Belum Terpilih
Asap hitam mengepul dari cerobong asap Kapel Sistina yang menandakan bahwa para kardinal gagal memilih paus baru dalam pemungutan suara pertama konklaf di Vatikan pada 7 Mei 2025. (Alberto PI (© 2025 Liputan6.com)

Hari pertama Konklaf 2025 ditutup dengan kepulan asap hitam dari cerobong Kapel Sistina pada Rabu (7/5/2025) malam waktu setempat. Asap hitam tersebut menandakan bahwa belum ada keputusan dalam putaran pertama pemungutan suara untuk memilih Paus baru, pengganti Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025.

Pelaksanaan konklaf ini menarik perhatian ribuan umat Katolik dan wisatawan dari berbagai negara yang memadati Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Mereka berharap dapat menyaksikan secara langsung momen bersejarah pemilihan Paus baru. Mereka menanti tanda visual berupa warna asap dari cerobong Kapel Sistina sebagai penentu hasil pemilihan.

Sebanyak 133 kardinal dari seluruh dunia telah berkumpul di Kapel Sistina, yang terletak di dalam kompleks Istana Apostolik, untuk melaksanakan proses konklaf yang bersifat tertutup dan rahasia. Dalam tradisi Gereja Katolik, konklaf adalah pertemuan khusus para kardinal untuk memilih Uskup Roma atau Paus, pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia.

Proses pemilihan dilakukan secara rahasia, dan setiap hasil pemungutan suara akan ditandai melalui asap yang keluar dari cerobong kapel: asap putih menandakan Paus baru telah terpilih, sementara asap hitam menandakan belum tercapainya kesepakatan di antara para kardinal.

Hari Pertama Konklaf, Asap Hitam Mengepul Penanda Paus Baru Belum Terpilih

Kepulan Asap Hitam Tandai Berakhirnya Hari Pertama Konklaf Pemilihan Paus Baru
Asap hitam mengepul dari cerobong asap Kapel Sistina yang menandakan bahwa para kardinal gagal memilih paus baru dalam pemungutan suara pertama konklaf di Vatikan pada 7 Mei 2025. (Alberto PIZZOLI/AFP) © 2025 Liputan6.com

Asap hitam mengepul dari cerobong asap Kapel Sistina yang menandakan belum ada keputusan dalam putaran pertama pemungutan suara untuk memilih Paus baru dalam Konklaf di Vatikan, pada 7 Mei 2025. (Alberto PIZZOLI/AFP)

Kepulan Asap Hitam Tandai Berakhirnya Hari Pertama Konklaf Pemilihan Paus Baru
Pelaksanaan konklaf untuk memilih paus baru pengganti Paus Fransiskus yang tutup usia pada 21 April 2025 memantik ribuan orang dari berbagai negara berdatangan ke lapangan Santo Petrus di Vatikan, pada 7 Mei 2025. (Gabriel BOUYS/AFP) © 2025 Liputan6.com

Pelaksanaan konklaf ini menarik perhatian ribuan umat Katolik dan wisatawan dari berbagai negara yang memadati Lapangan Santo Petrus, Vatikan. (Gabriel BOUYS/AFP)

Kepulan Asap Hitam Tandai Berakhirnya Hari Pertama Konklaf Pemilihan Paus Baru
Ribuan orang berkerumun menanti dan berharap bisa melihat langsung warna asap yang menandakan hasil konklaf pemilihan paus baru dari lapangan Santo Petrus, Vatikan. (Stefano Rellandini/AFP) © 2025 Liputan6.com

Mereka berharap dapat menyaksikan secara langsung momen bersejarah pemilihan Paus baru. (Stefano Rellandini/AFP)

Kepulan Asap Hitam Tandai Berakhirnya Hari Pertama Konklaf Pemilihan Paus Baru
Sebelumnya, 133 kardinal dari seluruh penjuru dunia telah berkumpul di Kapel Sistina untuk melaksanakan konklaf memilih paus baru pengganti Paus Fransiskus yang tutup usia pada 21 April 2025. (Dimitar DILKOFF/AFP) © 2025 Liputan6.com

Mereka menanti tanda visual berupa warna asap dari cerobong Kapel Sistina sebagai penentu hasil pemilihan. (Dimitar Dilkoff/AFP)

Kepulan Asap Hitam Tandai Berakhirnya Hari Pertama Konklaf Pemilihan Paus Baru
Konklaf merupakan pertemuan Dewan Kardinal yang bersifat tertutup dan rahasia untuk memilih Paus, yang merupakan Uskup Roma sekaligus pemimpin Gereja Katolik sedunia. (Gabriel BOUYS/AFP) © 2025 Liputan6.com

Sebanyak 133 kardinal dari seluruh dunia telah berkumpul di Kapel Sistina, yang terletak di dalam kompleks Istana Apostolik, untuk melaksanakan proses konklaf yang bersifat tertutup dan rahasia. (Gabriel Bouys/AFP)

Menguak Rahasia Asap Hitam dan Putih Konklaf, Sains di Balik Pemilihan Paus Baru
Keluarnya asap putih menandakan bahwa Paus baru telah terpilih, sementara jika hitam berarti pemilihan belum menghasilkan keputusan. (Alberto PIZZOLI/AFP) © 2025 Liputan6.com

Dalam tradisi Gereja Katolik, konklaf adalah pertemuan khusus para kardinal untuk memilih Uskup Roma atau Paus, pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia. (Andrej ISAKOVIC/AFP)

Kepulan Asap Hitam Tandai Berakhirnya Hari Pertama Konklaf Pemilihan Paus Baru
Selama konklaf, para kardinal akan melakukan pemungutan suara secara rahasia dan tertutup. (JEFF PACHOUD/AFP) © 2025 Liputan6.com

Proses pemilihan dilakukan secara rahasia, dan setiap hasil pemungutan suara akan ditandai melalui asap yang keluar dari cerobong kapel: asap putih menandakan Paus baru telah terpilih. (JEFF PACHOUD/AFP)

Kepulan Asap Hitam Tandai Berakhirnya Hari Pertama Konklaf Pemilihan Paus Baru
Para kardinal akan terpisah dari dunia luar selama masa pemilihan berlangsung. (Stefano Rellandini/AFP) © 2025 Liputan6.com

Sementara, asap hitam menandakan belum tercapainya kesepakatan di antara para kardinal. (Stefano Rellandini/AFP)

Kepulan Asap Hitam Tandai Berakhirnya Hari Pertama Konklaf Pemilihan Paus Baru
Keluarnya asap putih menandakan bahwa Paus baru telah terpilih, sementara jika hitam berarti konklaf belum menghasilkan keputusan. (Alberto PIZZOLI/AFP) © 2025 Liputan6.com

Asap hitam mengepul dari cerobong asap Kapel Sistina yang menandakan belum ada keputusan dalam putaran pertama pemungutan suara untuk memilih Paus baru dalam Konklaf di Vatikan, pada 7 Mei 2025. (Alberto Pizzoli/AFP)

Rekomendasi