Marah Tak Terima Gencatan Senjata, Pemukim Yahudi Israel Bakar Rumah dan Mobil Warga Palestina di Tepi Barat

Anggota gerakan pemukim Israel dan para pemimpin mereka menolak perjanjian gencatan senjata dan mereka tetap memilih perang berlanjut.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Marah Tak Terima Gencatan Senjata, Pemukim Yahudi Israel Bakar Rumah dan Mobil Warga Palestina di Tepi Barat
Marah Tak Terima Gencatan Senjata, Pemukim Yahudi Israel Bakar Rumah dan Mobil Warga Palestina di Tepi Barat (Merdeka.com)

Sejumlah pemukim Yahudi Israel menyerbu beberapa daerah Palestina di Tepi Barat pada Minggu (19/1), menunjukkan kemarahan karena tidak setuju dengan adanya gencatan senjata di Jalur Gaza dan pembebasan tawanan Palestina dari penjara-penjara Israel.

Para pemukim Israel di Tepi Barat juga berusaha mengganggu upaya pembebasan tahanan Palestina di penjara-penjara dan pusat penahanan Israel, di mana para tahanan Palestina kerap disiksa dan diperkosa.

Dikutip dari The Cradle, Selasa (21/1), para pemukim ini dikawal tentara Israel saat merusak mobil-mobil warga Palestina dan menutup sejumlah jalan utama di Turmus Ayy, Atara, Ein Siniya, Ein Ayoub, Qalqilya, dan Jaba pada Minggu (19/1) malam.

Di Sinjil, mereka membakar dua rumah dan empat kendaraan, seperti dilaporkan kantor berita WAFA.

Rekaman yang dirilis di media sosial menunjukkan pemukim Israel melemparkan batu dan bom molotov saat melakukan penyerangan.

Anggota gerakan pemukim Israel dan para pemimpin mereka, termasuk Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menolak perjanjian gencatan senjata dan mereka tetap ingin perang berlanjut.

Sebelum gencatan senjata, Menteri Urusan Militer Israel, Israel Katz membebaskan 16 pemukim yang ditahan karena terlibat dalam penyerangan terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Pada Minggu (19/1) malam, Kementerian Kesehatan Palestina mengungkapkan, tentara Israel menembak dan membunuh bocah 14 tahun, Ahmad Rashid Rushdi di kota Sebastia dekat Nabus, Tepi Barat utara.

Rekomendasi