China Ancam Kanada Jangan Beri Suaka ke Warga Hong Kong yang Ikut Unjuk Rasa

China mengancam Kanada jangan memberi suaka kepada warga Hong Kong yang ikut demo besar tahun lalu.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
China Ancam Kanada Jangan Beri Suaka ke Warga Hong Kong yang Ikut Unjuk Rasa
Aksi demo di Hong Kong. ©AFP/DALE DE LA REY

Diplomat China, Cong Peiwu, pada Kamis memperingatkan Kanada agar jangan memberikan suaka kepada pengunjuk rasa pro demokrasi Hong Kong. Cong mengatakan, itu dapat membahayakan “kesehatan dan keselamatan” warga Kanada yang tinggal di pusat keuangan China Selatan.

Cong menanggapi laporan ada pasangan Hong Kong yang ikut unjuk rasa besar tahun lalu diberikan status pengungsi. Keputusan penting tersebut membuat kemungkinan warga Hong Kong lainnya akan diberikan perlindungan di Kanada, yang telah muncul sebagai tujuan utama bagi mereka yang melarikan diri dari tindakan keras Beijing.

“Kami sangat mendesak pihak Kanada untuk tidak memberikan apa yang disebut suaka politik kepada para penjahat kekerasan di Hong Kong karena itu adalah campur tangan dalam urusan dalam negeri China, dan tentu saja itu akan membesarkan hati para penjahat kejam itu,” jelasnya dalam sebuah video konferensi pers, dikutip dari AFP, Jumat (16/10).

“Jadi, jika pihak Kanada benar-benar peduli dengan stabilitas dan kemakmuran di Hong Kong, serta benar-benar peduli dengan kesehatan dan keselamatan 300.000 pemegang paspor Kanada di Hong Kong, dan sejumlah besar perusahaan Kanada yang beroperasi di Hong Kong, Anda harus mendukung upaya untuk memerangi kejahatan dengan kekerasan,” lanjutnya.

Namun pernyataan tersebut memicu teguran Menteri Luar Negeri Kanada, Francois-Philippe Champagne yang menggambarkan komentar Cong “sama sekali tidak dapat diterima dan mengganggu”. Hal ini semakin meningkatkan ketegangan antara kedua negara.

“Saya telah menginstruksikan (Kementerian) Urusan Global memanggil duta besar untuk menjelaskan dengan tegas bahwa Kanada akan selalu membela hak asasi manusia dan hak warga Kanada di seluruh dunia,” jelasnya dalam sebuah pernyataan yang disiarkan Globe and Mail dan biro berita lainnya.

Ketika ditanya wartawan apakah komentar terakhir itu merupakan ancaman, Cong menjawab “Itu interpretasi Anda”.

Pada Selasa lalu, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga mengecam Beijing atas apa yang dia katakan sebagai "diplomasi koersif" serta tindakan keras yang sedang berlangsung di Hong Kong dan Muslim Uighur di Xinjiang.

Cong membantah pernyataan Trudeau pada konferensi persnya, dan mengatakan “tidak ada diplomasi paksaan di pihak China, masalah Hong Kong dan masalah Xinjiang bukanlah tentang masalah hak asasi manusia, namun murni tentang urusan dalam negeri China yang tidak melibatkan campur tangan dari luar”.

China dan Kanada menandai 50 tahun hubungan diplomatik, tetapi hubungan anjlok setelah penangkapan Kanada atas Meng Wanzhou, kepala keuangan telekomunikasi China Huawei dan putri pendirinya.

Reporter Magang: Galya Nge

Rekomendasi