Demo Ahok berujung rusuh, Jokowi batalkan kunjungan ke Australia

Aksi demo yang berujung ricuh menjadi perhatian Presiden Jokowi, karenanya dia memilih untuk membatalkan kunjungannya ke Australia. Jokowi sudah meminta maaf atas pembatalan ini, dan menugaskan Menlu Retno untuk menjadwalkan kembali pertemuan dengan Negeri Kanguru.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Demo Ahok berujung rusuh, Jokowi batalkan kunjungan ke Australia
Jokowi terima kunjungan PM Australia. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Aksi demonstrasi 4 November menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berujung ricuh. Hal ini tentunya mengambil perhatian Presiden Joko Widodo.

Akibat hal ini, Jokowi memutuskan untuk membatalkan kunjungan kerjanya ke Australia hari ini, Sabtu (5/11). Pernyataan tertulis yang diterima merdeka.com dari Kementerian Luar Negeri menyebutkan, Jokowi sudah menelepon Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull untuk membatalkan pertemuan mereka.

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Australia yang dijadwalkan pada tanggal 6-8 November 2016, dengan sangat menyesal harus ditunda. Perkembangan saat ini (di Indonesia) memerlukan keberadaan Presiden Jokowi di Indonesia," tulis pernyataan tertulis Kemlu Indonesia tersebut.

Selain menelepon PM Turnbull, mantan Gubernur Jakarta itu menugaskan Menlu Retno Marsudi untuk menjadwalkan kembali kunjungan ke Negeri Kanguru dalam waktu dekat.

"Presiden juga telah menugaskan Menlu RI untuk membahas penjadwalan ulang kunjungan dalam waktu dekat bersama mitranya dari Australia."

Hubungan Indonesia dan Australia saat ini sedang dalam kondisi baik, setelah sebelumnya sempat memanas lantaran hukuman mati yang dilakukan pada dua warga Australia terkait narkoba.

Meski demikian, pemerintah Indonesia mengapresiasi persiapan yang dilakukan Australia menyambut pertemuan kedua kepala negara tersebut. Indonesia juga meminta maaf atas pembatalan ini.

Rekomendasi