Pemerintah Indonesia akan menggelar resepsi diplomatik di New York di sela-sela Sidang ke-81 Majelis Umum PBB. Agenda ini menjadi bagian dari kampanye pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB periode 2029-2030.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Yvonne Mewengkang menyatakan kampanye tidak hanya soal pencalonan, tetapi juga membawa rekam jejak kontribusi Indonesia pada berbagai isu internasional.
"it's not just a candidacy but kita membawa track record Indonesia ke sana. Kita ingin menyampaikan bahwa Indonesia itu punya pengalaman nyata dalam peacekeeping, peacebuilding, dan berbagai kerja sama multilateral. Jadi ini merupakan kelanjutan dari kontribusi-kontribusi yang sudah diberikan Indonesia," kata Yvonne di Kantor Kemlu, Kamis (17/9/2026).
Ia menambahkan, Indonesia mendorong peran sebagai jembatan untuk membangun titik temu, menjaga ruang dialog di dalam DK PBB, dan menghadirkan solusi yang praktis. Selain itu, Indonesia ingin membawa prioritas negara-negara berkembang.
"Dan di sini tentunya Indonesia ingin menjadi bridge builder, membangun common ground, menjaga dialog di dalam council itu, dan menjaga practical solutions. And we will bring the voice and priorities of the Global South. Bukan hanya mewakili Global South, tapi tentunya memastikan perspektif negara-negara berkembang juga dapat didengar saat kita duduk menjadi anggota tidak tetap DK PBB," ujarnya.
Menurut Yvonne, komitmen yang diusung mencakup dorongan agar DK PBB bekerja lebih efektif dan responsif. Fokus yang dibawa antara lain penguatan misi perdamaian, diplomasi pencegahan, pencegahan konflik, dan perlindungan warga sipil.
"Jadi berbagai practical, it might sound like ini mungkin terlalu ambisius, but why not? And that's what Indonesia wants to bring, an effective, responsive security council. Dan ini kita mau ngomong lagi tentang peacekeeping, preventive diplomacy, conflict prevention, and protection of civilians, dan lain-lainnya.Kkita mau membawa practical commitment to campaign itu," kata Yvonne.
Yvonne menegaskan Indonesia tidak sekadar mengejar kursi anggota tidak tetap, melainkan memanfaatkan posisi tersebut untuk memberikan kontribusi nyata.
"Jadi, intinya Indonesia seeks to serve the security council, not simply to occupy a seat, tapi we want to make a contribution, a real and concrete contribution sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2029-2030," tutur Yvonne.