Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mengundang seluruh pemimpin negara ASEAN untuk bertandang ke negaranya. Konferensi Tingkat Tinggi AS-ASEAN akan digelar pada 15-16 Februari di Sunnyland, California, Amerika Serikat.
ASEAN merupakan kumpulan negara di Asia Tenggara. Wilayah Asia Tenggara diketahui memiliki sumber daya alam yang mumpuni. Lalu, apa tujuan Obama mengundang semua negara ASEAN ke Negeri Paman Sam?
Dalam KTT AS-ASEAN ini, Obama bakal mengajak semua kepala negara untuk duduk bersama dan melakukan diskusi. Tujuannya, untuk mempererat hubungan yang terjalin antara Amerika Serikat dan negara-negara di ASEAN.
"Pertemuan dirancang sedemikian rupa dan bersifat dialog interaktif dan intim. Pertemuan juga dihadiri pemimpin negara ASEAN dan delegasi yang terbatas," ungkap Direktur Mitra Wicara dan Kerja Sama Antarkawasan ASEAN Kementerian Luar Negeri Indonesia, Derry Aman beberapa waktu lalu di Jakarta.
Derry menjelaskan, pertemuan ini merupakan undangan langsung yang disampaikan oleh Obama, menindak lanjuti KTT ASEAN di Kuala Lumpur akhir tahun lalu. Bahkan, Derry menambahkan, Obama membebaskan semua pemimpin ASEAN untuk membahas berbagai isu yang tengah berkembang di dunia.
"Tujuannya tentu untuk mempererat kerja sama antara AS dan ASEAN. Serta untuk melibatkan ASEAN dalam berbagai situasi di dunia," lanjut dia.
Presiden Barack Hussein Obama sendiri mengatakan hubungan kerja sama antara Negeri Adi Daya tersebut dengan ASEAN sudah semakin baik tujuh tahun belakangan. Dia berjanji dengan bertemunya para pemimpin ASEAN di Sunnyland, akan membawa hubungan ke level yang lebih tinggi.
"Dalam KTT dengan negara-negara ASEAN nanti, kami tentunya akan membahas mengenai isu dan tantangan dunia internasional, seperti terorisme dan perdagangan manusia," seru Obama dalam wawancara beberapa waktu lalu bersama CNN.
"Sebuah strategi penting akan kita bangun dengan ASEAN, di mana wilayah tersebut merupakan
Advertisement
wilayah ekonomi yang dinamis dan berada di jantung Asia Pasifik," lanjut dia.
Obama juga mengatakan ASEAN merupakan pilar utama AS untuk membangun kerja sama dengan seluruh negara di Benua Asia.
"Duduk bersama dengan para pemimpin negara di wilayah paling sibuk di dunia, ASEAN tentunya akan menjadi strategi menarik bagi Amerika Serikat dan mitra kunci untuk menghadapi tantangan global," tandas Obama.
Presiden Indonesia Joko Widodo, bahkan diminta langsung oleh Obama untuk memimpin diskusi mengenai masalah pencegahan terorisme dan radikalisme. Indonesia dianggap mampu untuk memecahkan dua masalah tersebut di dalam negeri.
ASEAN yang terdiri dari 10 negara di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Laos, Myanmar, Thailand, Kamboja dan Vietnam, merupakan negara sibuk yang dilewati jalur perdagangan Asia dan Pasifik. Secara kolektif, sepuluh negara ASEAN menjadi negara dengan ekonomi terbesar ketiga di Asia, dan ketujuh di dunia.
Negara-negara ini merupakan mitra dagang terbesar keempat Amerika Serikat. Perdagangan barang dan jasa dengan ASEAN sekarang didukung lebih dari 500 ribu pekerja AS.
Sejak 2010, Obama disebut telah memberikan bantuan untuk pembangunan negara-negara di ASEAN sebesar USD 4 juta (setara Rp 53,4 miliar) setiap tahunnya. Bantuan tersebut, menurut Gedung Putih, diberikan AS sebagai penyeimbang ke Asia dengan mempromosikan stabilitas regional dan pembangunan berkelanjutan.