Seorang perempuan berusia 32 tahun, Daniela Largo, berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup setelah 36 jam terjebak di bawah reruntuhan akibat gempa magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia. Sedikitnya 265 orang dilaporkan tewas, sementara 496 lainnya masih hilang, menurut BBC mengutip pernyataan Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella.
Largo diselamatkan dari reruntuhan bangunan di Kota Pereira melalui operasi yang berlangsung sekitar 10 jam. Tim pemadam kebakaran setempat menjadi ujung tombak upaya ini setelah akses menuju lokasi korban sempat tertutup material berat.
Posisi Largo pertama kali teridentifikasi menggunakan kamera berukuran kecil. Ibu korban mengatakan kepada AFP bahwa seorang warga setempat mendengar teriakan putrinya dari bawah reruntuhan sebelum tim penyelamat tiba. De La Espriella menyambut keberhasilan penyelamatan tersebut melalui media sosial dan menyebutnya "kabar yang memberi kita harapan".
Advertisement
Operasi 10 Jam Menembus Empat Lempeng Beton
Proses evakuasi menghadapi hambatan besar: empat lempengan beton menutup jalan menuju tempat Largo terjebak. Kondisi ini memaksa tim menyusun strategi akses bertahap agar bisa menjangkau korban tanpa menimbulkan runtuhan lanjutan.
Tim kemudian menggali dua terowongan. Melalui lubang pertama yang dibuat dari atas, petugas menyalurkan oksigen untuk menjaga suplai pernapasan korban. Largo baru bisa dikeluarkan setelah terowongan kedua berhasil dibuka dari bawah timbunan.
Upaya tersebut melibatkan pemadam kebakaran setempat yang diperkuat personel dari ibu kota Bogota dan tim penanggulangan bencana Kepolisian Nasional Kolombia. Setelah akses aman, Largo dievakuasi dari bawah empat lempengan beton. Menurut ibunya, putra Largo yang berusia 12 tahun saat ini menunggu kepulangannya di rumah.Korban Jiwa di Cali dan Pereira, Ratusan Masih Hilang
Presiden De La Espriella menyebut sedikitnya 496 orang masih dinyatakan hilang, sebagaimana dilaporkan BBC. Berdasarkan data Asosiasi Kota-Kota Ibu Kota Kolombia (Asocapitales), 79 korban tewas tercatat di Pereira—kawasan penghasil kopi—menjadi jumlah tertinggi kedua setelah Cali yang melaporkan 95 korban jiwa.
Di Pereira, sedikitnya 92 bangunan dilaporkan runtuh. Asocapitales juga menyebut masih ada setidaknya 15 orang yang terjebak di kota tersebut, sementara 37 lainnya belum ditemukan.
Data ini menggambarkan skala kerusakan di dua kota besar terdampak, dengan otoritas setempat dan tim penyelamat terus memutakhirkan informasi seiring proses pencarian berlanjut.Kondisi di Cali: Jam Malam dan Patroli Militer
Di Cali, kota terbesar ketiga di Kolombia berdasarkan jumlah penduduk, lebih dari 200 orang dilaporkan masih terjebak hingga Selasa (11/8) pukul 16.00 waktu setempat.
Wali kota Cali memberlakukan jam malam dan meminta keterlibatan militer untuk berpatroli di wilayah terdampak paling parah demi menjaga keamanan proses penyelamatan. "Kami harus memastikan proses penyelamatan dapat dilakukan dengan aman," kata Wali Kota Cali.
Dia menambahkan masih ada harapan untuk menemukan lebih banyak korban dalam keadaan hidup dan menegaskan semua pihak akan berupaya semaksimal mungkin menyelamatkan mereka yang masih terperangkap.
Advertisement
Parameter Gempa Kolombia dan Rentetan Susulan
Gempa Kolombia terjadi pada Senin (10/8) pukul 07.34 waktu setempat dengan pusat gempa di dekat Desa San Jose del Palmar, Provinsi Choco. Guncangan terasa luas hingga ke sejumlah wilayah lain.
Seismometer terdekat dari pusat gempa mencatat durasi guncangan antara 90 detik hingga dua menit.
Sejak gempa utama, lebih dari 100 gempa susulan telah tercatat.