Kematian Chavez persis haul ke-60 Joseph Stalin

Dua tokoh ini memang tidak punya hubungan langsung, namun mereka sama-sama berhaluan kiri yang mengancam Barat.

Ardini Maharani
Oleh Ardini Maharani - Reporter
Kematian Chavez persis haul ke-60 Joseph Stalin
Hugo Chaves meninggal dunia. ©Reuters

Sedikit menyentak, ternyata Hugo Chavez meninggal di hari yang sama dengan wafatnya pemimpin komunis Uni Soviet, Joseph Stalin, 60 tahun lalu. Walau tidak ada hubungan saudara, namun faham politik mereka anut sama-sama berhaluan kiri yang mengancam Barat dan negara dunia kedua lain.Meski demikian keduanya berbeda watak. Dilansir dari biography.com (2002) Stalin bernama asli Losif Vissarionovich Dzugashvili ini justru terkenal si tangan besi dan pembunuh berdarah dingin lantaran dia membantai setiap orang berseberangan dengannya. Ada dugaan dia melakukan itu lantaran masa kecilnya yang buruk dan kerap disiksa orangtuanya menjadikan Stalin seorang dengan banyak kepribadian. Rezim Stalin menjadi kekuatan yang membunuh 30 juta orang Rusia. Musuh utamanya Leon Trotski sekaligus murid Vladimir Lenin si perumus konsep komunis mati ditangan orang-orang suruhan Stalin saat berada di Meksiko pada 1940.Stalin bukan orang yang diketahui kepribadiannya lantaran menurut kesaksian orang-orang terdekatnya dia membentuk dirinya, namanya, lahirnya, kebangsaannya, pendidikannya, semua serba sendiri. Dia orang yang meledak-ledak namun juga sensitif. Anggota parlemen Rusia Nikita Kruschev menyebutnya sebagai lelaki dengan banyak wajah.Sementara Chavez seorang pribadi hangat dan banyak menjalin hubungan pribadi dengan para pemimpin negara ketiga lantaran senasib dan sepenanggungan. Namu lelaki tambun itu juga menjadi musuh mengerikan untuk Barat terutama soal penerapan ekonomi sosialis yang sukses di Venezuela. Dalam hal perkembangan ekonomi, Stalin sebenarnya mencetak prestasi dengan melakukan industrialisasi di berbagai sektor termasuk pertanian. Cara ini cepat mendatangkan kesejahteraan bagi rakyat, namun sebagian besar lain harus dikorbankan, termasuk penjarahan hasil pertanian untuk hajat hidup orang banyak. Praktik komunis Stalin sangat kasar namun mampu mencengkramkan cakarnya di banyak wilayah Eropa, terutama Eropa Timur. Industrialisasi dengan sangat tergesa ini terbungkus dalam program rencana pembangunan lima tahun. Ini banyak ditiru negara di luar Rusia. Konsep ini menjadikan Negeri Beruang Merah itu negara industri terbesar kedua di dunia pada Perang Dunia II. Cara ini juga pernah ditiru Indonesia pada zaman orde baru.Sementara nasionalisasi Chavez tak ubahnya virus yang perlahan menjalar ke banyak negara latin seperti Bolivia serta Argentina. Dua negara ini disinyalir banyak meniru program-program Chavez untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat mereka. Keduanya membawa perubahan-perubahan penting pada zamannya.

Rekomendasi